 |
|
    |
| |
|
|
| |
Tentang Pampi.
 Lahir
tahun 1976 di hari ke-8 pada bulan Juni
di Salatiga, Pampi is the 3rd from 4 brothers. Can
you imagine 4 boys yg sedang nakal-nakalnya? Hmm...
Sempat mengalami masa kecil di Solo sampai lulus SD, kemudian
keluarga Pampi pindah ke kota sejuk, Salatiga, mengikuti sang
ayah yg dipindahtugaskan. Sejak saat itu, dia mendeklarasikan
dirinya sebagai orang Salatiga :)
Selulusnya dari SMPN 1 Salatiga,
Pampi melakukan suatu pendobrakan tradisi, dia tidak mengikuti
jejak kakak-kakaknya yang bersekolah di SMA Kristen 1, dia
memilih ikut teman-temannya, ke SMA
Kristen LAB Satyawacana.
Belum puas mendobrak tradisi, tahun 1994 dia menjadi orang
pertama di keluarga yang kuliah di luar kota. Kali ini dia
memilih Universitas
Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dengan jurusan
Teknik Informatika.
Tentunya ada sedikit tentangan dari keluarga, karena menurut
tradisi keluarga, seharusnya dia melanjutkan ke UKSW-Satya
Wacana. Tetapi, dia mengerti panggilanNya, dan dia tetap taat.
Semasa kuliah, Pampi pernah menjadi asistan lab di kampus,
dan sempat juga bekerja menjadi technical support di sebuah
ISP, Indosatnet Yogyakarta. Lulus tahun 1999, setahun kemudian,
Pampi berangkat ke Jakarta, bekerja pada sebuah ISP lagi,
DNet. September 2002 sampai saat ini Pampi bekerja di Schlumberger,
Jakarta.
Tentang Devi.
Di
tahun dan bulan yang sama, di pulau Bangka, Belinyu, hari
ke-30, Devi lahir sebagai anak pertama dari 3 sisters.
Sama seperti Pampi, Devi juga tumbuh di keluarga yg homogen.
Untungnya orang tua Devi mengatur jarak kelahiran dengan baik,
tiap anak berjarak usia sekolah 4 tahun, sehingga mereka bertiga
tidak pernah terlibat pertikaian besar. Devi menghabiskan
waktu TK-SMP di kota kecil Belinyu ini.
Selulusnya dari SMP St. Yosef Belinyu,
dia memberanikan diri meninggalkan kenyamanan, pengayoman
keluarganya untuk melangkah ke tempat yang baru, Yogyakarta!
Di SMA Stella Duce I, yang isinya
gadis-gadis muda penuh gejolak.. di sini lah Devi belajar
menjadi wanita mandiri. Sebenarnya kota Yogya menjadi titik
temu mereka. 'I love this city,' said she. Devi dengan nostalgia
SMA-nya, Pampi dengan nostalgia kuliahnya. Lucunya.. mereka
berdua tidak berjodoh di Yogya. Lulus SMA, dengan berat hati
dia harus meninggalkan Yogya, karena demikian mandat dari
orang tua. Kali ini ke Jakarta, Agustus 1994, Devi resmi jadi
mahasiswa Teknik Informatika STMIK
Bina Nusantara, yang sekarang sudah berganti nama
menjadi Universitas Bina Nusantara.
Lulus tahun 1998, Devi bekerja sebagai staff IT di Yayasan
Pelayanan Bersama Indonesia, Abbalove Ministries.
Semasa kuliah Devi juga pernah bekerja sebagai guru privat
untuk Yohana-SD St Fransiskus III, Jose-SD/SMP Abdi Siswa,
Elycia-SD (lupa) dan terakhir Lala-SMP Tarakanita III Tahun
2001, Devi pindah ke Indodata
Pratama, Jakarta. Sekarang udah betah di World Vision Internasional
Tentang Joel.
Joel Christophe Adiwijaya, lahir di RS Pantai Indah Kapuk
30 April 2004.
Nama Joel diambil dari nama seorang preacher, Joel Osteen. Memasuki usia kehamilan 8 bulan, Papa & Mama masih bingung
memberi nama anaknya. Lalu ketika sedang nonton acara TV channel TBN, muncul seorang young preacher yang goodlooking, dan khotbahnya juga asik.
Namanya Joel Oesteen. Waktu itu, Papa & Mama langsung menangguk setuju pada nama itu. Bukan apa2, kita berdua sudah tanya kanan kiri,
tetep aja ga dapat solusi untuk nama our baby. Joel berarti Jehovah is God.
Nama Christophe diberikan, supaya Joel mempunyai inisial JC, as in Jesus Christ. Christophe sendiri berarti pemberita Injil.
Adiwijaya adalah nama keluarga Pampi, yang tidak diturunkan ke Pampi and siblings. Jadi Joel mendapat kehormatan untuk menyandang kembali
nama besar Adiwijaya yang berarti kemenangan yang gemilang.

|
|
|
|