Tue, 06 Jan 2009; 08:37:43 PM

Archive for April, 2008

Survey Biaya Melahirkan

Monday, April 28th, 2008

Tadinya saya berencana melahirkan di sebuah RS di dekat rumah. Tapi, setelah mulai mengalami beberapa ketidaknyamanan dengan administrasi yang lelet, pelayanan yang rasanya terlalu bertele-tele untuk pengguna asuransi - saya harus diantar oleh perawat lho ke bagian admin, ga boleh sendiri - Pampie dan saya lalu memutuskan untuk tidak melahirkan di RS yang emang masih baru ini. Sayang padahal. RS-nya bagus, interiornya modern, lebih terlihat seperti hotel ketimbang RS. Biayanya juga lebih sesuai dengan cover asuransi kantor Pampie.

Tapi mau gimana lagi, ini kan masalah melahirkan. Saya harus merasa cukup nyaman dan aman. Beberapa kesaksian kurang sedap juga sudah saya dengar. Konon, katanya perawat2 di sini masih teramat junior. Menginfus aja masih sering tidak tepat.

Lalu, saya coba tanya RS lain yang sudah mapan. Wah, walau lebih tua, RS ini menetapkan harga lebih tinggi ketimbang RS baru tadi. Ragu lagi, apalagi si RS ini emang terkenal komersil. Maklum, mereka banyak dapat pasien expat.

Akhirnya, karena punya kesan baik dengan RS PIK empat tahun lalu waktu melahirkan Joel, kami memutuskan untuk melahirkan di sini. Sayang dr. Didi Danukusumo tidak praktek di sini. We do like him.

Dokter Didi sangat komunikatif dan menyenangkan berkonsultasi dengannya. Saya pernah coba ‘berselingkuh’ dengan mendatangi dokter kandungan lain di RS Siloam, alhasil kecewa berat. Pak Dokter yang ini ngomongnya pendek-pendek dan informasinya terlalu ‘umum’. Dengan dr.Didi, saya merasa dihargai.

Mungkin harus kembali ke dokter yang membantu kelahiran Joel dulu. Dia juga ok banget, maklum dosen, jadi suka menerangkan gitu kali ya….

Back to biaya melahirkan…

Kenaikannya luar biasa ketimbang 4 tahun lalu, tidak sebanding dengan tunjangan melahirkan dari kantor yang bisa dibilang tidak bertambah. Benar-benar heran lho, melahirkan di Jakarta/Tangerang kok bisa mahal gitu.

Saya survei 3 RS di Tangerang: Omni International Alam Sutera, Siloam Karawaci, Internasional Bintaro (RSIB); dan RS Pantai Indah Kapuk di Jakarta.

Catatan:
- Kecuali RSIB, semua ada ward kelas 3.
- Tidak ada fasilitas kelas III untuk melahirkan di RSIB.
- Jika bukan anak pertama, ada tambahan biaya cukup signifikan untuk kelahiran dengan operasi (penanganan jahitan katanya)
- Di RSIB perawatan pasca kelahiran dengan sectio hanya 4 hari (yang lain 5 hari)
- Data RSPIK masih belum lengkap untuk kelas 2&3 (menyusul).
- Data SVIP - President Suite tidak dimasukkan dalam uraian

Begini uraiannya:

Normal
Kelas III
: Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di Siloam. Range: 5jt - 6 jt
Kelas II : Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di RSIB. Range: 6 - 8,5 jt
Kelas I : Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di RSIB. Range: 8 - 10,2 jt
Kelas VIP: Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di RSPIK. Range: 11 - 13,5 jt

Operasi
Kelas III
: Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di Siloam. Range: 10jt - 12.5 jt
Kelas II : Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di RSIB. Range: 12 - 16 jt
Kelas I : Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di RSIB. Range: 15 - 19 jt
Kelas VIP: Yang termurah adalah di Omni, yang termahal di RSPIK. Range: 20 - 24,5 jt
Jadi.. pikirkan matang-matang kalau mau punya anak di Jabotabek di masa ini :D. Rencanakan dengan seksama. Yang harus bisa kita cover (dengan atau tanpa bantuan dari kantor) adalah biaya konsultasi rutin, biaya vitamin & obat2an, biaya melahirkan + antisipasi, dan biaya membuat akte kelahiran.

Hmmm….

Attached File
pricelist table

Boy or Girl…

Monday, April 21st, 2008

Minggu ke-33. Sakit punggung berlebihan dan nyeri pada bagian atas rusuk sudah lewat, masa tenang tentram mulai datang.

Nah, entah kenapa dalam satu terakhir minggu ini, bisa-bisanya dua orang pria yang udah bapak-bapak memberikan pernyataan bahwa yang di dalam perut saya ini berjenis kelamin laki-laki. Bapak#1 adalah teman keluarga, jadi kita bisa bilang dengan cuek, “Yeee… cewek lagi.”

Masalahnya pada bapak#2. Saya tidak pernah bertemu orang ini sebelumnya. Kami hanya berpapasan pada sebuah mal di Karawaci. Nampaknya dia sedang mencoba menghubungi seseorang dengan ponselnya, lalu begitu melihat saya dia langsung bertanya, “Hamil berapa bulan? Delapan ya?”

Ketika saya mengiyakan, dia langsung komen, “Pasti cowok.”

Saya: “Engga kok… dari hasil USG, cewek.”

Bapak#2: “Saya ahli kandungan. Pasti cowok.”

Habis bilang gitu, dia berlalu. Tinggal saya yang bengong.

Sungguh hari yang aneh.