Fri, 30 Jul 2010; 02:41:31 AM

Me & My Old School Times: Elementary First Years

Kelas 1, hampir semua teman TK Nol Besar-ku ikut meneruskan ke SD St. Agnes ini. Selamat tinggal baju one-piece merahku, sekarang aku sudah pake seragam dua potong dan rok merah full lipit-lipitku menggunakan karet pada bagian pinggangnya.

Ada tiga kelas, 1A, 1B dan 1C. Seingatku, aku di kelas 1C dengan wali kelas Ibu Lucy. Ibu Lucy ini terkenal ’streng’.. hihihi streng ini bahasa apa toh? Pengaruh Belanda kali ya.

Aku sudah pintar baca tulis waktu itu, karena seperti anak-anak perkotaan di Belinyu pada umumnya, aku dikirim les menulis (dan otomatis baca) ke tempat Ibu Ajung – guru TK-ku.

Yang paling kuingat dari kelas 1 adalah.. ada seorang teman bernama Bertha, yang kemudian hari menjadi sohib kentalku waktu SMP. Nah, suatu hari kami diajar nyanyi lagu: Kasih Ibu. Buat yang lupa ama lagu manis ini.. ini teksnya:

Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang Surya menyinari dunia

Ingat.. presentasi terbesar murid adalah keturunan Tionghoa yang bahasa ibunya adalah bahasa Khek. Maka, Ibu Lucy pun berinisiatif bertanya, “Siapa yang tau beta itu siapa?”

Seorang temanku dengan lantang dan berani berteriak, “Itu, Bu!” sambil menunjuk si Bertha. Akhirnya yang lain jadi ikut-ikutan menunjuk Bertha. Dan, saya dengan sangat memalukannya mengambil langkah aman me-too, padahal saya dah tau arti kata beta. Hehehe.. dasar anak kelas 1.

Kalau di Amrik ada yang namanya McGuffey’s Reader, orang Indonesia seangkatan saya juga bangga punya Ini Ibu Budi. Saya mengingat dengan baik buku bahasa Indonesia berwarna merah yang dibuka secara horizontal ini. Tokoh utama buku ini: Budi, Wati, Ibu. Iwan dan Bapak muncul belakangan -tentunya karena kata berakhiran konsonan akan lebih sulit diucapkan untuk si freshman – anak kelas satu.

Di kelas satu ini.. saya sempat ‘off’ sampe hampir sebulanan. Penyebabnya adalah karena kenekadan saya menulis di dinding kayu rumah kami sambil menginjak sadel sepeda mini hijau kesayangan. Alhasil sepeda mini itu bergulir dan saya jatuh dengan sukses. Tulang dekat sambungan siku kiri patah. Liburlah saya karena harus bolak-balik berobat, dari dukun urut sampai dokter di Pangkal Pinang. Cerita dukunnya seru lho.. nanti kapan-kapan saya posting secara khusus.

Kelas 2, wali kelas saya ibu Sin Chian mengirim saya ikut lomba menulis indah. See, kelas 2 kita dah diajari menulis huruf sambung yang keriting itu. Hebatnya saya juara satu lho :D hehehehe. Hadiahnya sebuah peruncing. Di akhir kelas 2, kami diharapkan sudah bisa perkalian sederhana. Maka Ibu Sin Chian menantan siapa yang berani maju dan mempresentasikan kemampuannya untuk perkalian dua. Saya maju dan tidak melakukan kesalahan sedikit pun, maklum asuhan Mama yang sangat keras pada anak-anaknya masalah pelajaran.

Kelas 3 adalah awal dari sebuah kedewasaan. Kita sudah menulis dengan bolpoin, tidak boleh salah lagi, kalau salah harus repot menghapusnya dengan penghapus khusus merah biru merk Pelican, yang bisa bikin bolong kertas kalo terlalu kuat dipakainya. Wali kelas saya bernama Pak Petrus. Saya di kelas 3A sekarang. Kami juga mulai mengenakan seragam coklat Pramuka tiap Sabtu.

Waktu sekolah jadi makin panjang. Tiap Sabtu habis Pramuka saya pasti terbaring di depan tivi sambil menonton Lima Sekawan. Duh, ini masa yang sulit memilih George & Timmy atau Pramuka. Hehehee.

Kelas tiga adalah ketika saya dapat ranking 1 di cawu 1&2, tapi melorot jadi ranking 2 di cawu 3 – dugaan saya sih karena Pak Petrus yang tadinya ngefans banget sama saya (bener lhooo) tiba-tiba tidak ngefans lagi karena suatu hal yang tidak enak diceritakan di sini.

Ini juga pertama kalinya saya mengalami camping – nginap di sekolah. Pak Petrus sebagai pembina Pramuka sering banget mampir di tenda saya, bahkan secara eksplisit mencari-cari saya, sampe saya ngumpet saking malunya. Hehehee… ga tau kenapa si Bapak ini ngefans banget ama saya, mungkin karena saya chubby, lucu dan imut-imut? Tau deh.

ps. cover buku bahasa Indonesia kelas satu bisa diliat di sini – walopun sepertinya ini edisi lebih tua.. punya saya warna merah kok.. yakin banget.

.!.
Related Posts with Thumbnails

Tags:

Posted by: devi Tue, 20 May 2008 @1:00 am

One Response to “Me & My Old School Times: Elementary First Years”

  1. Adhi Widjajanto Says:

    1. Namanya peruncing ya? Bukan serutan? :D
    2. Aku tahu kenapa P’ Petrus ga nge fan lagi sama kamu: Karena kamu milih Lima Sekawan daripada Pramuka…!!! Hayo ngaku!!! :) )
    3. Inget aja sih… Masaku TK cuman keinget pas patah tangan. Masaku SD cuman keinget pas prakarya sama pas nangis waktu kemping di sekolah.

    [Reply]

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash


about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe