Tue, 06 Jan 2009; 08:28:05 PM

Me & My Old School Times: Kindergarten

Gee… film Laskar Pelangi benar-benar membawa saya bernostalgia ke masa sekolah. Dan, kini rasanya ingin mengenang lagi masa-masa itu.

Tidak banyak yang bisa saya ingat dari kelas nol kecil/TK-A saya. Yang paling saya ingat adalah seragam khas anak TK (rok overall/1 piece) lucu berwarna kuning. Tiap hari saya diantar oleh salah satu dari ortu ke Tangsi (sebutan untuk kantor polisi). Kenapa? Ya, karena sekolah saya bernama TK Bhayangkara, yang diselenggarakan oleh (kemungkinan) para istri polisi ini.

O ya.. waktu TK-A inilah saya pertama kali punya adik. Rumah kami sangat dekat dengan Tangsi ini. Kemungkinan saya ke sekolahnya jalan kaki waktu itu.

Nol besar/TK-B lebih saya ingat. Sekarang saya sudah berumur lima tahun. Ortu menyekolahkan saya di sebuah sekolah katolik bereputasi terpuji di kota kecamatan Belinyu. Namanya TK St. Agnes. Kalo gurunya kali ini saya inget banget.. siapa lagi kalau bukan Ibu Ajung - duh nama indonesianya sapa ya, Bu.. lupa nih.

Roknya kali ini warna merah. Seingat saya, saya masuk kelas siang. Saya ingat sekali mengunting dan menempel dari sebuah buku ukuran kecil yang membuka secara horizontal. Lemnya dari kanji yang diletakkan di atas karton tebal. Bu Guru juga sering memberi hadiah kerajinan tangan (ga tau namanya apa nih) berbentuk lampion, kipas tangan, buat anak-anak yang berprestasi. Benda-benda ini says temukan di restoran Sagoo, Mal Serpong, yang banyak menjual benda-benda jadoel.

Saya juga ingat main perosotan dan main jungkat-jungkit - itu lho seesaw. Rata-rata teman TK-B saya ini menjadi schoolmate sampai lulus SD. Maklum TK, SD dan SMP-nya berada dalam satu kompleks karena dinaungi oleh satu yayasan.

Butuh kesabaran tinggi untuk jadi seorang guru TK. Murid ngompol sudah jadi makanan sehari-hari. Tidak seperti sekarang, di TK-TK biasanya ada staf khusus (nanny) yang ngurusin beginian. Saya juga ingat ada teman saya yang sering pup di celana.. siapa ya orangnya.. hehehe… pasti kenangan buruk buat dia saat ini.

Mayoritas murid adalah penutur bahasa khek (hakka) bangka, karena itu Ibu Ajung kerap menggunakan bahasa ini untuk berkomunikasi dengan kami. Ibu Ajung adalah guru yang tegas, dia tidak segan memarahi murid-murid yang dia anggap nakal. Hehehe.

My mom said, saya tidak pernah nangis ditinggal sendiri. Saya ingat saya duduk di boncengan sepeda, kaki saya diikat dengan saputangan supaya tidak masuk ke jeruji sepeda. Rumah kami waktu itu masih di dekat bioskop Belia - sekarang dah jadi tempat biliar.

Hmm.. tidak berasa sudah dua puluh delapan tahun lalu, ya.

Posted by: devi Thu, 23 Oct 2008 @5:48 pm

One Response to “Me & My Old School Times: Kindergarten”

  1. meike Says:

    Untuk menambah kenangan:

    http://www.geocities.com/SoHo/1823/

    :D
    tapi midi semua…

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash