Fri, 30 Jul 2010; 02:37:05 AM

My Maidless Days

Maidless day#17.

Buat keluarga Jakarta pada umumnya, tidak punya pembantu adalah musibah besar. Juga untuk yang punya batita, ketiadaan pengasuh (disebut babysitter di Indonesia, nanny harusnya) adalah bencana.

Tiga tahun lalu saya berhenti mengantor. Salah satunya karena saya ingin merdeka akan rasa cemas berlebihan jika hari raya Lebaran mendekat :) .

Tahun 2007 awal, satu bulan lebih saya tak punya orang yang bisa dimintai bantuan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Saya ingat betapa stresnya saya waktu itu. Saya cemberut melihat tumpukan piring kotor dan peralatan masak bekas pakai, jengkel melihat gundukan baju yang harus disetrika. Malas masak, malas nyapu, malas bersih-bersih. Saya kesal, saya marah, saya ingin bisa bermalas-malasan seenak saya. Bukankah sebelumnya saya punya waktu begitu banyak mengerjakan hal-hal yang saya sukai?

Terulang lagi akhir tahun 2008, ketika Chloe masih bayi kecil. Saya begitu kelimpungan. Chloe belum lagi 6 bulan, masih sangat tergantung pada saya. Sementara itu Joel yang berumur 4 tahun juga belum bisa terlalu diandalkan, dia masih banyak butuh bantuan Mamanya. Berita buruknya, Pampi harus pergi ke dua negara dalam minggu itu. Saya tidak ingat apakah waktu itu saya sempat menangis karena kebingungan, saya cuma ingat waktu itu hujan turun tiada henti, baju-baju tak kunjung kering sementara baju kotor sudah antri untuk dicuci. Saya ingat hanya menyetrika baju pergi, sementara baju rumah hanya dilipat dengan rapi.

Untungnya di tahun ini Tuhan bermurah hati memberikan seorang sahabat yang sangat care kepada kami, sahabat saya ini membawakan saya masakannya, juga ketika saya pilek berat pas ditinggal suami pergi ini, dia membawakan seteko penuh wedang jahe. Ohh.. I love you, Sis!

Yang terkini, tahun 2009, pembantu harian saya dengan tega memutuskan untuk memberhentikan saya sebagai majikannya :) Saya agak kesal mengingat saya sering sekali memberinya barang, pakaian, peralatan masak, bahan makanan, sementara dia lebih menginginkannya dalam bentuk uang.

And I have improved a lot this year. My 2009’s maidless days are:
- selalu tersedia minimal dua masakan di rumah.
- baju-baju dicuci dua hari sekali, dan semuanya tersetrika.
- piring-piring kotor tidak boleh terlalu lama menunggu di tempat cuci piring.
- rumah disapu setiap hari (berkali-kali kalau perlu) dan diusahakan dipel setidaknya dua hari sekali.
- tempat tidur segera dirapikan begitu penghuninya bangun.
- lantai kamar mandi disikat segera setelah saya mandi.
- sebelum berangkat tidur, rumah sudah dalam keadaan rapi sehingga besok bisa lebih bersantai baca koran sambil minum kopi/teh :)

Intinya adalah jangan menunda pekerjaan. Lakukan dengan cepat tanpa banyak pikir. Selain itu, saya juga harus bersyukur karena punya suami yang hebat, yang tidak segan membantu cuci piring, mengepel, membuang sampah, mengambil Chloe yang super rewel akibat sakitnya dari gendongan saya yang menangis karena tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Terpenting, lakukan pekerjaan ‘remeh temeh tapi penting buanget ini’ dengan hati bersyukur, dengan suka cita. Seperti yang saya tahun ini.

Related Posts with Thumbnails

Tags:

Posted by: Sun, 04 Oct 2009 @6:56 pm

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash


about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe