Thu, 09 Sep 2010; 09:29:35 PM

Archive for May, 2010

McRuffy Press

Wednesday, May 19th, 2010

Mungkin ada yang pengen tahu.

Setelah MFW First Grade selesai nanti, saya akan pindah sejenak ke model textbook (tapi harus yang fun) dan akan saya kombinasikan dengan Heart of Dakota yang begitu gentle dan uhmm.. rileks.

Saya tidak akan buru-buru ambil kurikulum Second Grade. Saya ingin Joel belajar dengan cara yang lain selain yang ditawarkan MFW. Bahkan science saya pilihkan yang first grade juga. Menurut saya, science itu sifatnya umum, ya seperti pengetahuan umum gitu, susah mau distandarkan. Jadi buat saya Joel tidak sedang downgrade, tapi sedang belajar dengan cara yang lain.

McRuffy jadi pilihan saya. Sempat batal karena biaya pengirimannya dari US-Indonesia mencapai Rp 1 juta. Untung ketemu dengan forwarder yang siap membantu membelikan dan mengantar buku-buku ini ke rumah. Kebayang kalo saya harus menebusnya lagi di kantor pos. Box-nya berat banget!

Kesan pertama saya, puas. Harganya sesuai dengan yang saya dapat. Untuk 3 kurikulum di bawah ini saya mengeluarkan uang Rp 3.050.000. Itu sudah termasuk ongkos kirim. Jika dibagi 12 bulan, berarti pengeluaran saya adalah Rp 250.000. Cukup terjangkau kan? Saya bahkan tidak perlu keluar dari pekarangan rumah untuk mengambil kurikulum ini.

Inilah pertama kali kami punya kurikulum berwarna. Walaupun gambarnya sederhana (digambar sendiri oleh penyusun kurikulum ini), buku-bukunya tampil rapi, kertasnya bagus, covernya sudah dilaminating, saya juga suka plastic wire-nya yang simpel.

Saya juga suka karena McRuffy berbaik hati melaminasikan board game, beberapa chart, juga item-item lain. Saya juga suka dengan lab kit untuk sciencenya.. bahkan kelereng aja dimasukkan ke dalamnya. Saya senang, karena sebagian besar kerepotan saya bisa dieliminasi. Mungkin karena Brian Davis sang penyusun, adalah seorang guru sekolah. Dia nampaknya mengerti betul kerepotan seorang pengajar.

Berikut detail kurikulum yang saya beli. Saya belum bisa kasih review tentang isi, karena baru baca yang Science. Sejauh ini manual pengajar cukup mudah dimengerti, penjabaran cukup detail, jadi ortu tidak perlu kuatir harus ngomong apa dengan anak. Hehehee.

Gambar-gambar di bawah ini bisa diklik ya.

First Grade Language Arts

Ini adalah pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas 1 SD, sudah termasuk Reading & Spelling. Belum termasuk handwriting.

Isi kurikulumnya adalah:
2 buku manual untuk ortu/guru
2 workbook, satu untuk reading, satu untuk spelling
34 buku bacaan sederhana (reader)
1 pack additional resource – isinya macem-macem, ada boardgame, copymaster, chart, dll. Sudah dilaminating dengan baik oleh mereka.

Linknya di sini: http://mcruffy.com/1P.htm

mcRuffy-LA-1stgrade

Second Grade Math

Enaknya homeschool, kita bisa campur-campur kurikulum tanpa ada patokan level, usia, dll.

Joel saya belikan yang second grade, karena memang setelah dilihat topik yang dicakup di first grade sudah dia kuasai.

Isi paket:
1 buku manual pengajar
1 workbook
1 Resource Pack yang isinya permainan2 sesuai topik yang dipelajari
1 Response Book
2 bungkus manipulatives kit

mcRuffy-math-2ndgrade

Linknya di sini: http://mcruffy.com/2M.htm

1st Science

mcRuffy-science-1stgrade

Ini science untuk kelas 1 SD. Di dalamnya sudah tercakup empat bentuk science,
* Physical Science
* Earth Science
* Life Science
* Scientific Inquiry

Paketnya terdiri dari:
1 manual pengajar
1 workbook
1 resource pack
1 lab kit

Linknya: http://mcruffy.com/1Sc.htm

When God Spoke to a Kid’s Heart

Monday, May 3rd, 2010

Saat Teduh secara teratur benar-benar powerful. Saya harus malu sama Joel.

Tanpa sedikit pun membantah, selama lebih dari dua minggu terakhir ini, Joel rutin ber-Saat Teduh dengan bahan yang diberikan dari gereja anak di tempat kami. Tadinya Joel hanya berdoa saja setelah bangun pagi, itu pun saya tidak tahu apakah dia benar-benar berdoa. Tapi saya percaya padanya. :)

Pernah, suatu malam kami agak kelelahan karena acara sepanjang hari, dan tidur sudah agak malam, kami ‘lupa’ menemaninya Saat Teduh. Sampai hari ini kami masih melakukannya di malam hari, karena itulah saat Papanya bisa menemaninya, saya memang ingin Pampi yang pegang peranan ini, jadi imam buat anaknya.

Back to Joel. Apa yang terjadi? Tidak lama setelah kami masuk kamar, terdengar pintu kamar Joel dibuka, dan dia segera membuka pintu kamar kami. Joel meminta Papanya menemani dia Saat Teduh, waktu itu sudah hampir pukul 11 malam.

See? Anak-anaklah yang merasakan manfaatnya. Jika selama ini kita berpikir, seberapa sih yang bisa dipahami seorang anak berumur 6 tahun tentang Tuhan, tentang isi Firman Tuhan, dll — kini saya mengerti, walaupun mungkin dia tidak bisa mengutarakannya, sesuatu telah menyentuh hatinya, berbicara padanya, dan mengubah hidupnya.

Minggu pertama, Joel membaca Firman tentang ketaatan dengan role model Abraham. Minggu kedua, bacaannya tentang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Minggu ketiga tentang mengasihi sesama.

Banyak perubahan terjadi dan itu sangat menyentuh hati dan membukakan mata saya bahwa Tuhan mampu mengubah hati yang paling keras sekali pun, Firman Tuhan punya kuasa dahsyat mengubah hati seorang anak yang sebegitu pemalunya.

Joel sekarang lebih bisa berinteraksi dengan orang lain, bisa menanyakan pertanyaan seperti ,”Auntie, kapan ke sini lagi?”. Pertanyaan langka dari mulut seorang Joel. Sosialasi yang saya kuatirkan, tidak perlu lagi jadi beban pikiran saya.

Juga, hari Minggu yang lalu Joel membawa pulang sebuah sticker dari sekolah minggu. Walaupun sudah didesak-desak, dia bilang dia tidak mau cerita dari mana asalnya sticker itu. Satu-satunya clue yang dia berikan adalah, tidak semua anak mendapat sticker itu. Itu berarti dia melakukan sesuatu, bukan? Tapi dia tidak mau cerita juga.

Sampai hari ini, saya iseng tanya, “Kamu dapat sticker karena nyanyi di depan?” Bukan! katanya. “Tidak mau cerita.” Tiba-tiba saya dapat ide, “Kalau begitu pasti karena ayat hafalan.” Dia langsung mengiyakan. Wow! Hati saya bersorak kegirangan. Anak ini biasanya malu bahkan terkesan tak acuh pada kegiatan di sekolah minggu-nya. “Ditanya siapa yang mau maju sebutin ayat hafalan,” tambahnya lagi. Ini sih dobel wow! Berita hebat! Saya harus menahan diri untuk tidak tersenyum atau tertawa atau terlalu excited karena Joel biasanya jadi risih dan malu.

Malam ini, ketika saya menemaninya Saat Teduh karena Papanya belum pulang, kami membaca tentang taat kepada orangtua sebagai implikasi dari mengasihi orangtua, Markus 19:19. Anak-anak diajak merenungkan betapa pentingnya orangtua buat mereka. Bahwa salah satu bentuk mengasihi orangtua (yang juga sesamanya) adalah dengan menaatinya. Juga anak-anak diajak minta maaf sama orangtua jika selama ini pernah melawan.

“Coba ingat-ingat kapan terakhir kali kamu melawan ortu? Ayo minta maaf sama ortumu, ” begitu tulisan di bahan Saat Teduhnya.

“Nah, Joel mau minta maaf, ga?” tanya saya ga terlalu yakin.

“Mau. Gimana caranya?”

Maka saya ajari. Lalu dia mengulanginya ke saya. Saya sangat terharu. Saya peluk dia sambil berkata, “Mama maafkan”. Hati Joel lembut sekali, begitu mudah diajar. Biasanya Joel tidak mau melakukan hal-hal ‘memalukan’ seperti ini.

Kemudian saya minta dia melakukannya ke Papanya. Setelah ‘mengusir’ saya keluar — karena malu — dia minta maaf sama Papanya. Walau saya diultimatum untuk tidak mendengar, saya pasang kuping juga di pintu kamarnya, hati saya seperti disiram kesegaran luar biasa.

Sepertinya materi yang dia dapat selama ini dari kurikulum First Grade My Father’s World juga sedikit banyak telah menaburkan sesuatu di dalam hatinya. Ketaatan 100%, kesediaan melakukan perintah Tuhan, kehebatan dan mujizat-mujizat yang Dia lakukan, telah membuatnya lebih ‘aware’ tentang siapakah Tuhan yang kami, orangtuanya, percaya. Saya sungguh berharap kami berdua bisa menuntun Joel terus mengenal seorang Pribadi yang sungguh-sungguh mengasihi dia dan menerima Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat dalam hidupnya. Ini baru awal.

Many thanks to you, my God. I’ve witnessed the power of Your Word. Please God, do continue to work in us to make us what You want us to be.

Related Posts with Thumbnails

about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe