Wed, 07 Jan 2009; 03:05:45 PM

Archive for the ‘as a mom’ Category

Chloe Enam Bulan

Thursday, December 4th, 2008

Gadis kecilku dah enam bulan. Wih.. ga berasa banget.

Rasanya baru kemaren aku seperti tidak pernah berhenti menyusu. Rasanya baru kemaren aku ga berhenti-henti gantiin popok yang basah atau kotor.
Rasanya baru kemaren kebingungan bagaimana cara menidurkan bayi tanpa harus digendong, disusui, diayun-ayun, dsbg, dsbg.

lulus-asi-xSekarang Chloe dah bisa banyak. Guling-guling, babbling, senyam senyum, minta gendong pada siapa saja (bahkan yang baru ketemu), duduk tanpa ditopang, dsbg dsbg.

Sekarang Chloe udah teratur tidurnya. Tidur malamnya pun udah panjaaang, sehingga Mama bisa istirahat juga.

Dan.. stage berikut dalam hidupnya, Chloe dah boleh makan makanan semi padat pertamanya. Beras putih, beras merah, kacang ijo, jeruk keprok, pisang raja dan pepaya dah dia cobain.

Duh, dah enam bulan berlalu ya, Nak. Bener-bener terasa hanya sekejap mata.

Enam bulan juga aku bertahan memberinya hanya ASI saja (sempet rada gagal di awal), walau tidak terlalu banyak support yang diterima. Namun penderitaannya sebanding.

Aku melihat sebuah keajaiban. Seorang manusia bisa hidup hanya dari air susu ibunya saja, dan selama enam bulan itu aku saksikan sendiri bagaimana perkembangan dan pertumbuhannya dari hari ke hari.

Congratulations for both of us :)

Belanja di Hipermarket Tanpa Bawa Asisten

Friday, October 17th, 2008

Sejak awal 2007 saya sudah terbiasa belanja berdua saja dengan Joel yang waktu itu berumur 2 tahun jalan 3 tahun.

Repot? Tentu.. Apalagi jika dia sudah mulai lari ke sana-sini. Pontang-pantinglah saya harus mengejarnya, kalau hilang di tempat seperti ini kan bisa berabe.

Maka. Saya punya pekerjaan besar untuk melatihnya agar tidak berada lebih dari radius 1m dari saya :D. Sukses? Lumayan.

Akhirnya, saya jadi sangat terbiasa berbelanja bersama anak dengan segala kesetresannya. Biasanya habis mengantar Pampi, kami mampir ke hipermarket di sebelah kantornya. Di sana kami bisa melewatkan waktu berjam-jam, maklum dapat parkir gratis, fasilitas dari kantor Pampi.

Nah. Sekarang anak saya sudah dua, yang satu masih bayi. Saya jadi sering merindukan lagi kegiatan strolling over the aisles in the hypermarket.

Kalau mau tunggu Pampi, harus weekend, dan biasanya belanja sama kaum pria khususnya yang sejenis dengan Pampi ini kurang fun, karena mereka sangat target-oriented di sini. Sedangkan saya tergolong pada kaum yang bisa melepaskan kejenuhan di hipermarket. Hipermarket adalah salah satu tempat rekreasi saya. Kadang saya bisa tidak beli apa-apa di sini.

Lalu, hari ini saya putuskan untuk mengklaim kembali hak saya atas penggunaan mobil satu-satunya kami ini. Berangkat berempat dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, kami berangkat ke Menara Asia Lippo Karawaci.

Chloe saya gendong, karena saya berencana menggunakan baby-trolley. Untung ada… sayangnya susah banget ngambilnya. Saya harus bermanuver dengan satu tangan, tidak ada satu pun petugas yang berinisiatif menolong si ibu ini.

Chloe baring di tempatnya, Joel masuk ke dalam troli. Kami bertiga pun belanja. Si bayi sama sekali tidak rewel, dia bahkan tidur pulas, yang mana hal ini hampir tidak pernah terjadi pada baby Joel, yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru di luar rumahnya.

Selesai belanja, saya ditahan oleh dua orang petugas security. They wanted the trolley back. Saya bilang, bolehkah saya pinjam trolinya sampai di tempat parkir? Mobil saya parkir sangat dekat dengan pintu. Mereka bilang tidak boleh. Peraturan adalah peraturan.

They suggested me to carry the baby Chloe with one hand, while the other hand to push the trolley and Joel be seated in the trolley. Have they lost their mind? Si security#1 (sambil menarik troli bayi) tanya, bagaimana cara saya masuk tadi. Saya bilang, tadi saya kan ga bawa belanjaan. Saya sudah mulai kesal dan mulai merencanakan untuk mogok makan demo masak kecil dan berdiri di sana terus sampai mereka carikan saya solusi.

Kemudian security#2 punya ide dan memanggil trolley boy. Troli boi bantuin saya mendorong troli biasa (troli bayi udah diambil dengan secepat kilat), dan bantuin saya masukin barang ke dalam mobil. Si troli boi usil ini sempat nanya, “Suaminya mana, Bu.” Saya jawab dengan sedikit banyak pedas, “Kerja.” Hei.. ini kan hari kerja dan jam kerja. Tapi, pastinya, saya berikan sedikit tip untuk kebaikan si troli boi.

Kesimpulan: hipermarket2 di sini memang tidak ramah anak.

Pertama, troli bayinya pun sebenarnya tidak akan lolos standar kelayakan untuk keamanan seorang bayi. Tempat berbaring bayinya tidak dilengkapi dengan safety belt, kemungkinan dulu pernah ada tapi dah copot.

Kedua, Anda diharapkan untuk belanja dengan membawa asisten (sekretaris/manajer/PRT/nanny/governess/supir/tukang kebun). Jika Anda tidak punya asisten, lebih baik tunggu weekend. Harap diingat kalau pada hari-hari itu, hipermarket2 di Jakarta dan sekitarnya bersituasi seperti kolam cendol, yang lagi2 pasti tidak nyaman buat bayi dan anak kecil.

Jadi.. sebaiknya punya asisten kalau mau belanja di hipermarket.

Chloe: Dari Lahir Sampai Tiga Bulan

Friday, September 12th, 2008

chloe-3mo

She’s a real blessing, a gift from God for Papa, Mama, and brother Joel.

Chloe belum pernah bingung antara pagi dan malam. Dia tahu kalau malam harus tidur panjang, dan siang kalau perlu tidak usah tidur dan membuat Mama hanya bisa bersenang-senang di malam hari :D

Sekarang tiap menjelang jam 8 malam, dia sudah rewel minta tidur, dan bangun minta susu hanya satu kali jam 2, sebelum akhirnya tersenyum pada siapa saja yang dia lihat pertama pagi itu.

We love you, little girl.

Chloe’s Recent Updates

Monday, September 1st, 2008

Si baby girl udah tiga bulan umurnya. Terakhir timbang seminggu lalu, ukurannya:
BB: 6,1kg
TB: 58cm
LK: 38cm
Konon, dalam pengukuran panjang bayi, hasilnya kurang akurat, karena gerakan bayi bisa mempengaruhi pengukuran.

Nampaknya my baby girl akan jadi bayi yang ramah dan murah senyum nantinya. Dia selalu memberikan senyum selamat pagi buat Mama, suka ngoceh dengan siapa saja, dan suka ikutan nyanyi.

Sementara secara fisik, dia belum bisa tengkurap sendiri. Miring-miringin badannya aja jarang :). Padahal waktu baru 1 bulan, beberapa kali dia terbangun kaget, karena dari posisi 3/4 tengkurap dia telentang.

Tapi hari ini waktu sedang jalan-jalan sore, Chloe happy sekali karena mainan yang dipasang di stroller, yang selama ini diamatinya dengan penuh minat, sudah mulai bisa dia pegang. Dia juga punya hobby baru, ketuk-ketukin tangannya di dada Mama, sambil mengamati dengan serius.

Pipinya agak sedikit menyusut, karena beberapa hari lalu dia pilek - ketularan Joel. Kasian deh kalo liat bayi sakit :(

*foto nyusul yah*

Joel Aneh-Aneh

Monday, September 1st, 2008

Yang namanya Joel sekarang sering nyeletuk dan kasih komen yang bikin Papa Mamanya terpingkal-pingkal.

batman-koko

Dua hari lalu dia menunjukkan mainan double punching Batman (hadiah dari Koko Krunch/Honey Star) dan kasih tau, “Ma, ini Batmannya pake bra.”
Me: “What?!”

Hari ini pas lagi dibacain bedtime stories sama Papa, dia menginformasikan, “Pa, kalau baca buku ini ga boleh sampe habis.”
Papa: “Lho, kenapa?”
Joel: “Ini ada tulisannya. Jangan sampe kehabisan.”
Papa dan Mamanya ngakak ampe sakit perut.

Oh, son.. Kamu benar-benar jadi penghiburan buat Papa & Mama.

My Kids and Their Bath Time

Monday, August 11th, 2008

joel-andukanchloe-mandi

My kids.. aren’t they cute? Hehehe.

Terpaut 4 tahun, tapi sama-sama punya handuk gambar Piyo-piyo. Habis mamanya suka Piyo-piyo sih.

O ya.. Joel lebih ga suka mandi ketimbang baby Chloe. Cewe kali ya… lebih suka bersih. )

My Precious Kids

Wednesday, July 23rd, 2008

chloesenyum

Hai, lihat senyum manis Chloe yang selalu membuat orang di dekatnya ikut tersenyum.

Lihat juga, betapa akrabnya kakak-adik ini… Joel lagi hobi baca, semua orang dia bacakan buku. Papanya sampai ketiduran karena dibacakan buku, mungkin hanya Chloe yang dengan suka rela dan suka cita mau dibacakan buku sama Joel (maklum bacanya masih lamaaa).

joelbacabuku

Adjusment

Tuesday, July 22nd, 2008

Begitulah… Anggota keluarga baru membuat perubahan total dalam keluarga.

Sekarang jadwal bangun pagi saya rada kacau. Bisa bangun jam 2, jam 3, jam 4.. yang kemudian diteruskan lagi tidurnya ampe jam 8. Setelah itu baru kehidupan hari itu berjalan.

Menyelaraskan jadwal semua orang butuh kesabaran dan penyesuaian terus menerus. Namun, rewardnya adalah saya makin terampil, saya makin ahli menjadi ‘ibu’. Juga makin sabar, khususnya terhadap Joel, my firstborn son.

Waktu hamil anak ke-2, sempat terpikir, ‘Will I love the baby?’ karena saya dan Joel sangaaat dekat. Sempet kuatir apakah saya bisa membagi kasih saya yang sedemikan besar untuk Joel itu dengan adiknya.

Namun, begitu baby Chloe lahir, dengan begitu alaminya saya menyayangi dia. Dengan tingkat kerelaan yang lebih tinggi dibanding waktu merawat baby Joel dulu, saya mengurus semua keperluan si bayi: wet diaper, soiled diaper, feeding, baby playtime, etc. Yang paling nyata ya soal ASI itu… sekarang saya dah dengan rela menyusui dia walau baru satu setengah jam lalu dia menyusu. Dulu saya pernah kesel waktu baby Joel kok seperti ga ada kenyang2nya… Dulu saya ‘marah’ karena merasa bayi menuntut waktu dan diri saya terlalu banyak. Sekarang tidak lagi.

Joel pun belajar menyayangi adik. Saya bersyukur, tidak ada kecemburuan serius selama ini. Awalnya sangat sulit melihat penderitaan di matanya, karena harus berbagi mama. Saya sempet nangis di awal2 karena bingung. Sempat juga marahin dia karena ‘bertingkah’. Semua dah berlalu, saya kini tahu pasti Joel sayang sama Chloe.

Pampi juga belajar punya anak bayi lagi. Anak perempuan lagi. Berkali-kali saya mengingatkan untuk lebih lembut, soalnya memperlakukan anaknya kok maskulin sekali gerakannya… hehehehe.

Dua hari ini saya mulai berbahagia. Chloe yang dah mau dua bulan usiaya, dah mulai jelas jadwalnya. Dan syukurlah, dia tidak (belum) pernah terbalik jadwal siang-malamnya. Kerewelannya hanya terjadi pada siang hari, malam dia tidur pulas. Jam 9 malam dia dah tidur, bangun lagi sekitar jam 2 atau 3 pagi, setelah disusuin dia akan tidur lagi sampai jam 7.

Dedek Joel Matic

Wednesday, July 9th, 2008

Joel sayang sama adiknya (syukurlah). Dulu waktu masih di perut Mama, sehari bisa puluhan kali Joel kiss dedeknya. Sekarang, setelah dia cukup berhasil menangani kecemburuannya, dia ga pernah absen kiss adiknya, di jidat, di pipi, di bibir, di tangan, di kaki. Joel suka gemes sama kaki Chloe yang kecil.

Nah, ada kisah lucu. Kemarin Joel dan Chloe dititipin ke Tanjung Duren, karena Mama harus kontrol 40 hari ke dokter kandungan. Kebetulan Opa Oma lagi datang dari Bangka.

Seperti biasa, Joel langsung menuju ke rak buku yang berisi koleksi lawas Autobild Papa (dulu kita tinggal di sini). Baca-baca sebentar, dia tanya Oma, “Manual itu apa sih? Matic itu apa?” Kemungkinan dia baca di halaman harga-harga mobil di majalah otomotif itu.

Oma: “Manual itu ada giginya, matic enggak.”
Joel: (mikir bentar) “Joel manual, dedek matic.”
Oma: (mikir bentar juga.. akhirnya nyambung juga)

Hahahaha. Joel.. Joel.. ada-ada saja.

On The Way to ASI-X

Monday, June 30th, 2008

Sudah sebulan berlalu dan dengan bangga saya umumkan saya berhasil bertahan untuk tetap memberi Chloe ASI dan ASI saja (sempat kecolongan juga sih). Omigod :D. Ini adalah perjuangan :p

Ini dua teori dan kenyataan yang semoga bisa memberi pandangan tentang ASI-X (X=exclusive).

Teori: Memberi ASI mudah
Fakta: Memang mudah, tinggal menyibak baju. Tapi… tidak mudah untuk selalu ada bagi mulut kecil yang lapar itu- mengingat saya adalah ibu yang berada di rumah (Stay at Home Mom). Kadang saya ingin istirahat, ingin browsing, ingin blogging, ingin main ke mall, ingin main sama kakaknya, ingin makan, ingin ke salon, ingin punya waktu buat diri sendiri…. Belum lagi menghadapi kerepotan menyusui di tempat umum. Untuk mengatasi ini, carilah pakaian dan perlengkapan yang menunjang.

Dalam kasus saya, pemberian ASI-X membuat waktu saya untuk Joel berkurang. Kadang Joel protes, “Kok lama?” Ya, karena Chloe jenis yang menyusu sangat lama, bisa sejam lebih.

T: Tidak mungkin ASI kurang
F: Ada kalanya bayi bertingkah seperti tidak pernah cukup. Ada kalanya bayi selalu ingin menyusu, selalu lapar. Dengan sedikit membaca, kita jadi tahu bahwa ada yang disebut dengan growth spurt - lonjakan pertumbuhan. Yang terjadi adalah bayi memastikan persediaan susu akan cukup baginya, karena dia akan bertumbuh pesat dalam hari-hari ke depan. Bagaimana caranya? Ya menyusu lebih banyak, karena hukum ASI sama dengan hukum dagang: supply on demand: banyaknya persediaan ditentukan oleh banyaknya permintaan.

T: ASI murah
F: Ini betul sekali, dalam artian tidak butuh uang banyak. Cuma, saya sering bingung dengan ketersediaan pangan, maklum, yang bertanggungjawab menyediakan makanan untuk seisi rumah adalah saya. Kalau untuk ke pasar dan masak saja saya belum bisa curi waktu.. rasanya susaaah. Kompensasinya saya minum susu yang buanyak. Lalu pesan katering untuk sementara.

Hari-hari pertama adalah hari-hari tersulit. Lecet-lecet sering terjadi pada masa ini, karena perlekatan yang belum baik, dan karena ‘alat’ menyusuinya belum berhasil beradaptasi. Belum lagi hormon pasca melahirkan yang mendera. Sulit. Sekarang saya mengerti mengapa banyak ibu yang menyerah untuk menyusui. Jika kita menyerah di titik ini, maka otomatis persediaan ASI kita pun menipis. Inilah yang sering dijadikan alasan: ASI tidak cukup.

Saya mau membuat pengakuan, sempat berpikir lebih baik si bayi diberi sufor saja, karena sufor bisa diberikan oleh orang lain sehingga saya bisa lebih bebas ngapa-ngapain. Tapi sufor jelas lebih merepotkan dalam penyiapannya, sehingga kalau mau bebas, harus hire orang. Pengeluaran jadi ganda: sufor itu sendiri + gaji asisten

Walau begitu… pikiran ini tidak saya biarkan untuk dibuahi. Saya hanya perlu mengingatkan diri, jika saya mampu, saya harus terus berusaha, karena demikianlah desain Tuhan. Manusia = makhluk menyusui dan mungkin manusia pula satu2nya mamalia yang mengijinkan keturunannya disusui oleh makhluk lain :)

Mzm. 8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Mat. 21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”