Fri, 12 Mar 2010; 06:36:14 PM

Archive for the ‘as a mom’ Category

Acicu

Saturday, January 30th, 2010

Kadang-kadang saya bertanya pada Chloe, Tuhan Yesus ada di mana, dia akan menaruh tangannya di dada dan berkata: aci (hati).

Namun, sudah beberapa waktu ini dia akan menjawab: acicu. Cukup lama saya baru ngeh maksud dia adalah: hatiku. Dari mana dia denger kata ini, ya? Kemungkinan dari beberapa lagu yang sering kami nyanyikan bersama, seperti lagu Bulan Sabit di Awan — betapa senang hatiku rasanya menjadi nahkoda di sana — atau lagu Balonku — meletus balon hijau DOR hatiku sangat kacau. (more…)

Jejak Tangan Misterius

Saturday, January 2nd, 2010

jejaktangan

Suatu pagi yang nyaman di awal tahun 2010.. Aaahhh indahnyaaa… Namun tiba-tiba mataku tertumbuk pada benda putih berserbuk di atas sofa. Sebuah jejak tangan misterius. Wah! Ada pencuri?!!!

Mencurigakan sekali..  Maka, dengan mengendap-endap Mama berusaha menangkap basah si pencuri. Tidak perlu bersusah-susah ternyata.. hanya sekitar 3 meter dari sofa, pemilik jejak tangan misterius sedang asik dengan ulah badungnya. Ini dia, mahkluk terkecil di rumah yang sedang berenang di atas selapis tepung maizena yang ‘dicurinya’ dari kulkas Mama saat Mama membiarkan pintu (kulkas)nya terbuka sejenak.

tersangka

Ini dia orangnya! Sayangnya dia terlalu lucu untuk dimarahi :D hohohohohoho.

chloe-badung

Cerdas Sebelum Berobat

Wednesday, December 2nd, 2009

Sering sekali konsumen jasa kesehatan tidak memperlengkapi diri dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan, sehingga disuruh apa saja oleh dokter pasti akan dituruti.

Saya & suami sudah cukup ‘celik’ matanya untuk tidak membiarkan diri kami & anak-anak didikte oleh para dokter, sebaik apa pun orangnya.

Ketidaktahuan pasien ini sangat menggoda. Bahkan, dokter Handrawan Nadesul pernah menulis di Kompas, godaan ini sangat besar buat para dokter. Bayangkan komisi yang mereka terima dari produsen obat atas tiap resep yang mereka keluarkan, belum lagi dari rumahsakit atas rujukan penggunaan fasilitas. Tentu masih banyak dokter yang punya hati nurani, temukanlah dia.

Beberapa waktu lalu Chloe sedikit batuk, jelas sekali terdengar pernapasannya terganggu oleh dahak, susah sekali dia tidur dengan nyaman. Mucopect adalah andalan saya untuk kondisi seperti ini. Namun bagaimana dengan dosisnya? Tentu saya tidak boleh sembarangan dong?

Nah, inilah gunanya website satu ini. Di situ ada keterangan lengkap tentang komposisi obat, dosis, efek samping sampai harga yang ditawarkan oleh mereka.

Perlengkapi diri dengan pengetahuan seperti ini, karena untuk hal ini kita tidak perlu harus pergi ke dokter dan menghabiskan ratusan ribu di situ. Dengan bekal pengalaman bersama Joel (5 tahun), saya kira-kira sudah bisa meraba obat-obat yang diresepkan dokter untuk penyakit khas anak-anak.

Dokter anak kesayangan kami :p dokter Eric F. Kan dari RS Siloam Karawaci termasuk yang tidak pelit berbagi ilmu. Untuk demam, dia ajarkan saya mengkombinasikan penurun panas seperti Proris, Tempra untuk demam sedang, dan Bufect untuk demam di atas 39. “Main-main saja di situ,” katanya dengan logat Menado.

Seorang dokter anak lagi bernama Weny Tjiali (beliau ini pria lho) juga tidak pelit saat memberi kuliah singkat tentang mengenali problem mata merah. Dengan menggambar di sebuah kertas dia memberita tahu saya, “Jika merahnya terjadi pada pinggir mata, berarti tidak perlu kuatir. Namun jika terjadinya pada kornea, itu perlu kuatir.”

Intinya, jadilah konsumen cerdas untuk produk apa saja.

She is 17 months

Saturday, October 31st, 2009

chloe-hapeOoohh… she is 17 months now. Sweet and pleasant she is.

It was a doubt when I have her in my womb. I did not know if I can share my heart to one more person.

But, it doesn’t require a lot efforts to love her. You don’t even have to try. You will fall in love for her instantly.

This little gal has it. Her personality, her cheerful smile, she is blooming just as her name: Chloe.

In her 17 months, she has mastered stair climbing skill — she can go down by the stairs without help; first time it was a horror for me–, able to communicate in human language :) her most favorite word is: MAWUUU… (want).

She is also able to do simple order, like: “Chloe, get your pants.” She will rush to her room, pull out a pants from the drawer, push the drawer back and bring the pants to me.

And, she will tell you whenever she thinks its time to poo-poo, “Pook!” Unfortunately, she still can not tell me when she feels like to pee. :)

She loves books. Aaaahhh, she will get you read for her over and over. She never gets enough with the books. Her brother Joel can read at 3yo 6mo. It’s quite early. But, I’m pretty sure Chloe will get her literacy earlier. Recently, I found that she recognize the number 4. “Empak,” or empat means four. This number means nothing for her, for sure. FYI, we don’t teach her to read nor adopt any teach-your-baby-to-read methods. All we do is read to her. Anything, anywhere. Sometimes, she will read the book herself — pretended to read actually — and babbling out some cute words. My sister said that her babbling sounds like Thai. Hahha.

Happy 17mo, Dek.

Bu, Inilah yang Dilakukan Oleh Asistenmu Ketika Kau Tak Ada

Friday, July 24th, 2009

Sore itu aku mengajak kedua anakku bermain di taman area belakang perumahan kami. Biarlah mereka bermain dengan rumput dan pohon hari ini.

Dalam perjalanan kulihat anak-anak balita bermain di luar rumah didampingi para pengasuh, mungkin pembantu mungkin nanny (babysitter). Hampir semua dari para pengasuh ini begitu asik bicara dengan benda yang menempel di telinganya, handphone. Atau, sibuk memencet-mencet keypad dengan cekatan.

Tiba di taman, anak-anakku segera turun ke rumput dan bermain dengan daun-daun kering, memunguti bunga-bunga jingga yang jatuh ke tanah. Anak laki-lakiku menjadikan daun berjari sebagai kipas, anak perempuanku yang sampai empat belas bulan lalu masih berada di perutku, berjalan terlompat kegirangan di atas tanah berumput. Tak lama bergabung dua anak perempuan bersama kami, langsung main bersama. Sungguh hari yang indah.

Lalu, seorang perempuan yang kutahu pasti adalah pembantu tetanggaku dengan sepuhan rambut pirang lantas datang mendekat, tentu dengan handphone di tangan. Mengambil posisi ngedeprok sembarangan, dia bicara dengan suara keras, “Ayang, kenapa Ayang putusin Saroh*?!!!” *nama disamarkan*

Suasana bak reality show Termehek-mehek menyirnakan keindahan soreku. Entah apa yang dikatakan si Ayang di ujung sana, Saroh tampak mulai histeris, “Ayang ga bisa gitu dong. Waktu itu Saroh ga punya pulsa. Jangan gituin Saroh, dong, bla bla bla…”

Aku meringis. Beginilah potret kehidupan pembantu rumah tangga masa kini. Jika tidak nonton sinetron, atau reality show tak mendidik, mereka sibuk dengan telepon genggamnya. Mereka berhaha-hihi, dengan temannya, dengan pacarnya, sementara anak yang dipercayakan oleh majikan untuk mereka asuh kadang diabaikan.

Di perumahanku kehadiran mereka sangat terasa. Mereka ada di mana-di mana. Di taman main kompleks, di pinggir kolam renang, mereka begitu mendominasi. Mereka tertawa terbahak-bahak, bergosip, memaki, bersumpah serapah, bergenit-genit dengan tukang bangunan, duduk dengan pose seenaknya, menelepon tiada henti, mata terpaku pada layar sms.

Entah apa yang mereka bisa berikan untuk mengisi jiwa manusia-manusia kecil yang ada di dekat mereka. Secara fisik mereka hadir lebih lama ketimbang orangtua anak-anak itu, yang berarti lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dari si mbak yang tidak merasa perlu memberikan contoh yang layak untuk anak majikannya.

Aku, tidak akan sanggup mempercayakan anak-anakku di bawah asuhan orang-orang seperti ini. Tak rela rasanya jika anak-anakku terus-terusan mendengar kata-kata yang tak layak didengar dan lalu mengganggap itu sebagai hal yang biasa.

Aku sungguh prihatin. Memikirkan masa depan bangsa ini.

Now is The End of Our 2009 Birthdays Series

Friday, July 10th, 2009

Fiuh. Selesai sudah rangkaian ultah keluarga kami.

30 April. Ultah ke-5 Joel kami rayakan bersama dua sahabat kecil Joel (Clay & Evan Lea) dengan acara makan mie dan potong kue. Kuenya saya pesan dari seorang pembuat kue di Tangerang.

28 Mei. Giliran Chloe yang untuk pertama kali dalam hidupnya berulang tahun. Gadis kecil kami ini dihadiahi tumpeng dari Mama. Membuat tumpeng ini juga sudah menjadi pengalaman yang cukup bikin stres saya, maklum ini juga yang pertama. Saya hanya merasa ini ultah pertama, harusnya ada yang spesial, ya itu lah.. tumpeng nasi kuning yang dibuat dalam ukuran kecil dan dibagikan ke beberapa tetangga.

Ah ya, dengan berusia satu tahun ini, berarti Chloe juga sudah menyelesaikan satu tahun ASI bersama Mama, dan akan lanjut sampai tahun ke-2. Jadi, gelar Chloe saat ini adalah: S.ASIx, M.ASI :) hihihihi. Fotonya menyusul ya, belum sempat utak-atik lagi (males tepatnya).

8 Juni. Papa ultah ke-33. Saya merasa tak sanggup berpikir sehingga hanya bisa mempersembahkan sup kepiting asparagus agar ada yang spesial hari itu.

14 Juni. Hari jadi pernikahan ke-6. Waaah.. sudah enam tahun ya. Rasanya belum selama itu deh. :) Kami lewatkan hari ini dengan mendatangkan khusus seorang babysitter dari Tanjung Duren, sehingga kami bisa menikmati saat berduaan saja. Makan malam di Frankfurter di Downtown-nya Mall Serpong (asik lho, harus diulangi lagi nih nongkrong di sini), ditutup dengan acara nonton Star Trek di mal yang sama.

30 Juni. Saya kebagian jatah terakhir. Ultah ke-33 juga dan rasanya sudah tuaaaa banget. Karena ini adalah penutup, kami pergi berempat untuk makan malam di tempat yang agak spesial bagi budget kami. Kami pergi ke restoran Jepang Hokkaido di Aryaduta Karawaci. Makanannya enak, tapi premium sekali harganya. O ya, suasana di Aryaduta sini juga menyenangkan di malam hari.

Ma, Kok Belum Pulang?

Saturday, June 20th, 2009

Untuk ketiga kalinya Joel menanyakan pertanyaan yang sama. Kok belum pulang. Mpphhhfff…

No, no. Not like you think.

Dia bukan sedang kangen sama saya. Dia justru sedang mengusir saya. Karena saya belum juga ‘rela’ meninggalkan dia di bawah pengawasan auntie-nya di Tanjung Duren. Joel akan menginap dua malam.

Oh, anak laki-lakiku sudah besar ya. :( Kok cepat sekali, sih? Setahun lalu dia masih menempel ketat dengan saya. Setahun lalu dia masih ketergantungan tingkat tinggi pada Mamanya.

Hehehe.. Kita lihat saja apakah dia sama sekali tidak merasa kehilangan Papa, Mama dan Dedeknya beberapa hari ini.

Setelah Chloe Bergigi

Friday, May 22nd, 2009

chloe-sibuk

Setelah gigi pertamanya keluar setengah, gigi berikutnya tumbuh menyusul hanya dalam beberapa hari. Semuanya di atas.

Sekarang gigi bawahnya mulai menampakkan diri. Jadi, tiga gigi tumbuh dalam waktu tiga minggu saja. Mengalami percepatan nampaknya.

Setelah gigi pertama, Chloe juga mulai pede untuk berjalan tanpa dituntun. Dia sudah bisa jalan sendiri sekarang, dan sering sekali menepis bantuan yang ditawarkan. Hm… gaya ya…

Chloe juga sudah mulai bisa bicara. Papa, Mama, Cacak (begitu dia memanggil kakak Joel). Nyenyen kalo minta disusui, mam kalo lapar. Tak ketinggalan Naaak… itulah cara dia mengapresiasi makanan. Wah, dia doyan makan banget sekarang. Terlambat sedikit saja menyuapinya, dia akan marah besar. Ikan adalah makanan kesukaannya. Sayur-sayuran juga tidak pernah ditolak olehnya. She’s an easy baby, really.

Chloe juga bisa menjawab jika ditanya, “Papa ke mana? Keeeer…?” “JAA!” jawab si gadis kecil.

Sekarang dia sedang terobsesi dengan peralatan sapu & pel. Tidak bisa lihat ada sapu nganggur, pasti langsung disambar. Tangannya juga suka iseng mengobok-obok air pel. Duh, bayi…

Menyenangkan sekali tinggal di rumah dan menikmati anak-anak yang telah Tuhan anugerahkan.

Ketika Mama Kehabisan Ide Masak

Sunday, May 17th, 2009

Jujur.. kadang (sering malah).. si Mama ini kehabisan ide masak apa hari ini. Apalagi ada dua anak dengan jenis makanan yang berbeda yang harus disiapkan makanannya. Yang satu lima tahun, yang satu masih bayi.

Untunglah si bayi sudah hampir berumur setahun dan sudah mulai saya perkenalkan dengan makanan keluarga. Kadang-kadang dia juga makan nasi yang sama dengan kami.. tidak ada masalah.

Hari ini, saya benar-benar bingung mau masak apa. Memang saya biasanya membuat rancangan menu seminggu. Menunya 99% adalah indonesian/chinese-style. Tetapi tukang sayur langganan hari ini kehabisan kangkung dan bayam.

Akhirnya, daripada bingung, saya ngawur saja. Dan, karena waktu mepet, makanannya tidak bisa indonesian style yang banyak bumbu itu. Masakan ala barat sering menjadi penyelamat makan siang kami dan biasanya Joel suka, dan biasanya kompatibel dengan bayi. :)

Jadilah, saya memasak makaroni kentang seledri keju yang dimasak dengan tumisan bawang bombay & bawang putih & daging ayam. Sangat simpel.

Begini resepnya:
MAKARONI
- elbow macaroni
- keju cheddar cepat leleh – dicacah kasar

Cara:
rebus makaroni sampai mencapai kekenyalan al dente. angkat. beri keju, aduk2 sebentar.

KENTANG
- kentang ukuran sedang 2 buah, potong memanjang – rebus 3/4 matang.
- 1/2 bagian dada ayam filet, iris tipis2
- 1/4 bawang bombay
- 1 siung bawang putih iris tipis2 sekali
- 1 sdm terigu iris tipis dan cincang
- susu cair sedikit
- seledri cincang
- mentega & minyak canola (kalo ada minyak zaitun lebih uenak)
- garam & merica

Cara:
Panaskan minyak & mentega.
Tumis bawang bombay & bawang putih sampai harum. Masukkan daging ayam. Jika ayam sudah kuning, beri terigu, aduk cepat.
Masukkan susu. Beri garam & merica. Masukkan seledri, disusul dengan kentang. Angkat.

Hidangkan dengan makaroni keju.

Joel suka sekali makan masakan model begini. Tidak sampai 10 menit untuk menghabiskannya. Mungkin karena rasanya yang simpel itu ya.

Saya jadi pengen belajar ilmu masak Barat yang simpel2, khususnya makan siang yang gampang. Supaya Joel tidak protes lagi karena disambi temenin belajarnya :) .

Joel in Action

Tuesday, April 14th, 2009

joel-inactionTerwujud juga keinginan Joel untuk ke Taman Safari di libur Paskah kemaren.

Sebenarnya ini adalah yang kedua buat Joel, sayangnya waktu yang pertama, kalo ga salah umur 2 tahun gitu, Joel lebih sibuk mengagumi mobil2 di depan dan di belakang.

Kali ini dia sudah lebih tertarik dengan binatang-binatang menakjubkan ini. Buku “Magnificent Mammal” cukup membuatnya lebih berpengetahuan tentang animal lifespan ketimbang Papa Mamanya. Jadi sekali-kali kami mendapat kuliah darinya, “Harimau itu beratnya 50kg lho… Umurnya sampe berapa, tau ga?” Begitulah sepanjang perjalanan di Taman Safari.

Tapi, yang namanya Joel ya, tetap aja perhatiannya seringkali terdistraksi oleh penampakan mobil-mobil yang berjalan lambat di depan belakang, kanan kiri.

Jadi dia masih tetap asyik berseru, “Wah! Fortuner D-4D!” atau “Itu coupé, lho!”

Untunglah… waktu ditanya yang paling berkesan apa, jawabannya adalah memberi makan zebra.

PS:
Puas main di Baby Zoo, kereta gantung, liat gajah, makan Pop Mie, Joel, Papa Mama & Chloe makan siang yang sangat telat di Raffles Cibogo. Pulangnya mampir ke Botani Square, Bogor. Hihihi.. jauh-jauh ke mal juga dan sempet-sempetnya beli buku di Gramedia dan ngopi di Starbuck. Hehehehe. Heran.

Related Posts with Thumbnails

about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe