<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Blog</title>
	<atom:link href="http://www.chosenlight.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.chosenlight.com/blog</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 17:48:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Me &#038; My Old School Times: Kindergarten</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/me-my-old-school-times-kindergarten/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/me-my-old-school-times-kindergarten/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 17:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a unique person]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/me-my-old-school-times-kindergarten/</guid>
		<description><![CDATA[Gee&#8230; film Laskar Pelangi benar-benar membawa saya bernostalgia ke masa sekolah. Dan, kini rasanya ingin mengenang lagi masa-masa itu.
Tidak banyak yang bisa saya ingat dari kelas nol kecil/TK-A saya. Yang paling saya ingat adalah seragam khas anak TK (rok overall/1 piece) lucu berwarna kuning. Tiap hari saya diantar oleh salah satu dari ortu ke Tangsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gee&#8230; film Laskar Pelangi benar-benar membawa saya bernostalgia ke masa sekolah. Dan, kini rasanya ingin mengenang lagi masa-masa itu.</p>
<p>Tidak banyak yang bisa saya ingat dari kelas nol kecil/TK-A saya. Yang paling saya ingat adalah seragam khas anak TK (rok overall/1 piece) lucu berwarna kuning. Tiap hari saya diantar oleh salah satu dari ortu ke Tangsi (sebutan untuk kantor polisi). Kenapa? Ya, karena sekolah saya bernama TK Bhayangkara, yang diselenggarakan oleh (kemungkinan) para istri polisi ini.</p>
<p>O ya.. waktu TK-A inilah saya pertama kali punya adik. Rumah kami sangat dekat dengan Tangsi ini. Kemungkinan saya ke sekolahnya jalan kaki waktu itu.</p>
<p>Nol besar/TK-B lebih saya ingat. Sekarang saya sudah berumur lima tahun. Ortu menyekolahkan saya di sebuah sekolah katolik bereputasi terpuji di kota kecamatan Belinyu. Namanya TK St. Agnes. Kalo gurunya kali ini saya inget banget.. siapa lagi kalau bukan Ibu Ajung - duh nama indonesianya sapa ya, Bu.. lupa nih.</p>
<p>Roknya kali ini warna merah. Seingat saya, saya masuk kelas siang. Saya ingat sekali mengunting dan menempel dari sebuah buku ukuran kecil yang membuka secara horizontal. Lemnya dari kanji yang diletakkan di atas karton tebal. Bu Guru juga sering memberi hadiah kerajinan tangan (ga tau namanya apa nih) berbentuk lampion, kipas tangan, buat anak-anak yang berprestasi. Benda-benda ini says temukan di restoran Sagoo, Mal Serpong, yang banyak menjual benda-benda jadoel.</p>
<p>Saya juga ingat main perosotan dan main jungkat-jungkit - itu lho seesaw. Rata-rata teman TK-B saya ini menjadi schoolmate sampai lulus SD. Maklum TK, SD dan SMP-nya berada dalam satu kompleks karena dinaungi oleh satu yayasan.</p>
<p>Butuh kesabaran tinggi untuk jadi seorang guru TK. Murid ngompol sudah jadi makanan sehari-hari. Tidak seperti sekarang, di TK-TK biasanya ada staf khusus (nanny) yang ngurusin beginian. Saya juga ingat ada teman saya yang sering pup di celana.. siapa ya orangnya.. hehehe&#8230; pasti kenangan buruk buat dia saat ini.</p>
<p>Mayoritas murid adalah penutur bahasa khek (hakka) bangka, karena itu Ibu Ajung kerap menggunakan bahasa ini untuk berkomunikasi dengan kami. Ibu Ajung adalah guru yang tegas, dia tidak segan memarahi murid-murid yang dia anggap nakal. Hehehe. </p>
<p>My mom said, saya tidak pernah nangis ditinggal sendiri. Saya ingat saya duduk di boncengan sepeda, kaki saya diikat dengan saputangan supaya tidak masuk ke jeruji sepeda. Rumah kami waktu itu masih di dekat bioskop Belia - sekarang dah jadi tempat biliar.</p>
<p>Hmm.. tidak berasa sudah dua puluh delapan tahun lalu, ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/me-my-old-school-times-kindergarten/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belanja di Hipermarket Tanpa Bawa Asisten</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/belanja-di-hipermarket-tanpa-bawa-asisten/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/belanja-di-hipermarket-tanpa-bawa-asisten/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 15:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a mom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/belanja-di-hipermarket-tanpa-bawa-asisten/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal 2007 saya sudah terbiasa belanja berdua saja dengan Joel yang waktu itu berumur 2 tahun jalan 3 tahun.
Repot? Tentu.. Apalagi jika dia sudah mulai lari ke sana-sini. Pontang-pantinglah saya harus mengejarnya, kalau hilang di tempat seperti ini kan bisa berabe.
Maka. Saya punya pekerjaan besar untuk melatihnya agar tidak berada lebih dari radius 1m [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak awal 2007 saya sudah terbiasa belanja berdua saja dengan Joel yang waktu itu berumur 2 tahun jalan 3 tahun.</p>
<p>Repot? Tentu.. Apalagi jika dia sudah mulai lari ke sana-sini. Pontang-pantinglah saya harus mengejarnya, kalau hilang di tempat seperti ini kan bisa berabe.</p>
<p>Maka. Saya punya pekerjaan besar untuk melatihnya agar tidak berada lebih dari radius 1m dari saya :D. Sukses? Lumayan.</p>
<p>Akhirnya, saya jadi sangat terbiasa berbelanja bersama anak dengan segala kesetresannya. Biasanya habis mengantar Pampi, kami mampir ke hipermarket di sebelah kantornya. Di sana kami bisa melewatkan waktu berjam-jam, maklum dapat parkir gratis, fasilitas dari kantor Pampi.</p>
<p>Nah. Sekarang anak saya sudah dua, yang satu masih bayi. Saya jadi sering merindukan lagi kegiatan strolling over the aisles in the hypermarket.</p>
<p>Kalau mau tunggu Pampi, harus weekend, dan biasanya belanja sama kaum pria khususnya yang sejenis dengan Pampi ini kurang fun, karena mereka sangat target-oriented di sini. Sedangkan saya tergolong pada kaum yang bisa melepaskan kejenuhan di hipermarket. Hipermarket adalah salah satu tempat rekreasi saya. Kadang saya bisa tidak beli apa-apa di sini.</p>
<p>Lalu, hari ini saya putuskan untuk mengklaim kembali hak saya atas penggunaan mobil satu-satunya kami ini. Berangkat berempat dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, kami berangkat ke Menara Asia Lippo Karawaci.</p>
<p>Chloe saya gendong, karena saya berencana menggunakan baby-trolley. Untung ada&#8230; sayangnya susah banget ngambilnya. Saya harus bermanuver dengan satu tangan, tidak ada satu pun petugas yang berinisiatif menolong si ibu ini.</p>
<p>Chloe baring di tempatnya, Joel masuk ke dalam troli. Kami bertiga pun belanja. Si bayi sama sekali tidak rewel, dia bahkan tidur pulas, yang mana hal ini hampir tidak pernah terjadi pada baby Joel, yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru di luar rumahnya.</p>
<p>Selesai belanja, saya ditahan oleh dua orang petugas security. They wanted the trolley back. Saya bilang, bolehkah saya pinjam trolinya sampai di tempat parkir? Mobil saya parkir sangat dekat dengan pintu. Mereka bilang tidak boleh. Peraturan adalah peraturan.</p>
<p>They suggested me to carry the baby Chloe with one hand, while the other hand to push the trolley and Joel be seated in the trolley. Have they lost their mind? Si security#1 (sambil menarik troli bayi) tanya, bagaimana cara saya masuk tadi. Saya bilang, tadi saya kan ga bawa belanjaan. Saya sudah mulai kesal dan mulai merencanakan untuk <del>mogok <del>makan</del></del> demo <del>masak</del> kecil dan berdiri di sana terus sampai mereka carikan saya solusi.</p>
<p>Kemudian security#2 punya ide dan memanggil trolley boy. Troli boi bantuin saya mendorong troli biasa (troli bayi udah diambil dengan secepat kilat), dan bantuin saya masukin barang ke dalam mobil. Si troli boi usil ini sempat nanya, &#8220;Suaminya mana, Bu.&#8221; Saya jawab dengan sedikit banyak pedas, &#8220;Kerja.&#8221; Hei.. ini kan hari kerja dan jam kerja. Tapi, pastinya, saya berikan sedikit tip untuk kebaikan si troli boi.</p>
<p>Kesimpulan: hipermarket2 di sini memang tidak ramah anak.</p>
<p>Pertama, troli bayinya pun sebenarnya tidak akan lolos standar kelayakan untuk keamanan seorang bayi. Tempat berbaring bayinya tidak dilengkapi dengan safety belt, kemungkinan dulu pernah ada tapi dah copot.</p>
<p>Kedua, Anda diharapkan untuk belanja dengan membawa asisten (sekretaris/manajer/PRT/nanny/governess/supir/tukang kebun). Jika Anda tidak punya asisten, lebih baik tunggu weekend. Harap diingat kalau pada hari-hari itu, hipermarket2 di Jakarta dan sekitarnya bersituasi seperti kolam cendol, yang lagi2 pasti tidak nyaman buat bayi dan anak kecil.</p>
<p>Jadi.. sebaiknya punya asisten kalau mau belanja di hipermarket.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/10/belanja-di-hipermarket-tanpa-bawa-asisten/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laskar Pelangi The Movie</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/laskar-pelangi-the-movie/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/laskar-pelangi-the-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 08:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a unique person]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/laskar-pelangi-the-movie/</guid>
		<description><![CDATA[Dengan sedikit usaha (cari yang bisa jagain baby Chloe: thx to my sister Meike), akhirnya kesampean juga nonton Laskar Pelangi ini.
Dari awal nonton saya udah siap-siap bakal menyaksikan keindahan sinematografi dan fotografi (bener ga sih istilahnya) ala Riri/Mira. Dan, benar saja&#8230; luar biasa cantiknya film ini. Mata kita dipuaskan oleh suguhan gambar-gambar indah pemandangan pulau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan sedikit usaha (cari yang bisa jagain baby Chloe: thx to my sister Meike), akhirnya kesampean juga nonton Laskar Pelangi ini.</p>
<p>Dari awal nonton saya udah siap-siap bakal menyaksikan keindahan sinematografi dan fotografi (bener ga sih istilahnya) ala Riri/Mira. Dan, benar saja&#8230; luar biasa cantiknya film ini. Mata kita dipuaskan oleh suguhan gambar-gambar indah pemandangan pulau Belitung. Setelah kecewa menonton kualitas (gambar dan cerita) film indonesia lain sebelum yang ini, film ini jadi semacam penawar rindu akan film indonesia yang sejati.</p>
<p>Terasa dekat di hati, menyaksikan langit biru, pantai pasir putih berbatu besar, juga pepohonan yang juga lazim ditemui di tanah kelahiran saya, Bangka. FYI, pulau Bangka tak kalah cantiknya.. sebagai perbandingan coba klik di <a href="http://thepamilih.multiply.com/photos/album/20/Bangka_Holiday" target="_blank">sini</a> .</p>
<p>Juga PN Timah, yang saya kenal dengan sebutan TTB - Tambang Timah Bangka - yang begitu merajai di jaman dulu. Anak-anak karyawan TTB yang terkesan lebih borju dan berkelas dibanding kami penduduk lokal. Bedanya dengan anak-anak Laskar Pelangi, saya lebih beruntung karena punya kesempatan sekolah di sebuah sekolah swasta katolik yang dianggap terbaik di Belinyu pada masa itu.</p>
<p>Juga bunyi sirene meraung-raung (bahasa hakka bangka: fokai hiong), yang menandakan jam masuk karyawan, jam istirahat dan jam pulang. Saya ingat dulu Mama sering menggunakan istilah: &#8220;Sirene dah bunyi tuh&#8221; untuk menyuruh kami pulang dari bermain <img src='http://www.chosenlight.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Back to the movie.. katanya memang jangan bandingin ama buku. Anggaplah ini sebagai sebuah karya seni yang berdiri sendiri. Tapi susah juga, karena ada beberapa bagian yang sulit dimengerti jika kita tidak pernah membaca bukunya. Misal: hilangnya Flo, kisah pencarian Tuk Bayan yang digambarkan dengan seru di buku, dan beberapa bagian lain. Mungkin memang sulit mengemas buku yang padat ini ke dalam sebuah film berdurasi 2 jam-an.</p>
<p>Bukunya sendiri buat saya agak hiperbolis. Soal-soal yang diberikan pada lomba Cerdas Cermatnya terasa terlalu berat untuk anak SD kelas 5. Seingat saya, dulu saya belajar tentang kecepatan, percepatan, antara SMP atau SMA. Padahal saya lebih muda angkatannya dibanding Andrea, atau memang angkatan tua itu lebih berat pelajarannya?</p>
<p>Bagaimana pun&#8230; ini film yang luar biasa indah dan memanjakan mata. Lihatlah betapa cantiknya pulau Belitung (jangan lupa tengok pulau Bangka juga yaaaaaa), bisa saya bilang keindahan pantai Bali jauuh dibanding pantai2 di pulau2 ini. Analisa saya: yang membedakan adalah orang Bali itu nyeni dan bersedia hidup demi idelisme, orang Melayu Bangka/Belitung tidak seperti itu. Orang Bali tahu memberikan servis, sementara Melayu Bangka/Belitung tidak menyukai pekerjaan melayani orang asing (wisatawan). Akhirnya, industri pariwisata Bangka/Belitung akan dikuasai juga oleh pendatang dari pulau lain - sebutlah Jawa.</p>
<p>Duh.. kok jadi melantur&#8230; maklum sedang bernostalgia.</p>
<p>Terimakasih untuk Miles Production untuk filmnya yang cantik, yang mau mengupas kehidupan di pulau-pulau cantik yang jarang diangkat oleh media. Terimakasih karena memberikan kesempatan untuk anak-anak asli Belitung untuk menghidupkan film ini, karena dialek mereka-lah yang membuat film ini menjadi asli.</p>
<p>Good movie. Ada promo buy 1 get 1 free di 21cineplex dari debit Mandiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/laskar-pelangi-the-movie/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Memberikan Bukti</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/belajar-memberikan-bukti/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/belajar-memberikan-bukti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 14:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a unique person]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/belajar-memberikan-bukti/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu Joel menginformasikan kepada kami bahwa ia melihat di kompleks kami ada mobil yang plat (nomor polisi)-nya ada tiga digit huruf di bagian belakang, NFA katanya. Dugaan kami waktu itu dia mengada-ada (yang punya huruf tiga digit di belakang kan sepeda motor?) Atau mungkin dia salah lihat. Tapi dia yakin sekali dia benar.
Beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu Joel menginformasikan kepada kami bahwa ia melihat di kompleks kami ada mobil yang plat (nomor polisi)-nya ada tiga digit huruf di bagian belakang, NFA katanya. Dugaan kami waktu itu dia mengada-ada (yang punya huruf tiga digit di belakang kan sepeda motor?) Atau mungkin dia salah lihat. Tapi dia yakin sekali dia benar.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu waktu jalan-jalan sore, Joel menunjukkan kepada saya.. &#8220;Ma, itu lho. Yang Joel bilang, di belakangnya ada tiga huruf. NFA.&#8221;</p>
<p>Saya hampir tidak percaya. Wah, ternyata nomor registrasi mobil di wilayah Jakarta sudah sampai tiga digit huruf-nya. Wah..wah. Ternyata Joel yang benar ya&#8230; maklum kami (Mamanya terutama) sudah jarang menginjak jalan-jalan Jakarta.</p>
<p>Lalu, saya minta Joel fotokan dengan kamera handphone saya, agar bisa diperlihatkan kepada Papa sebagai bukti atas perkataannya. Dan inilah hasilnya:</p>
<p align="center"><img height="141" alt="tigadigit-plat" src="http://www.chosenlight.com/blog/wp-content/uploads/2008/09/tigadigit-plat.jpg" width="300" /></p>
<p>Demi privasi si pemilik mobil, tentu harus diedit sedikit. Hayo, ada yang bisa tebak mobil apakah ini? <img src='http://www.chosenlight.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/belajar-memberikan-bukti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Chloe: Dari Lahir Sampai Tiga Bulan</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloe-dari-lahir-sampai-tiga-bulan/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloe-dari-lahir-sampai-tiga-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 17:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a mom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloe-dari-lahir-sampai-tiga-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[
She&#8217;s a real blessing, a gift from God for Papa, Mama, and brother Joel.
Chloe belum pernah bingung antara pagi dan malam. Dia tahu kalau malam harus tidur panjang, dan siang kalau perlu tidak usah tidur dan membuat Mama hanya bisa bersenang-senang di malam hari  
Sekarang tiap menjelang jam 8 malam, dia sudah rewel minta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img height="310" alt="chloe-3mo" hspace="2" src="http://www.chosenlight.com/blog/wp-content/uploads/2008/09/chloe-3mo.jpg" width="450" vspace="2" /></p>
<p>She&#8217;s a real blessing, a gift from God for Papa, Mama, and brother Joel.</p>
<p>Chloe belum pernah bingung antara pagi dan malam. Dia tahu kalau malam harus tidur panjang, dan siang kalau perlu tidak usah tidur dan membuat Mama hanya bisa bersenang-senang di malam hari <img src='http://www.chosenlight.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang tiap menjelang jam 8 malam, dia sudah rewel minta tidur, dan bangun minta susu hanya satu kali jam 2, sebelum akhirnya tersenyum pada siapa saja yang dia lihat pertama pagi itu.</p>
<p>We love you, little girl. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloe-dari-lahir-sampai-tiga-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blogging tentang Keluarga: Hanya Untuk Suami Melankolis?</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/blogging-tentang-keluarga-hanya-untuk-suami-melankolis/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/blogging-tentang-keluarga-hanya-untuk-suami-melankolis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 15:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a unique person]]></category>

		<category><![CDATA[as a wife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/blogging-tentang-keluarga-hanya-untuk-suami-melankolis/</guid>
		<description><![CDATA[Bisakah judul ini dipertanggungjawabkan kebenarannya?
Sebenarnya saya hanya punya satu contoh resmi, suami saya sendiri, Mr. Dian Pamilih. Check out his blog, and you can hardly find any posting about his family, his kids, his wife, his mom &#38; dad, etc.
Makanya saya sering takjub membaca blog seorang suami tentang kelahiran anaknya, kehamilan istrinya, ultah putranya, perkembangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisakah judul ini dipertanggungjawabkan kebenarannya?</p>
<p>Sebenarnya saya hanya punya satu contoh resmi, suami saya sendiri, Mr. Dian Pamilih. Check out his <a href="http://pampie.chosenlight.com" target="_blank">blog</a>, and you can hardly find any posting about his family, his kids, his wife, his mom &amp; dad, etc.</p>
<p>Makanya saya sering takjub membaca blog seorang suami tentang kelahiran anaknya, kehamilan istrinya, ultah putranya, perkembangan bayinya, dll.</p>
<p>Sebenarnya apa yang membuat seorang pria bisa bercerita kepada publik tentang keluarganya? Sebaliknya, apa yang membuat pria tidak merasa perlu melakukannya? Apakah ini masalah perbedaan prioritas atau hanya masalah perbedaan tipe saja?</p>
<p>Atau.. yang menulis blog tentang keluarganya ini adalah mereka yang memang punya waktu melimpah alias kurang kerjaan? *Just kidding :D*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/blogging-tentang-keluarga-hanya-untuk-suami-melankolis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Chloe&#8217;s Recent Updates</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloes-recent-updates/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloes-recent-updates/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 15:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a mom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloes-recent-updates/</guid>
		<description><![CDATA[Si baby girl udah tiga bulan umurnya. Terakhir timbang seminggu lalu, ukurannya:
BB: 6,1kg
TB: 58cm
LK: 38cm
Konon, dalam pengukuran panjang bayi, hasilnya kurang akurat, karena gerakan bayi bisa mempengaruhi pengukuran.
Nampaknya my baby girl akan jadi bayi yang ramah dan murah senyum nantinya. Dia selalu memberikan senyum selamat pagi buat Mama, suka ngoceh dengan siapa saja, dan suka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Si baby girl udah tiga bulan umurnya. Terakhir timbang seminggu lalu, ukurannya:<br />
BB: 6,1kg<br />
TB: 58cm<br />
LK: 38cm<br />
Konon, dalam pengukuran panjang bayi, hasilnya kurang akurat, karena gerakan bayi bisa mempengaruhi pengukuran.</p>
<p>Nampaknya my baby girl akan jadi bayi yang ramah dan murah senyum nantinya. Dia selalu memberikan senyum selamat pagi buat Mama, suka ngoceh dengan siapa saja, dan suka ikutan nyanyi.</p>
<p>Sementara secara fisik, dia belum bisa tengkurap sendiri. Miring-miringin badannya aja jarang :). Padahal waktu baru 1 bulan, beberapa kali dia terbangun kaget, karena dari posisi 3/4 tengkurap dia telentang.</p>
<p>Tapi hari ini waktu sedang jalan-jalan sore, Chloe happy sekali karena mainan yang dipasang di stroller, yang selama ini diamatinya dengan penuh minat, sudah mulai bisa dia pegang. Dia juga punya hobby baru, ketuk-ketukin tangannya di dada Mama, sambil mengamati dengan serius.</p>
<p>Pipinya agak sedikit menyusut, karena beberapa hari lalu dia pilek - ketularan Joel. Kasian deh kalo liat bayi sakit <img src='http://www.chosenlight.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*foto nyusul yah*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/chloes-recent-updates/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Joel Aneh-Aneh</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/joel-aneh-aneh/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/joel-aneh-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 14:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a mom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/joel-aneh-aneh/</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya Joel sekarang sering nyeletuk dan kasih komen yang bikin Papa Mamanya terpingkal-pingkal.

Dua hari lalu dia menunjukkan mainan double punching Batman (hadiah dari Koko Krunch/Honey Star) dan kasih tau, &#8220;Ma, ini Batmannya pake bra.&#8221;
Me: &#8220;What?!&#8221;
Hari ini pas lagi dibacain bedtime stories sama Papa, dia menginformasikan, &#8220;Pa, kalau baca buku ini ga boleh sampe habis.&#8221;
Papa: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang namanya Joel sekarang sering nyeletuk dan kasih komen yang bikin Papa Mamanya terpingkal-pingkal.</p>
<p><img height="212" alt="batman-koko" src="http://www.chosenlight.com/blog/wp-content/uploads/2008/09/batman-koko.jpg" width="155" align="left" /></p>
<p>Dua hari lalu dia menunjukkan mainan double punching Batman (hadiah dari Koko Krunch/Honey Star) dan kasih tau, &#8220;Ma, ini Batmannya pake bra.&#8221;<br />
Me: &#8220;What?!&#8221;</p>
<p>Hari ini pas lagi dibacain bedtime stories sama Papa, dia menginformasikan, &#8220;Pa, kalau baca buku ini ga boleh sampe habis.&#8221;<br />
Papa: &#8220;Lho, kenapa?&#8221;<br />
Joel: &#8220;Ini ada tulisannya. Jangan sampe kehabisan.&#8221;<br />
Papa dan Mamanya ngakak ampe sakit perut.</p>
<p>Oh, son.. Kamu benar-benar jadi penghiburan buat Papa &amp; Mama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/09/joel-aneh-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ASI Ekslusif Adalah Hak Anak, Lalu Apalagi = Just a Thought.</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/asi-ekslusif-adalah-hak-anak-lalu-apalagi-just-a-thought/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/asi-ekslusif-adalah-hak-anak-lalu-apalagi-just-a-thought/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 16:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a unique person]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/asi-ekslusif-adalah-hak-anak-lalu-apalagi-just-a-thought/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini ASI-X (Asi Ekslusif) terdengar santer. Dan, yang namanya IMD/ELO* mewabah di kalangan seleb dan semakin gencar gaungnya berkat yang namanya infotainment.
*IMD - Inisiasi Menyusu Dini / ELO - Early Latch On
ASI-X adalah memberikan hanya ASI saja kepada bayi sampai 6 bulan pertama dalam hidupnya. Hanya ASI saja berarti ya hanya air susu ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini ASI-X (Asi Ekslusif) terdengar santer. Dan, yang namanya IMD/ELO* mewabah di kalangan seleb dan semakin gencar gaungnya berkat yang namanya infotainment.</p>
<p>*IMD - Inisiasi Menyusu Dini / ELO - Early Latch On</p>
<p>ASI-X adalah memberikan hanya ASI saja kepada bayi sampai 6 bulan pertama dalam hidupnya. Hanya ASI saja berarti ya hanya air susu ibu saja, air putih tidak, apalagi air kanji. <img src='http://www.chosenlight.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ASI-X pun mulai digalakkan. Pekan ASI yang baru lalu pertengahan Agustus kemarin, diramaikan dengan momen-momen kampanye ASI. Ya, ASI jelas yang terbaik untuk kehidupan seorang manusia baru. Tidak diragukan lagi.</p>
<p>Namun, diam-diam saya merasa jengah. Saya menangkap adanya rasa &#8216;lebih&#8217; dari segelintir orang yang karena berhasil melakukan ASI-X jadi cenderung menghakimi ibu yang tidak memberikan ASI pada anaknya. Kadang bahkan cenderung menyerang. Padahal, setiap ibu pasti ingin memberi yang terbaik pada anaknya. Tapi, jika dia memilih untuk tidak memberikan ASI, saya rasa itu adalah pilihannya. Kecuali jika dia sangat ingin memberi tapi tidak tahu bagaimana caranya, itu yang perlu dibantu, dimotivasi. Demikian juga mereka yang karena ketidaktahuannya sehingga banyak dipengaruhi oleh opini orang/media.</p>
<p>Menyusui adalah hal yang sangat alami, sangat natural, desain dari Sang Pencipta. Senatural seekor induk binatang yang berbaring dan membiarkan anak-anaknya berkerumun menyusu pada dirinya. Jadi, rasanya tidak perlu berlebihan bangga jika kita bisa menyusui anak kita. Bukankah memang begitu seharusnya?</p>
<p>Kampanye ASI-X juga menyebut ASI sebagai hak anak. Rasanya sedikit kurang pas, karena saya ingin bertanya bagaimana dengan hak anak untuk menikmati ibunya? Bersediakah para ibu meninggalkan karirnya untuk ini? Bukankah ini hal yang alami juga? Mengasuh anak sendiri?</p>
<p>Apakah hak anak berhenti hanya sampai ASI-X saja? Apakah dia tidak punya hak untuk menikmati ibunya kapan saja, let&#8217;s say sampai 2 tahun - seperti kampanye ASI-X: berikan ASI sampai setidaknya 2 tahun? Bolehkah dia menikmati diasuh oleh ibunya saja? Bukan mbak, bukan baby sitter, bukan oma? Berhakkah si bayi menerima pelukan ibunya setiap kali dia rindu/takut/tidak nyaman sampai&#8230; 2 tahun?</p>
<p>Pasti ada yang tidak setuju. Pasti. Lha, saya sendiri meninggalkan bayi saya untuk kembali bekerja pada waktu usianya 3 bulan, kok. Selain alasan finansial, kan ada kebutuhan si ibu untuk mengaktualisasikan diri? Bagaimana dengan kebutuhan sosialasi, de el el? </p>
<p>Hari-hari ini saya banyak merenung, apa saja sih hak anak (baca: bayi) itu? Bukankah Tuhan menciptakan keluarga itu: suami, istri, dan sebagian diberkati dengan anak. Mengapa cukup banyak kaum saya (ibu) yang dengan kesadaran sendiri menyerahkan kepengasuhan anaknya kepada pihak lain? Mengapa sampai ada buku yang ditulis khusus untuk para ibu bekerja (kantoran) bahwa mereka juga bisa tetap mendidik anaknya walau bekerja (di kantor)? Bukankah mengasuh, mendidik anak memang adalah tanggungjawab orangtua (ibu salah satunya)?</p>
<p>Alasan-alasan meninggalkan kepengasuhan anak pada orang lain:</p>
<p><strong>Finansial<br /></strong>Kebutuhan finansial adalah alasan utama seorang ibu bekerja mencari income, dan meninggalkan bayi (atau anaknya) untuk waktu yang cukup lama.</p>
<p>Namun, sebaiknya dicermati, kebutuhan finansial ini timbul karena gaya hidup konsumerisme atau apa. Saya menemukan cukup banyak keluarga yang memilih hidup hemat dan berusaha tidak terpengaruh dengan kehidupan materialistis. Google dengan keyword: frugal living</p>
<p><strong>Aktualisasi Diri</strong><br />
Saat berada di kantor, ada waktu-waktu tertentu saya &#8216;lupa&#8217; saya ini seorang ibu, yang mempunyai seorang batita yang mungkin sedang berpikir di mana mamanya sekarang.</p>
<p>Bangga rasanya bisa berkiprah di dunia kerja, walau sudah punya anak. Buat apa saya disekolahkan sampai jenjang sarjana, begitu pikir saya.</p>
<p>Saat ini, dua tahun kemudian, saya menganggap bahwa aktualisasi diri saya adalah menjadi ibu, menjadi pendidik, menjadi manager atas keberlangsungan hidup di rumah kami, menjadi tempat bertanya dan mengadu anak-anak.</p>
<p>Tapi saya juga terus mengejar minat saya. Saya sedang keranjingan belajar lebih dalam dari apa yang sedang Joel pelajari. Saya juga berusaha terus menggunakan tools yang saya gunakan waktu bekerja dulu. </p>
<p>Mengembangkan skill (baru atau lama), mengetahui kabar dunia, tetap harus seorang ibu lakukan. Karena jika ibu tidak menyenangi dirinya, tidak puas dengan dirinya, ia akan mengirim pesan yang salah buat suami, buat anak-anaknya, buat orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Hei, ini hanya sebuah pemikiran yang melantur ke mana-mana, jangan diambil pusing. Tidak sedang menghakimi siapa pun, hanya sedang berbicara dengan diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/asi-ekslusif-adalah-hak-anak-lalu-apalagi-just-a-thought/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Exciting Job: Book Reviewer</title>
		<link>http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/exciting-job-book-reviewer/</link>
		<comments>http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/exciting-job-book-reviewer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[as a unique person]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/exciting-job-book-reviewer/</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lalu, berkat kebaikan teman baru saya Phoenix, saya dikirimin segepok buku terbitan Wortel Books, tepatnya 18 buah buku cerita anak. Tugas saya, mereview ke-18 buku ini, phew&#8230;  
Untuk tugas yang menyenangkan ini, saya mendapat ke-18 buku ini for free. Asyik banget, kan? Pilihan bukunya jelas buku berkualitas, saya lihat cukup banyak dari Penguin, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan lalu, berkat kebaikan teman baru saya <a title="Phoenix Supangkat" href="http://mommythoughts-inc.blogspot.com/" target="_blank">Phoenix</a>, saya dikirimin segepok buku terbitan <a href="http://www.wortelbooks.com" target="_blank">Wortel Books</a>, tepatnya 18 buah buku cerita anak. Tugas saya, mereview ke-18 buku ini, phew&#8230; <img src='http://www.chosenlight.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk tugas yang menyenangkan ini, saya mendapat ke-18 buku ini for free. Asyik banget, kan? Pilihan bukunya jelas buku berkualitas, saya lihat cukup banyak dari Penguin, beberapa penulisnya juga adalah peraih award. Bukunya lucu2, ilustrasinya bagus2&#8230; gratis lagi. Oh ya, Wortel juga mulai menerbitkan buku karangan penulis Indonesia.</p>
<p>Tadinya saya tidak pernah dengar tentang penerbit satu ini. Kenalnya gara-gara adik saya Rita memberikan Joel hadiah sebuah buku berkertas karton tebal (board book) yang lucu sekali. Judulnya When The Elephant Walks, yang ditulis dan dibuat ilustrasinya oleh seorang Amerika keturunan Jepang Keiko Kasza. Berkesan sekali dengan buku itu karena sempat selama seminggu lebih saya dan Pampi harus bacain (atau nemanin dia baca) itu buku sehari dua kali, pengantar tidur siang dan malam. Berkat buku bilingual ini juga Joel jadi lebih pede baca buku berbahasa Inggris.</p>
<p>Ok, inilah foto buku2 yang sudah berhasil saya review, di sini hanya ada 15, masih ada 3 di kamar Joel.</p>
<p align="center"><img height="227" alt="wortelbooks" hspace="2" src="http://www.chosenlight.com/blog/wp-content/uploads/2008/08/wortelbooks-1.jpg" width="450" vspace="2" /></p>
<p>Thanks berat ya Nix.. makasih ya Wortel. Buku-buku ini sangat berharga untuk keluarga homeschooler seperti kami. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.chosenlight.com/blog/2008/08/exciting-job-book-reviewer/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
