Wed, 10 Mar 2010; 11:30:38 AM

Posts Tagged ‘Chloe’

Acicu

Saturday, January 30th, 2010

Kadang-kadang saya bertanya pada Chloe, Tuhan Yesus ada di mana, dia akan menaruh tangannya di dada dan berkata: aci (hati).

Namun, sudah beberapa waktu ini dia akan menjawab: acicu. Cukup lama saya baru ngeh maksud dia adalah: hatiku. Dari mana dia denger kata ini, ya? Kemungkinan dari beberapa lagu yang sering kami nyanyikan bersama, seperti lagu Bulan Sabit di Awan — betapa senang hatiku rasanya menjadi nahkoda di sana — atau lagu Balonku — meletus balon hijau DOR hatiku sangat kacau. (more…)

Jejak Tangan Misterius

Saturday, January 2nd, 2010

jejaktangan

Suatu pagi yang nyaman di awal tahun 2010.. Aaahhh indahnyaaa… Namun tiba-tiba mataku tertumbuk pada benda putih berserbuk di atas sofa. Sebuah jejak tangan misterius. Wah! Ada pencuri?!!!

Mencurigakan sekali..  Maka, dengan mengendap-endap Mama berusaha menangkap basah si pencuri. Tidak perlu bersusah-susah ternyata.. hanya sekitar 3 meter dari sofa, pemilik jejak tangan misterius sedang asik dengan ulah badungnya. Ini dia, mahkluk terkecil di rumah yang sedang berenang di atas selapis tepung maizena yang ‘dicurinya’ dari kulkas Mama saat Mama membiarkan pintu (kulkas)nya terbuka sejenak.

tersangka

Ini dia orangnya! Sayangnya dia terlalu lucu untuk dimarahi :D hohohohohoho.

chloe-badung

She is 17 months

Saturday, October 31st, 2009

chloe-hapeOoohh… she is 17 months now. Sweet and pleasant she is.

It was a doubt when I have her in my womb. I did not know if I can share my heart to one more person.

But, it doesn’t require a lot efforts to love her. You don’t even have to try. You will fall in love for her instantly.

This little gal has it. Her personality, her cheerful smile, she is blooming just as her name: Chloe.

In her 17 months, she has mastered stair climbing skill — she can go down by the stairs without help; first time it was a horror for me–, able to communicate in human language :) her most favorite word is: MAWUUU… (want).

She is also able to do simple order, like: “Chloe, get your pants.” She will rush to her room, pull out a pants from the drawer, push the drawer back and bring the pants to me.

And, she will tell you whenever she thinks its time to poo-poo, “Pook!” Unfortunately, she still can not tell me when she feels like to pee. :)

She loves books. Aaaahhh, she will get you read for her over and over. She never gets enough with the books. Her brother Joel can read at 3yo 6mo. It’s quite early. But, I’m pretty sure Chloe will get her literacy earlier. Recently, I found that she recognize the number 4. “Empak,” or empat means four. This number means nothing for her, for sure. FYI, we don’t teach her to read nor adopt any teach-your-baby-to-read methods. All we do is read to her. Anything, anywhere. Sometimes, she will read the book herself — pretended to read actually — and babbling out some cute words. My sister said that her babbling sounds like Thai. Hahha.

Happy 17mo, Dek.

Setelah Chloe Bergigi

Friday, May 22nd, 2009

chloe-sibuk

Setelah gigi pertamanya keluar setengah, gigi berikutnya tumbuh menyusul hanya dalam beberapa hari. Semuanya di atas.

Sekarang gigi bawahnya mulai menampakkan diri. Jadi, tiga gigi tumbuh dalam waktu tiga minggu saja. Mengalami percepatan nampaknya.

Setelah gigi pertama, Chloe juga mulai pede untuk berjalan tanpa dituntun. Dia sudah bisa jalan sendiri sekarang, dan sering sekali menepis bantuan yang ditawarkan. Hm… gaya ya…

Chloe juga sudah mulai bisa bicara. Papa, Mama, Cacak (begitu dia memanggil kakak Joel). Nyenyen kalo minta disusui, mam kalo lapar. Tak ketinggalan Naaak… itulah cara dia mengapresiasi makanan. Wah, dia doyan makan banget sekarang. Terlambat sedikit saja menyuapinya, dia akan marah besar. Ikan adalah makanan kesukaannya. Sayur-sayuran juga tidak pernah ditolak olehnya. She’s an easy baby, really.

Chloe juga bisa menjawab jika ditanya, “Papa ke mana? Keeeer…?” “JAA!” jawab si gadis kecil.

Sekarang dia sedang terobsesi dengan peralatan sapu & pel. Tidak bisa lihat ada sapu nganggur, pasti langsung disambar. Tangannya juga suka iseng mengobok-obok air pel. Duh, bayi…

Menyenangkan sekali tinggal di rumah dan menikmati anak-anak yang telah Tuhan anugerahkan.

Chloe Punya Gigi!

Tuesday, April 14th, 2009

chlo-chloeHalo.. Chloe udah 10 1/2 bulan nih. Ga berasa, ya.

Perasaan baru kemaren-kemaren ini saya stres karena harus berakrobat menyesuaikan diri dengan interupsi-interupsi oleh seorang bayi kecil mungil yang tampaknya tak berdaya.

Rasanya juga baru kemaren saya bereksperimen dengan segala macam tepung-tepungan untuk membentuk selera makan yang sehat dan baik untuk si bayi yang baru belajar makan.

Hmmmmhhh….

Kerepotan yang dia tambahkan dalam keseharian saya semakin hari memang semakin bertambah, dari ganti celana pesing sampai menangkap si pemanjat ulung yang sering diam-diam sudah nangkring di anak tangga ke-5 :D *mama sibuk sendiri sihhhh…*

Heh.. tidak apa-apa, Nak. Kehadiranmu sungguh membuat hari-hari keluarga kita jadi ceria. Kelucuanmu menghapus semua ‘dosa’-mu. Dan sekarang, gigi pertamamu sudah muncul… so cool isn’t it, no more toothless smile :)

Chloe Enam Bulan

Thursday, December 4th, 2008

Gadis kecilku dah enam bulan. Wih.. ga berasa banget.

Rasanya baru kemaren aku seperti tidak pernah berhenti menyusu. Rasanya baru kemaren aku ga berhenti-henti gantiin popok yang basah atau kotor.
Rasanya baru kemaren kebingungan bagaimana cara menidurkan bayi tanpa harus digendong, disusui, diayun-ayun, dsbg, dsbg.

lulus-asi-xSekarang Chloe dah bisa banyak. Guling-guling, babbling, senyam senyum, minta gendong pada siapa saja (bahkan yang baru ketemu), duduk tanpa ditopang, dsbg dsbg.

Sekarang Chloe udah teratur tidurnya. Tidur malamnya pun udah panjaaang, sehingga Mama bisa istirahat juga.

Dan.. stage berikut dalam hidupnya, Chloe dah boleh makan makanan semi padat pertamanya. Beras putih, beras merah, kacang ijo, jeruk keprok, pisang raja dan pepaya dah dia cobain.

Duh, dah enam bulan berlalu ya, Nak. Bener-bener terasa hanya sekejap mata.

Enam bulan juga aku bertahan memberinya hanya ASI saja (sempet rada gagal di awal), walau tidak terlalu banyak support yang diterima. Namun penderitaannya sebanding.

Aku melihat sebuah keajaiban. Seorang manusia bisa hidup hanya dari air susu ibunya saja, dan selama enam bulan itu aku saksikan sendiri bagaimana perkembangan dan pertumbuhannya dari hari ke hari.

Congratulations for both of us :)

Chloe: Dari Lahir Sampai Tiga Bulan

Friday, September 12th, 2008

chloe-3mo

She’s a real blessing, a gift from God for Papa, Mama, and brother Joel.

Chloe belum pernah bingung antara pagi dan malam. Dia tahu kalau malam harus tidur panjang, dan siang kalau perlu tidak usah tidur dan membuat Mama hanya bisa bersenang-senang di malam hari :D

Sekarang tiap menjelang jam 8 malam, dia sudah rewel minta tidur, dan bangun minta susu hanya satu kali jam 2, sebelum akhirnya tersenyum pada siapa saja yang dia lihat pertama pagi itu.

We love you, little girl.

Chloe’s Recent Updates

Monday, September 1st, 2008

Si baby girl udah tiga bulan umurnya. Terakhir timbang seminggu lalu, ukurannya:
BB: 6,1kg
TB: 58cm
LK: 38cm
Konon, dalam pengukuran panjang bayi, hasilnya kurang akurat, karena gerakan bayi bisa mempengaruhi pengukuran.

Nampaknya my baby girl akan jadi bayi yang ramah dan murah senyum nantinya. Dia selalu memberikan senyum selamat pagi buat Mama, suka ngoceh dengan siapa saja, dan suka ikutan nyanyi.

Sementara secara fisik, dia belum bisa tengkurap sendiri. Miring-miringin badannya aja jarang :) . Padahal waktu baru 1 bulan, beberapa kali dia terbangun kaget, karena dari posisi 3/4 tengkurap dia telentang.

Tapi hari ini waktu sedang jalan-jalan sore, Chloe happy sekali karena mainan yang dipasang di stroller, yang selama ini diamatinya dengan penuh minat, sudah mulai bisa dia pegang. Dia juga punya hobby baru, ketuk-ketukin tangannya di dada Mama, sambil mengamati dengan serius.

Pipinya agak sedikit menyusut, karena beberapa hari lalu dia pilek – ketularan Joel. Kasian deh kalo liat bayi sakit :(

*foto nyusul yah*

Dedek Joel Matic

Wednesday, July 9th, 2008

Joel sayang sama adiknya (syukurlah). Dulu waktu masih di perut Mama, sehari bisa puluhan kali Joel kiss dedeknya. Sekarang, setelah dia cukup berhasil menangani kecemburuannya, dia ga pernah absen kiss adiknya, di jidat, di pipi, di bibir, di tangan, di kaki. Joel suka gemes sama kaki Chloe yang kecil.

Nah, ada kisah lucu. Kemarin Joel dan Chloe dititipin ke Tanjung Duren, karena Mama harus kontrol 40 hari ke dokter kandungan. Kebetulan Opa Oma lagi datang dari Bangka.

Seperti biasa, Joel langsung menuju ke rak buku yang berisi koleksi lawas Autobild Papa (dulu kita tinggal di sini). Baca-baca sebentar, dia tanya Oma, “Manual itu apa sih? Matic itu apa?” Kemungkinan dia baca di halaman harga-harga mobil di majalah otomotif itu.

Oma: “Manual itu ada giginya, matic enggak.”
Joel: (mikir bentar) “Joel manual, dedek matic.”
Oma: (mikir bentar juga.. akhirnya nyambung juga)

Hahahaha. Joel.. Joel.. ada-ada saja.

Her Chronology

Thursday, May 29th, 2008

27 Mei ‘08 (pagi-sore)
Hari ini udah bikin janji untuk kontrol ke dokter kandungan. Semua ok, kata dokter Radit, berat bayi juga sudah 3,1kg di minggu 38 ini. Minggu depan balik lagi, katanya. Ok deh, dok, padahal kita dah siap-siap jika harus nginap di RS hari ini. Soalnya dah dua hari ini terasa kontraksi yang kuat dan sering frekuensinya.

Dari RS PIK, kita langsung ke Taman Mini Indonesia Indah, jemput eyang-eyangnya Joel yang lagi ada acara gereja di sana. Di TMII kita maen bentar, Joel naek kereta gantung, trus maen juga ke museum serangga dan ikan air tawar. Wah, koleksinya keren-keren lho. Kupu2nya luar biasa cantik, ikan air tawarnya mengagumkan.

Cape banget hari ini, Serpong-PIK-TMII-Serpong. Herannya Joel punya batere yang seperti kecolok terus ke listrik, ga pernah kehabisan energi!

27 Mei (malem)
Habis makan malam di rumah, kita makan es dan roti bakar di kaki lima. Joel seperti biasa: ‘Masih lape…’

Udah itu, Joel bobo. Eyang-eyang juga. Tapi saya dan Pampi seperti biasa masih melek. Pampi sibuk dengan forum & website aeromodelling, saya download-download worksheet dan segala macam printable dari sebuah situs keren. (Sementara itu kontraksi mulai terasa lebih sering dan teratur.)

Terus karena tiba-tiba jadi laper, saya abisin tuh semua orek tempe yang dimasak sore tadi. Lalu, sakit perut datang. Udah ke belakang, masih sakit juga. Sempet liat ada jejak darah, tapi dikit. Belum curiga juga. (Tapi kita mulai hitung jarak kontraksi, terjadinya tiap 5-10 menit)

28 Mei (dini hari)
Nah, akhirnya di kamar mandi atas terbuktilah semua kecurigaan. Terasa air merembes seperti pipis, bercampur darah, dan akhirnya bukan sekedar merembes lagi. Ya, ternyata begitu namanya ketubah pecah.

Langsung, tanpa dikomando lagi, Pampi berbenah untuk pergi ke RS PIK. Joel yang lagi bobo langsung diangkut. Untung banget ada eyang putri, terasa sekali pentingnya kehadiran orangtua untuk saat-saat seperti ini.

Di mobil, air ketuban dah mengucur deras. Walau ini kelahiran kedua, pengalamannya jelas berbeda dengan Joel. Joel kan lahir tanpa tanda-tanda persalinan, jadi ini benar-benar pengalaman yang total baru.

Ngebut di tol, kita sampai RS pkl 01.30 Saya langsung dimasukkan ke ruang observasi/anamnesa. Masih tenang dan bisa senyum-senyum, tapi begitu diperiksa bukaan saya mulai gemetaran, dan tidak bisa menahannya. Tegang kali ya. Bukaan 2.

Di sini intimidasi mulai terjadi. “Bu, kuat sakit ga? Karena dulu pernah Cesar, sekarang tidak boleh pake epidural lho. Tidak boleh dibantu apa pun”

Atau, “Sakit kan? Bener nih mau normal aja?”

Saya yang memang dah niat, menepis semua pertanyaan-pertanyaan tidak membangun itu.

Pukul 04.00 kurang saya dipindahkan ke ruang melahirkan. Sudah bukaan 4 dan para perawatnya sama saja, jelas-jelas mengarahkan saya untuk mengambil langkah operasi.

“Jangan lemes gitu dong, Bu. Semangat…”

Kesel, saya ngomong rada mbentak, “Emang lemes mau diapain.”

Bukaan 6, sakitnya mulai intens sekali. Susah gambarinnya, tapi kira-kira gini, seperti diremas-remas perutnya, dipelintir dengan tangan yang besar. Intimidasi masih jalan terus, oleh orang-orang yang berbeda dengan seragam hijau perawat.

Sekitar pukul 5-6an, saya merasa sangat sakit. Pampi memanggil perawat, menjelaskan bahwa saya kesakitan. “Ya memang sakit. Bukaannya juga belum maju-maju nih, baru 7. Kepala bayi juga belum turun. Jadi gimana?”

Saya yang sedang kesakitan sudah mulai goyah. Masih kuat bertahan ga ya? Pampi juga tampaknya tidak tega melihat saya, “Operasi aja?” Pada perawat yang menunggu jawaban kami, saya bilang, “Saya mau ketemu dokter aja.” Dengan enteng dia menjawab, “Dokter sih rekomendasikan operasi saja, karena kepala bayi belum turun.”

Entah kenapa, seperti mendapat kekuatan baru, bukaan-bukaan mulai berlanjut, perawat yang tadi lalu harus mengakui bahwa bukaan 8 sedang terjadi dan kepala bayi sudah lebih turun.

Lalu, kontraksi terus menerus pun terjadi, saya merasa dorongan yang luar biasa untuk pup. Setengah teriak saya bilang, “Mau ngedeen!” pada Pampi yang kok mendadak jadi budeg, karena harus diulang beberapa kali baru mengerti maksud saya (habis itu saya baru tahu kata-kata saya waktu itu memang tidak jelas :D hehehhee).

Pas dokter datang, diperiksa.. “Ok, bukaan sudah lengkap, bayinya juga ga terlalu gede. Bisa nih ngeden.”

Dokter langsung pake apron plastik, dan entah dari mana tiba-tiba ruang itu sudah penuh orang. Dokter duduk dengan santai di depan saya, peralatan tempat menaruh kaki dipasang. Rupanya kalau melahirkan normal tidak bisa pegang tangan suami :D , tangan kita dibutuhkan untuk memegang paha untuk membantu memberikan tenaga mendorong bayi keluar. Jadi ngeden itu kayak sit-up lho.. dari posisi berbaring kita bangun dengan tenaga kuat, tahan napas sambil mendorong ’sesuatu’ dari tubuh kita ke bagian bawah.

“Ayo bu, kasian anaknya. Yang kuat..”

Saya benar-benar kehabisan tenaga. Makan pagi tadi tidak saya sentuh. Nafsu makan benar-benar hilang, hebat ya? Padahal saya ini hampir tidak pernah tidak nafsu makan kecuali sakit tipus :p hehehehe.

Dengan cepat dokter memutuskan untuk vacuum. Terus terang saya sangat kagum sama dokter Raditya yang tidak banyak komen ini. Tidak sedikit pun dia mengeluarkan kata-kata yang melemahkan saya. Dia cuma bilang, “Detak jantung anaknya melemah..” sambil langsung mengambil vacuum dan memasangnya. Dengan bantuan alat penyedot ini (yang saya ga tau gimana cara masukin ke dalamnya) saya pun mengejan. Dua ejanan panjang dan kuat….

Demikianlah, tepat pukul 09.50 waktu Indonesia Barat, lahirlah gadis kecil kami yang sampai detik ini belum kami dapatkan namanya yang pasti. Huhh.. susah ya cari nama anak.

Terasa kelegaan luar biasa saat saya melihat dia meluncur turun keluar dari saya. Bayi kecil yang selama ini hobi membuat bentuk lucu di perut sebelah kanan saya (tempat favoritnya). Dia tidak langsung menangis, mungkin karena mengalami stres saat proses yang membingungkan tadi.

“Wah, gede juga,” ucap dokter senyum-senyum. Soalnya perkiraan dia, dedeknya kecil.. ga taunya keluar 3.562kg. Ini baru minggu ke-38, gimana minggu ke-40.. bisa-bisa 4kg.

Semua sakit persalinan hilang sudah bersamaan dengan lahirnya dedek. Memang benar, persalinan normal punya efek sesudah yang lebih menyenangkan ketimbang operasi.

Anywayss…………..

Semua yang terjadi adalah karena kasih Tuhan. Thanks God for our little girl.

Related Posts with Thumbnails

about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe