Fri, 30 Jul 2010; 02:17:40 AM

Posts Tagged ‘intermezzo’

Kiwi-kiwi Cantik dari Kiwiland

Friday, May 22nd, 2009

kiwi

Di antara kelima buah kiwi ini, ada satu yang berbeda.

Dapatkah Anda menemukannya?

Hey, betul. Itu dia yang di tengah. Dialah satu-satunya yang punya buntut, namanya Golden Kiwi. Harganya lebih premium ketimbang saudaranya yang lain, yang sebenarnya juga termasuk buah premium.

Dijual satuan di Farmer’s Market di Mal Serpong, 7.900/ea. Sedangkan kiwi biasa dijual kiloan. Rasanya? Hmmmhhh.. uenak buanget. Chloe makan sampai berdecap-decap, “Naaakkk,” katanya.

Kris, the New American Idol

Thursday, May 21st, 2009

Yippie… tebakan saya benar.

Semalam saya menyaksikan performa luar biasa dari kedua kandidat di Star World. Jujur, rasanya Adam Lambert lebih unggul dari Kris Allen karena konsistensi dan bakatnya yang istimewa, extraordinary pokoknya.

Kris yang tadinya underdog, namun juga tidak kalah memikat. Senyumnya tulus, terlihat rendah hati dan bakat musik yang juga istimewa. Saya ingat saat dia membawakan lagu Remember The Time-nya Michael Jackson dengan bekal sebuah gitar akustik, keren banget… siapa sangka lagu itu bisa berubah bentuk dan tidak kalah bagus dari versi MJ.

Kris diuntungkan oleh pemberitaan bahwa Adam kemungkinan adalah gay. Walaupun liberal, dalam beberapa hal masih banyak orang USA yang tetap konservatif. Dalam beberapa AI sebelumnya, setidaknya ada dua peserta yang voted-off karena punya sisi-sisi moral yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh para konservatif.

Selain itu, saya yakin, sebagian besar pendukung Dany Gokey -yang masuk tiga besar- beralih ke Kris. Mereka punya kesamaan latar belakang, dua-duanya berasal dari kalangan gereja dan aktif dalam pelayanan pujian. Dany & Kris sama-sama worship leader. Kris juga pasti mengambil hati banyak perempuan karena dia tidak berusaha menyembunyikan kenyataan bahwa dia sudah menikah.

Adam di sisi lain… sangat-sangat talented. Kemampuannya mengeksplor nada-nada tinggi dan berimprovisasi di situ sangat menakjubkan. Lagu-lagu Queen bisa dibawakan dengan sangat baik olehnya, dan dia selalu konsisten dari awal.

Jadi, begitulah, Kris Allen yang rendah hati menang malam ini dan menjadi American Idol Season 8. Dia memang keren.

Intermezzo: Gmail Tampil Trendy

Thursday, November 20th, 2008

Pagi-pagi udah dapat kejutan dari Gmail.

Selesai loading, tampillah Gmail dengan layout yang lebih manis. Bahkan ada pesan bahwa theme-nya bisa dikustomisasi.

Sementara pilihanku yang ini d. Nama themenya Tea House. Kita akan diminta memasukkan nama kota, karena themenya akan berubah sesuai lokasi terdekat dengan kita. Gmail memilihkan Jepang untuk saya.

gmail-top

gmail-bawah

Lucu ya.

Renungan Mati Lampu

Wednesday, June 25th, 2008

Mati lampu di Gading Serpong, tapi tidak semua. Beberapa sektor dan cluster lain yang berbeda gardu, tidak ikutan merasakan penderitaan dimatiin listriknya dari jam 8-an pagi dan baru nyala lagi jam 5 sore lewat. Dan, herannya kenapa gardu tempat asal muasal listrik di rumah saya yang sering kebagian jatah pemeliharaan.

Air di torrent pas habis, telepon juga mulai kedap-kedip indikator baterainya. Untung cuaca sejuk jadi bisa tanpa AC. Ketiadaan listrik ini membuat saya menyadari betapa tergantungnya saya sama listrik. Jadi bingung gitu mau ngapain.

Mari mundur ke masa ketika belum ada listrik. Orang jaman dulu tidak pernah bingung tanpa listrik. Mereka tidak akan mengalami bingung mau ngapain kalau listrik tidak menyala. Mengapa? Karena mereka sudah cukup sibuk.

Bangun pagi-pagi setelah semalaman tidur tanpa AC atau kipas angin, mereka mungkin akan menimba air di sumur untuk keperluan mandi. Lalu, mereka mengusahakan makanan, entahkan dengan menanam sendiri atau mungkin berbarter dengan tetangga. Lalu, kegiatan memasak pun dimulai dengan menyalakan api dari kayu bakar yang mereka cari dan siapkan sendiri. Kemudian, mereka berhenti dari kesibukan untuk makan siang. Setelah itu kembali kesibukan masing-masing. Sebelum matahari terbenam, ayah sudah di rumah, lalu makan malam lagi bersama. Tak lama sesudah itu sekeluarga pun tidurlah.

Harus diakui, kualitas hidup orang di masa lalu bisa dibilang lebih baik dibanding sekarang. Tanpa listrik, tanpa banyak otomatisasi, mereka bisa hidup bahagia. Mereka menikmati rumahnya, menikmati kebersamaan dalam keluarganya, menikmati kehadiran satu sama lain. Kemewahan yang sudah jarang didapat pada masa ini.

Herannya, dengan intervensi teknologi yang memudahkan kita untuk melakukan segala hal (cukup satu cetekan saklar kompor gas untuk masak); kualitas hidup kita tidak meningkat. Bahkan saya baca di sebuah buku, dengan adanya bantuan teknologi agar pekerjaan bisa lebih efisien, orang malah lebih lagi menghabiskan waktu lebih banyak di kantor. Orang jadi tambah gila bekerja, seperti tidak ada hari esok.

Are we missing something here? Bukankah teknologi dibuat untuk membuat hidup kita lebih mudah? Lebih berkualitas? Lebih enak?

Just a thought ;)

Kotak Obatku yang Lucu

Thursday, May 15th, 2008

Di Hypermart ada section alat-alat rumah tangga Jepang (made in China padahal). Kemaren nemu satu perlengkapan yang unik, lucu, dan inovatif. Juga menjawab kebutuhanku saat ini.

kotak-obat

Cakep kan?

Ada dua kompartemen obat, dan satu tablet slicer. Nah, pemotong tablet ini yang emang saya incar.

Tak lain tak bukan karena resep Pak Dokter Raditya, S.POG yang mengharuskan saya mengkonsumsi Dopamet 1/2 butir per hari. Dokter bilang obatnya ada belahannya.. padahal waktu dicek pas dah ditebus, mulus banget ni obat. Padahal dah pengalaman dengan tablet Ascardia yang ada belahannya, tetep aja susah motongnya. Dicoba pake pisau, jarang bisa bagus potongnya, mana kayaknya ga higienis lagi.

kotak-obat2Ini kemasannya. Harganya ga neko-neko, cukup terjangkau, Rp 16.900. Yang pasti lucu….

O ya.. disuruh minum Dopamet karena… pas ditensi hari Selasa lalu, tekanan darah melonjak jadi 137/89, sebelumnya normal-normal saja. Grafik pertumbuhan bayi juga agak melambat, kata pak dokter. Hiks sedih…

Pengen sekali bisa melahirkan dengan normal. Pengen sekali get rid off this pre-eclampsia symptom. Doain ya….

Limited Edition

Monday, May 12th, 2008

Sebagai generasi yang lahir antara 70-80, mie instan yang pertama kali saya kenal adalah Supermie. Dan, sejak saat itu semua mie instan pun digeneralisasi sebagai supermie.

Contoh:

“Beli supermie satu, Koh.”

Si Engkoh pun mengangsurkan sebungkus Indomie rasa kaldu udang seperti di bawah ini.

kaldu udang

Ya, itu dulu… sekarang Indomie telah menggeser kedudukan Supermie. Maka sekarang, semua mie instan adalah ‘indomie’. Apalagi Supermie diakuisisi oleh bapaknya Indomie, Indofood, semakin kokohlah kedudukannya.

Tapi… tunggu dulu, tadi bilang apa… kaldu udang?

Ya, sampai detik ini saya belum pernah lihat Indomie Rasa Kaldu Udang beredar di Jakarta dan sekitarnya. Produk ini baru saya temui di daerah kelahiran saya, Bangka, tidak tahu kalau daerah lain di Sumatera.

Memang, katanya beberapa produsen membuat produk regional.. maksudnya hanya dijual di daerah tertentu. Seperti teh apa gitu saya lupa namanya (pernah lihat iklannya), hanya ada di Medan dan sekitarnya. Mungkin pasar Sumatera memang agak unik?

Melenceng dikit, ngomongin soal pasar, saya jadi teringat pasar otomotif Jawa Tengah yang juga unik. Rasanya saya belum pernah lihat Auto2000 di sana. Walau banyak merk2 keluaran Astra di sana, yang pegang merk adalah Nasmoco Group.

Btw, Indomie rasa Kaldu Udang ini sering bikin saya kangen. Padahal rasanya sebenernya biasa saja, bahkan Indofood tidak menyertakan minyak sayur dalam produk ini, hanya bumbu dan cabe bubuk. Ini mungkin yang namanya nostalgia… tiap kali memakannya, serasa kembali ke puluhan tahun silam, berada di rumah orangtua, masih mengenakan seragam merah putih :) … Hummmm

*lagi pengen teh Prendjak – di mana yah carinya – ini sih produk lokal Riau*

Related Posts with Thumbnails

about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe