Fri, 30 Jul 2010; 02:22:52 AM

Posts Tagged ‘Joel’

When God Spoke to Kid’s Heart

Monday, May 3rd, 2010

Saat Teduh secara teratur benar-benar powerful. Saya harus malu sama Joel.

Tanpa sedikit pun membantah, selama lebih dari dua minggu terakhir ini, Joel rutin ber-Saat Teduh dengan bahan yang diberikan dari gereja anak di tempat kami. Tadinya Joel hanya berdoa saja setelah bangun pagi, itu pun saya tidak tahu apakah dia benar-benar berdoa. Tapi saya percaya padanya. :)

Pernah, suatu malam kami agak kelelahan karena acara sepanjang hari, dan tidur sudah agak malam, kami ‘lupa’ menemaninya Saat Teduh. Sampai hari ini kami masih melakukannya di malam hari, karena itulah saat Papanya bisa menemaninya, saya memang ingin Pampi yang pegang peranan ini, jadi imam buat anaknya.

Back to Joel. Apa yang terjadi? Tidak lama setelah kami masuk kamar, terdengar pintu kamar Joel dibuka, dan dia segera membuka pintu kamar kami. Joel meminta Papanya menemani dia Saat Teduh, waktu itu sudah hampir pukul 11 malam.

See? Anak-anaklah yang merasakan manfaatnya. Jika selama ini kita berpikir, seberapa sih yang bisa dipahami seorang anak berumur 6 tahun tentang Tuhan, tentang isi Firman Tuhan, dll — kini saya mengerti, walaupun mungkin dia tidak bisa mengutarakannya, sesuatu telah menyentuh hatinya, berbicara padanya, dan mengubah hidupnya.

Minggu pertama, Joel membaca Firman tentang ketaatan dengan role model Abraham. Minggu kedua, bacaannya tentang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Minggu ketiga tentang mengasihi sesama.

Banyak perubahan terjadi dan itu sangat menyentuh hati dan membukakan mata saya bahwa Tuhan mampu mengubah hati yang paling keras sekali pun, Firman Tuhan punya kuasa dahsyat mengubah hati seorang anak yang sebegitu pemalunya.

Joel sekarang lebih bisa berinteraksi dengan orang lain, bisa menanyakan pertanyaan seperti ,”Auntie, kapan ke sini lagi?”. Pertanyaan langka dari mulut seorang Joel. Sosialasi yang saya kuatirkan, tidak perlu lagi jadi beban pikiran saya.

Juga, hari Minggu yang lalu Joel membawa pulang sebuah sticker dari sekolah minggu. Walaupun sudah didesak-desak, dia bilang dia tidak mau cerita dari mana asalnya sticker itu. Satu-satunya clue yang dia berikan adalah, tidak semua anak mendapat sticker itu. Itu berarti dia melakukan sesuatu, bukan? Tapi dia tidak mau cerita juga.

Sampai hari ini, saya iseng tanya, “Kamu dapat sticker karena nyanyi di depan?” Bukan! katanya. “Tidak mau cerita.” Tiba-tiba saya dapat ide, “Kalau begitu pasti karena ayat hafalan.” Dia langsung mengiyakan. Wow! Hati saya bersorak kegirangan. Anak ini biasanya malu bahkan terkesan tak acuh pada kegiatan di sekolah minggu-nya. “Ditanya siapa yang mau maju sebutin ayat hafalan,” tambahnya lagi. Ini sih dobel wow! Berita hebat! Saya harus menahan diri untuk tidak tersenyum atau tertawa atau terlalu excited karena Joel biasanya jadi risih dan malu.

Malam ini, ketika saya menemaninya Saat Teduh karena Papanya belum pulang, kami membaca tentang taat kepada orangtua sebagai implikasi dari mengasihi orangtua, Markus 19:19. Anak-anak diajak merenungkan betapa pentingnya orangtua buat mereka. Bahwa salah satu bentuk mengasihi orangtua (yang juga sesamanya) adalah dengan menaatinya. Juga anak-anak diajak minta maaf sama orangtua jika selama ini pernah melawan.

“Coba ingat-ingat kapan terakhir kali kamu melawan ortu? Ayo minta maaf sama ortumu, ” begitu tulisan di bahan Saat Teduhnya.

“Nah, Joel mau minta maaf, ga?” tanya saya ga terlalu yakin.

“Mau. Gimana caranya?”

Maka saya ajari. Lalu dia mengulanginya ke saya. Saya sangat terharu. Saya peluk dia sambil berkata, “Mama maafkan”. Hati Joel lembut sekali, begitu mudah diajar. Biasanya Joel tidak mau melakukan hal-hal ‘memalukan’ seperti ini.

Kemudian saya minta dia melakukannya ke Papanya. Setelah ‘mengusir’ saya keluar — karena malu — dia minta maaf sama Papanya. Walau saya diultimatum untuk tidak mendengar, saya pasang kuping juga di pintu kamarnya, hati saya seperti disiram kesegaran luar biasa.

Sepertinya materi yang dia dapat selama ini dari kurikulum First Grade My Father’s World juga sedikit banyak telah menaburkan sesuatu di dalam hatinya. Ketaatan 100%, kesediaan melakukan perintah Tuhan, kehebatan dan mujizat-mujizat yang Dia lakukan, telah membuatnya lebih ‘aware’ tentang siapakah Tuhan yang kami, orangtuanya, percaya. Saya sungguh berharap kami berdua bisa menuntun Joel terus mengenal seorang Pribadi yang sungguh-sungguh mengasihi dia dan menerima Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat dalam hidupnya. Ini baru awal.

Many thanks to you, my God. I’ve witnessed the power of Your Word. Please God, do continue to work in us to make us what You want us to be.

Ma, Kok Belum Pulang?

Saturday, June 20th, 2009

Untuk ketiga kalinya Joel menanyakan pertanyaan yang sama. Kok belum pulang. Mpphhhfff…

No, no. Not like you think.

Dia bukan sedang kangen sama saya. Dia justru sedang mengusir saya. Karena saya belum juga ‘rela’ meninggalkan dia di bawah pengawasan auntie-nya di Tanjung Duren. Joel akan menginap dua malam.

Oh, anak laki-lakiku sudah besar ya. :( Kok cepat sekali, sih? Setahun lalu dia masih menempel ketat dengan saya. Setahun lalu dia masih ketergantungan tingkat tinggi pada Mamanya.

Hehehe.. Kita lihat saja apakah dia sama sekali tidak merasa kehilangan Papa, Mama dan Dedeknya beberapa hari ini.

Joel in Action

Tuesday, April 14th, 2009

joel-inactionTerwujud juga keinginan Joel untuk ke Taman Safari di libur Paskah kemaren.

Sebenarnya ini adalah yang kedua buat Joel, sayangnya waktu yang pertama, kalo ga salah umur 2 tahun gitu, Joel lebih sibuk mengagumi mobil2 di depan dan di belakang.

Kali ini dia sudah lebih tertarik dengan binatang-binatang menakjubkan ini. Buku “Magnificent Mammal” cukup membuatnya lebih berpengetahuan tentang animal lifespan ketimbang Papa Mamanya. Jadi sekali-kali kami mendapat kuliah darinya, “Harimau itu beratnya 50kg lho… Umurnya sampe berapa, tau ga?” Begitulah sepanjang perjalanan di Taman Safari.

Tapi, yang namanya Joel ya, tetap aja perhatiannya seringkali terdistraksi oleh penampakan mobil-mobil yang berjalan lambat di depan belakang, kanan kiri.

Jadi dia masih tetap asyik berseru, “Wah! Fortuner D-4D!” atau “Itu coupé, lho!”

Untunglah… waktu ditanya yang paling berkesan apa, jawabannya adalah memberi makan zebra.

PS:
Puas main di Baby Zoo, kereta gantung, liat gajah, makan Pop Mie, Joel, Papa Mama & Chloe makan siang yang sangat telat di Raffles Cibogo. Pulangnya mampir ke Botani Square, Bogor. Hihihi.. jauh-jauh ke mal juga dan sempet-sempetnya beli buku di Gramedia dan ngopi di Starbuck. Hehehehe. Heran.

Ulah Joel

Saturday, January 17th, 2009

Siang itu Papa menyalakan komputer dan berseru, “Lho.. passwordnya ganti ya?!”

Mama: “Mmmm.. Enggak kok?”

Papa mencoba lagi dan ditolak oleh komputer. Tentu saja kami punya tersangka, siapa lagi kalo bukan Joel The Boy.

Papa: “Joel ganti passwordnya?”
Joel: “Enggak kok…. (lalu menjelaskan apa yang telah terjadi).”

Jadi begini.. (ehm..) Joel itu hobi sekali mengganti-ganti image user — btw, cara menggantinya dia temukan sendiri, biasanya sih dia pilih salah satu dari yang sudah disediakan oleh WindowsXP. Nah, baru-baru ini dia menemukan bahwa bukan hanya foto/image yang bisa diganti, textnya juga bisa diganti. Maka… Administrator pun berubah lah jadi viani dan hebatnya.. dia bisa mengganti image yang biasanya gambar anjing, basebal menjadi foto dirinya — pasti pake fasilitas browse. Karena sekarang sudah berubah menjadi viani, otomatis urutan usernya turun ke bawah user lain yang urutan abjadnya duluan. Lihat deh gambar di bawah ini.

viani-joel

Dasar Joel.. :) ulahnya emang macem-macem. Sayangnya dia meninggalkan jejak.. yaitu foto dirinya waktu masih imut-imut. Terus nama Viani itu ga jelas juga apa maksudnya, dia bilang ya Viani aja.. gitu.

Btw.. rasanya komputer itu memang self-taught ya. Ga kebayang lho, anak usia 4 1/2 tahun bisa melakukan hal di atas. Dulu dia sudah bikin kami surprise dengan login sendiri, konek internet sendiri, ganti image sendiri dan ini yang terbaru. Hehehehe…

Belajar Memberikan Bukti

Tuesday, September 16th, 2008

Beberapa waktu lalu Joel menginformasikan kepada kami bahwa ia melihat di kompleks kami ada mobil yang plat (nomor polisi)-nya ada tiga digit huruf di bagian belakang, NFA katanya. Dugaan kami waktu itu dia mengada-ada (yang punya huruf tiga digit di belakang kan sepeda motor?) Atau mungkin dia salah lihat. Tapi dia yakin sekali dia benar.

Beberapa hari yang lalu waktu jalan-jalan sore, Joel menunjukkan kepada saya.. “Ma, itu lho. Yang Joel bilang, di belakangnya ada tiga huruf. NFA.”

Saya hampir tidak percaya. Wah, ternyata nomor registrasi mobil di wilayah Jakarta sudah sampai tiga digit huruf-nya. Wah..wah. Ternyata Joel yang benar ya… maklum kami (Mamanya terutama) sudah jarang menginjak jalan-jalan Jakarta.

Lalu, saya minta Joel fotokan dengan kamera handphone saya, agar bisa diperlihatkan kepada Papa sebagai bukti atas perkataannya. Dan inilah hasilnya:

tigadigit-plat

Demi privasi si pemilik mobil, tentu harus diedit sedikit. Hayo, ada yang bisa tebak mobil apakah ini? ;)

Joel Aneh-Aneh

Monday, September 1st, 2008

Yang namanya Joel sekarang sering nyeletuk dan kasih komen yang bikin Papa Mamanya terpingkal-pingkal.

batman-koko

Dua hari lalu dia menunjukkan mainan double punching Batman (hadiah dari Koko Krunch/Honey Star) dan kasih tau, “Ma, ini Batmannya pake bra.”
Me: “What?!”

Hari ini pas lagi dibacain bedtime stories sama Papa, dia menginformasikan, “Pa, kalau baca buku ini ga boleh sampe habis.”
Papa: “Lho, kenapa?”
Joel: “Ini ada tulisannya. Jangan sampe kehabisan.”
Papa dan Mamanya ngakak ampe sakit perut.

Oh, son.. Kamu benar-benar jadi penghiburan buat Papa & Mama.

Dedek Joel Matic

Wednesday, July 9th, 2008

Joel sayang sama adiknya (syukurlah). Dulu waktu masih di perut Mama, sehari bisa puluhan kali Joel kiss dedeknya. Sekarang, setelah dia cukup berhasil menangani kecemburuannya, dia ga pernah absen kiss adiknya, di jidat, di pipi, di bibir, di tangan, di kaki. Joel suka gemes sama kaki Chloe yang kecil.

Nah, ada kisah lucu. Kemarin Joel dan Chloe dititipin ke Tanjung Duren, karena Mama harus kontrol 40 hari ke dokter kandungan. Kebetulan Opa Oma lagi datang dari Bangka.

Seperti biasa, Joel langsung menuju ke rak buku yang berisi koleksi lawas Autobild Papa (dulu kita tinggal di sini). Baca-baca sebentar, dia tanya Oma, “Manual itu apa sih? Matic itu apa?” Kemungkinan dia baca di halaman harga-harga mobil di majalah otomotif itu.

Oma: “Manual itu ada giginya, matic enggak.”
Joel: (mikir bentar) “Joel manual, dedek matic.”
Oma: (mikir bentar juga.. akhirnya nyambung juga)

Hahahaha. Joel.. Joel.. ada-ada saja.

Joel’s 4th Birthday

Monday, May 12th, 2008

Hari yang dinanti-nanti si balita ini akhirnya tiba juga, Joel dah 4 tahun! Senangnya bukan main dia. Beberapa hari menjelang, dia tampak gelisah menunggu datangnya tanggal 30 April. Dari bulan Maret dia sudah bersiap-siap menyambut ulang tahunnya.

Demikianlah… 30 April pagi. Saya dan Pampi sedang bercengkrama (ciee bahasanya) di bawah. Tak lama terdengar suara AC dimatikan, pintu kamar dibuka. Diam sejenak.

Lalu… “Ma.. sekarang tanggal berapa? 30 ya?” Hehehehe.

tiup lilinnya

Meniup lilin rupanya memang disukai oleh anak-anak mana pun ya. Hanya disaksikan papa dan mama, Joel tiup lilin dengan sepenuh hati. Birthday cakenya dipesan dari Pelangi Cake.

Sebenarnya saya kurang sreg dengan desain mereka, tapi ya apa boleh buat, waktu mepet dan males juga harus cari-cari pembuat kue ultah yang ok tapi ga mahal. Saya ada keinginan bisa bikin sendiri sih kue ulangtahun buat keluarga saya, karena pengen bikin kue yang sehat dan ga banyak pake gula. Too much sugar somewhat can make us craving for more (hiyy).

Tiap kali pesen kue saya harus selalu cari ukuran terkecil, mengingat Joel tidak punya ‘temen sekelas’. Dari umur satu tahun, kami memang selalu membelikan kue ultah buatnya, tahun lalu ketika kondisi budget serba terbatas, saya tetap membelikannya kue mungil ekonomis dengan tema general – bunga2 gitu- yang penting dia bisa tiup lilin :)

Happy birthday my little boy. You are a big boy now.

Related Posts with Thumbnails

about us

Pampi, Devi, Joel & Chloe