Cerdas Sebelum Berobat
Wednesday, December 2nd, 2009Sering sekali konsumen jasa kesehatan tidak memperlengkapi diri dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan, sehingga disuruh apa saja oleh dokter pasti akan dituruti.
Saya & suami sudah cukup ‘celik’ matanya untuk tidak membiarkan diri kami & anak-anak didikte oleh para dokter, sebaik apa pun orangnya.
Ketidaktahuan pasien ini sangat menggoda. Bahkan, dokter Handrawan Nadesul pernah menulis di Kompas, godaan ini sangat besar buat para dokter. Bayangkan komisi yang mereka terima dari produsen obat atas tiap resep yang mereka keluarkan, belum lagi dari rumahsakit atas rujukan penggunaan fasilitas. Tentu masih banyak dokter yang punya hati nurani, temukanlah dia.
Beberapa waktu lalu Chloe sedikit batuk, jelas sekali terdengar pernapasannya terganggu oleh dahak, susah sekali dia tidur dengan nyaman. Mucopect adalah andalan saya untuk kondisi seperti ini. Namun bagaimana dengan dosisnya? Tentu saya tidak boleh sembarangan dong?
Nah, inilah gunanya website satu ini. Di situ ada keterangan lengkap tentang komposisi obat, dosis, efek samping sampai harga yang ditawarkan oleh mereka.
Perlengkapi diri dengan pengetahuan seperti ini, karena untuk hal ini kita tidak perlu harus pergi ke dokter dan menghabiskan ratusan ribu di situ. Dengan bekal pengalaman bersama Joel (5 tahun), saya kira-kira sudah bisa meraba obat-obat yang diresepkan dokter untuk penyakit khas anak-anak.
Dokter anak kesayangan kami :p dokter Eric F. Kan dari RS Siloam Karawaci termasuk yang tidak pelit berbagi ilmu. Untuk demam, dia ajarkan saya mengkombinasikan penurun panas seperti Proris, Tempra untuk demam sedang, dan Bufect untuk demam di atas 39. “Main-main saja di situ,” katanya dengan logat Menado.
Seorang dokter anak lagi bernama Weny Tjiali (beliau ini pria lho) juga tidak pelit saat memberi kuliah singkat tentang mengenali problem mata merah. Dengan menggambar di sebuah kertas dia memberita tahu saya, “Jika merahnya terjadi pada pinggir mata, berarti tidak perlu kuatir. Namun jika terjadinya pada kornea, itu perlu kuatir.”
Intinya, jadilah konsumen cerdas untuk produk apa saja.
