November 2007
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30
 





 

April 27, 2004

Pindahan

Hari ini lagi pindahan server, mungkin paling lama 2-3 hari lagi server udah pindah.. duh lega juga :D

Posted by pampi at 05:13 PM | Comments (0) | TrackBack

April 23, 2004

Selamat Hari Kartini

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.

Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.
Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.
Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri. Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

taken from an old scripture, The Proverbs


Pernah dalam hidup saya, saya mengeluh kepada Pencipta saya.. tentang ketidakelokan paras saya, ketidakproporsionalan tubuh saya. Saya beri Dia judul: TIDAK ADIL.
Saya bandingkan diri saya dengan orang lain, teman sekelas saya yang cantik jelita, dengan sepupu saya yang tinggi menjulang, dengan bintang-bintang film, dengan siapa pun yang saya rasa lebih dari saya.

Sebuah kenyataan yang menarik? saya temukan bahwa tidak cuma saya. Teman-teman yang lain pun pernah mengeluhkannya, mungkin hanya menjadi rahasia hati. Karena tidak pernah melakukan survei, saya tidak berani mengatakan semua anak perempuan pernah merasakan ini, tetapi saya tahu pasti beberapa teman saya yang punya perasaan seperti ini.

Perempuan. Mengapa Tuhan menciptakan perempuan? Mengapa harus ada makhluk yang bernama perempuan kalau akhirnya perempuan sering ditindas dan dijadikan warga kelas dua?

Di negara dunia ketiga, nasib seorang perempuan sudah dapat dipastikan? Baru-baru ini saya melihat istri-istri dari seorang pria yang dengan bangga menyatakan dirinya adalah poligamist. Dia juga mendapat penghargaan karena dianggap berprestasi.
Hati saya miris melihat mereka berfoto bersama, berpose untuk media, 4 orang istri untuk 1 orang pria. Ya.. perempuan-perempuan itu memang tersenyum.. tapi siapa tahu kedalaman hati seseorang?

Sebenarnya??? di mana letak keberhargaan seorang perempuan?

Seorang perempuan yang memiliki wajah cantik, biasanya diikuti pula dengan nasib baik.. mudah mendapatkan apa saja yang dia mau. Cowok-cowok nempel kayak perangko, kata sebuah iklan di televisi.
Sedangkan yang berwajah pas-pasan harus berusaha keras, berjuang untuk mendapatkan apa yang dia mau, dan sering juga mereka tidak diberi kesempatan, karena wajahnya kurang enak dilihat? Dia harus punya otak yang cerdas, tubuh yang molek atau dia harus menonjol sekali di bidang tertentu, baru dia berhasil.

Sebenarnya??? bukankah perempuan diciptakan secitra dengan Penciptanya?

September 2003, hari ini saya menuliskan sebuah renungan, tentang keberhargaan seorang perempuan. Hari ini saya bukan yang orang yang sama lagi dengan kemarin. Saya tahu ada yang lebih berharga dari kecantikan fisik, dari prestasi-prestasi yang diukir setinggi langit.
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Saya mencenungi teks ini.. Syair ini ditulis oleh seorang ibu untuk anak laki-lakinya sebagai pedoman mencari istri. Seorang ibu yang telah menjalani kehidupan, yang hidupnya telah diabdikan untuk keluarganya? memberitahukan rahasia ini.

Bukan kecantikan, bukan kemolekan, bukan teman?sama sekali bukan?
Kecantikan batinmu, perbuatan-perbuatan muliamu, kata-kata yang manis dari mulutmu, sikap-sikap positifmu, pengabdianmu kepada masyarakat, membuat dirimu terlihat cantik dan manis.
Ketika kita menginjak umur 40 tahun, kita sudah tidak sanggup melawan hukum alam. Ketika timbul keriput di matamu, ketika kulit wajahmu tidak kencang lagi? yang tinggal adalah kecantikan budimu.
Tidak ada cucu yang suka dengan nenek cerewet pemarah. Tidak ada suami yang tetap bergairah dan suka dekat-dekat dengan istri pemarah dan sudah keriput pula wajahnya.
Tetapi perempuan yang membuat suaminya merasa damai, akan selalu menjadi ?rumah? buat suaminya. Menjadi ?rumah? buat anak cucunya. Menjadi ?rumah? untuk teman-temannya. Menjadi ?rumah? buat masyarakat.

Bagi orang-orang miskin di Kalkuta, Sister Theresa adalah dewi. Dewi cantik yang mencintai mereka. Kita tahu, sister tidak berwajah elok menawan. Banyak keriput di wajahnya, dan mungkin setiap keriput adalah tanda kasih beliau untuk orang miskin di Kalkuta. Saya yakin, sampai hari ini, mereka masih mengenang kecantikan budi beliau.

Hari ini, saya belajar supaya kecantikan dari dalam diri saya yang muncul. Saya tidak terlalu perduli lagi dengan kulit saya yang tidak mulus. Dengan tubuh yang jauh dari proporsional. Saya belajar menghargai diri saya. Saya berharga bukan karena kecantikan fisik saya, saya berharga karena saya dibentuk oleh Pencipta saya, secitra denganNya, agar saya bersinar cemerlang.
Saya adalah perempuan yang berharga, lepas dari segala kekurangan-kekurangan saya, saya adalah pribadi yang unik. Saya tidaklah cantik seperti Sophia Latjuba, tapi saya bisa kembangkan kecantikan yang tidak akan pernah pudar, tidak akan pernah layu, tidak akan pernah surut oleh masa? kecantikan yang datang dari dalam, dari dalam hati yang tahu bahwa dia berharga, dan dia dikasihi.

September 15, 2003
Devi S. Pamilih

Posted by devi at 12:18 AM | Comments (1)

April 22, 2004

Blessing in Disguise

Kemaren Jakarta macet total.. katanya :D

Kemaren Jakarta kebanjiran.. termasuk rumah saya.. pdhal.. ujannya ga lama2 amat dan ga kenceng2 amat, ada yang lebih lama dan lebih kenceng dari itu.
Tapi air kok bisa masuk 10 centi ke rumah ya? Pdhal daerah Tanjung Duren Selatan history banjirnya cukup clear.. plg genangan air aja.
Kemaren kita kerja bakti membersihkan rumah dari air yang bisa jadi sumber penyakit.

Dalam hati terucap syukur... karena hari ini saya dan Pampi ga ngantor. Kebayang kan kalo kita berdua juga hrs 'trapped' dalam kemacetan?

Semalam.. rumah kami ketamuan 2 orang yang terjebak banjir. Yang satu mahasiswa binus yang udah stuck di Grogol ampe 5 jam.. satu lagi seorang working-mom yang baru punya baby 3 bulan, yang harus berangkat jam 11 malam dari kantornya di Thamrin.

Bener2 berasa blessing in disguise. Kalo kita ke kantor kemaren.. kita juga ga tau nyampe jam berapa ke rumah. Mengingat rute yang menakutkan: Tanah Abang or Pejompongan.. yang kesemuanya adalah deadlock.

Semalem kita ke Om Dokter. 16.45 berangkat dari rumah.. dengan harapan bisa dapet no.1, ga taunya.. perjalanan yang biasanya cuma 10 menit itu harus dilalui dalam waktu 1 jam! Tapi masih dapet no.2 :) karena banyak pasien yang ga bisa dateng.

Sekarang kontrolnya udah mingguan.. seminggu sekali, karena usia kehamilan udah 37 minggu. Normalnya orang akan melahirkan dalam minggu ke 38-42.
Dede beratnya udah 3 kg! Waaahhh... jangan terlalu gede ya, De.. ntar susah lho lahirnya...

Posted by devi at 01:39 AM | Comments (2)

April 19, 2004

Jari yang Terluka

Masih inget cerita telunjuk saya yang luka? Saya pengen cerita ttg luka ini. Posisi luka adalah di ujung kiri my point finger. Saya udah ga inget gimana awal mulanya luka ini bisa terjadi.
Kalo ga salah bermula dari sebuah benda lucu yang mirip mata ikan di ujung telunjuk kanan saya.. tapi warnanya merah, ga sakit sih.. cuma sebel aja ngelihatnya, sangat menggangu estetika.
Jadi suatu hari, saya putusin untuk memecahkan si benda lucu ini. Eh.. keluar darah yang banyak dan ga berhenti ngalir. Langsung panik deh.. cari betadine en plester. Sejak saat itu, si luka ga mau nutup lagi. Harus selalu dalam keadaan berplester.. dan juga sakit, kesentuh dikit, langsung keluar darah, yang menetes..tes.. tes.. tes.. ga mau berhenti sendiri kecuali ditutup plester.

Tadinya saya cuekin aza, sambil berharap luka ini akan segera sembuh sendiri.. tubuh kita kan tau gimana cara menyembuhkan diri.. ya toh???
Lalu.. stlh mulai si luka mulai suka beraksi.. *sakit lho buat ngetik* berdarah sesuka hati.. ga di kantor, ga di mall, ga di rumah pagi2 buta.. karena tersinggung sedikit ajaaaa...
dan puncaknya adalah hari Jumat kemaren, tgl 16 April 2004, terjadi sesuatu yang sangat memalukan, di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, di sebuah ATM.. pas lagi enak2 mencet tuts di dalam.. tiba2 darah udah memancar... dan berteberan di mana2 termasuk di lantai ATM :( ukkkhhh... dan ga mau berenti kali ini, pdhal dalam keadaan diplester, mungkin kurang kenceng...
I had to apologize to the them who're queueing .. maaf ya.. tangan saya berdarah...
Terpaksa.. ditemani suami saya cari toilet terdekat... *ga ada tissue ekstra, ga ada sapu tangan* darah udah terpercik ke baju dan tas saya yang berwana putih bersih.. What should I do, negh? :((

Kesel juga dengan insiden ini dan rasanya ga bisa dibiarin lama2. Kayaknya mesti ke dokter deh, kesian juga ngeliat si jari yang kadang2 warnanya udah pucet...

Ya udah, Sabtu pagi.. sekalian senam hamil, pergilah saya ke UGD RS PIK. Eh sama orang UGD disuruh ke poliklinik aja, nemuin dokter bedah. EH?! BEDAH? serem amattttt..... Tapi kan pengen cepet terbebas dari 'si duri dalam daging' ini? Ya udah.. daftarlah ke dokter bedah, dapet nomor 2.

"Udah berapa lama?"
"Hampir sebulan, dok. Saya pikir bisa sembuh sendiri."
Saya membuka plester buluk yang melingkari telunjuk saya.
'Hmm.. sepertinya dikasih albothyl aja bisa ini. Kita coba ya'
Dokter menekan2 luka itu.. dan seperti biasa.. dia berulah lagi.. tes..tes.. menetes di lantai ruang praktek.
"Lukanya sering berdenyut gitu lho, dok."
Dokter mengamati luka itu.
'Wah.. ga bisa nih.. Harus dioperasi, dijahit. Soalnya lukanya pas di arteri, aliran darahnya kan bagus sekali di situ, makanya luka ga bisa nutup.'
"Ah??!!@@###$$$ Oohh??? Operasi? Sekarang?"
'Ya, sekarang.'

OMG! Operasi? Dijahit? Tadi sempet lihat sih ada pembuluh darah kecil kayak cacing berdenyut2 di luka itu. Saya mengalami granulasi kata dokter. Granulanya harus dibuang, karena kena arteri harus dijahit. Kalau ga kena arteri sih bisa dimatiin aja pake albothyl.
Saya diserahkan ke ruang operasi. Rasa takut tiba2 menyeruak... Saya itu.. blom pernah yang namanya opname apalagi operasi. Emang operasi kecil sih.. tapi kan tetep aja menakutkan.

Udah ganti baju operasi, saya berbaring di meja operasi. Dokter dibantu oleh 2 asistennya. Jari saya dibaluri betadine ampe penuh. Terus disuntik bius di jari itu, 2 shoots.
'Agak sakit, tahan ya.'
Upsssss.. sakit buangggeetttttt. Saya ga berani lihat kejadian berikutnya. Yang saya tau dokter lagi asik maenan gunting. Untung tuh jari dibius, kalo engga sakitnya kayak apa ya?
'Sakit ga, mbak?' tanya suster yang ada di situ.
"Engga kok.. saya lagi diapain nih?"
'Mending ga usah lihat deh, Mbak.'

Menit berlalu. Udah hampir selesai kata dokter, saya intip jari saya. Ada benang2 hitam yang membungkus rapat luka itu. Duh.. saya bersyukur sekali dengan penemuan obat bius, kalau tidak...

Setelah selesai semua-semuanya.. dokter berpesan untuk datang minggu depan, buka jahitan. Telunjuk kanan saya dibalut penuh ama perban dan diplester rapat2, ga boleh kena air. Saya dikasih antibiotik yang aman untuk ibu hamil. Saya ga dikasih obat pereda rasa sakit karena saya lagi hamil, takut ngefek ke janin. Katanya ntar kalo pengaruh obat bius ilang... bisa sakit bisa engga. Kalo udah ga tahan sakitnya ya minum Panadol biru aja.. ok deh, dok!

Sorenya.. rasa sakit menyerang.. nyeri banget gitu. Jari sebelahnya pun ikut2an sakit. Tapi saya harus tahan sakitnya.. karena saya bertekad untuk ga minum obat pereda sakit.

Sampai hari ini... jari ini masih terbalut perban. Saya mengetik tanpa telunjuk kanan, mengoptimalkan jari tengah untuk mengetik dan mouse clicking.. aneh rasanya. Semoga Sabtu cepat datang!

Posted by devi at 02:13 PM | Comments (2)

April 14, 2004

SUMMER @ VIENNA, June 2003

old car.jpg


*lagi kangen berat ama Wina*

festival musim panas Danube..
bergegas kita ke sana..

menelusuri kepanjangan sungai
mendekap kehangatan langit Austria
menyapa itik-itik hijau yang berceloteh riang..

terpaku aku pada dia
yang tampak eksentrik berdiri menantang jaman
rona wajahmu sungguh cantik dan menakjubkan
cantik walaupun umurmu sudah lebih dari seperempat abad

ket. foto:
pampi with mobil pos tua di festival Danube - Vienna/Austria
foto2 honeymoon yang lain bisa dilihat di sini

Posted by devi at 10:10 PM | Comments (0)

April 11, 2004

Makna Paskah

1 cross
3 nails
---------+
4given

Happy easter, buddies! (should you celebrate it)

Posted by devi at 07:26 PM | Comments (0)

April 07, 2004

(Mau) Pindahan ?!

Kecewa banget ama perusahaan yang selama ini aku titipin web. Keliatannya emang kudu pindah nih.. ato terpaksa harus cari yang gratisan kayak blogspot ya? Udah prof, ga rese, ga nyusahin, ga bikin kantong bolong lagi.
Pdhal.. pdhal nih.. aku baru promosiin ke salah seorang temen ttg jasa mereka. Uh.. jadi menyesal udah promosi. Yohan.. kalo kamu baca blog ini, aku lagi berencana untuk pindah hosting, karena kuciwa berat, urungkan niatmu!

Ceritanya begini (Percaya Ga Percaya deh!):
Di suatu hari yang naas tiba2 inbox-ku kelimpahan email dari sang company.

Begini bunyinya:
Dear,

Paket Hosting anda Jumpstart tidak ada fasilitas MySql dan Subdomain hanya ada satu.
namun pemakaian anda telah menggunakan 5 subdomain dan 4 database MySql
Mohon di upgrade paket hosting anda sesuai dengan kebutuhan dan pemakaian anda sekarang ini.

Anda bisa melihat services dan fasilitas kami di http://techscape.co.id/hosting/compare.ts
mohon di sesuaikan.

Kami akan menunggu jawaban dari pihak anda dalam waktu 3 hari.

Lho??!!! kan lucu ya... kalo ga ada fasilitasnya kudunya kan kita ga dikasih akses untuk feature itu kan? Orang database and subdomain di servernya ga dibatesin kok, sapa yang ngerti kalo ga dpt fasilitas itu? Lagian kan kita orang berlatar belakang IT, Pampi malah dulu di NOC-nya salah satu ISP terkemuka di Jakarta (wink wink to Sam) dan kita ngerti how to create database, how to create subdomain, kalo ga dibatesin ya.. kita anggep itu sah2 aja toh? Bener ga?

Trus, Pampi pun membalas email mereka. Udah 3 hari, ga ada balesan juga. And apa yang kita temukan bbrp hari kemudia? Domain kita diblok! Wah.... kacau kan? Pdhal kita dah bayar buat setahun, dan blom abis kok masa setahun itu, masih ampe Mei/Juni 2004.

Lalu dengan berat hati.. kita menghubungi mreka lagi, dan katanya mreka ga terima email kita! Pdhal aku yang di-cc-in aja dapet.
>Dear,
>
> Email yang anda kirimkan tidak pernah kami terima,
> dan mohon anda adjust paket hosting
> anda.
>
>
> --
> Thank you!

Pampi bales lagi, tak lupa cc ke aku.. dan dia ga bales lagi. Malah dpt email pemberitahuan lagi:
>Dear,
>
> Mohon email yang saya kirimkan kemarin bisa
> ditanggapi segera, terima kasih atas kerja
> samanya.
>
> --
> Thank you!

Ketahuan lah kalo email server mreka ngaco, lho??!!! ini bener web hosting company kan ya ato saya salah alamat nih?
Karena berasa ngomong sama tembok, kita kan jadi kesel bgt, kita kirim email lagi dan dpt jawaban yang kurang menyenangkan, ga etis rasanya ditampilin di blog ini. Uhhh...

Jadi Pampi en I mo pindah aja nih tempat hostingnya. Ada yang punya usul di mana? Yang ok, prof, menghargai customer, dan tau kalo rekomendasi customer sangat berharga untuk kelangsungan hidup sebuah perusahaan IT seperti mreka...

Kalo mau baca versi Pampi (lebih technical tentunya) click here.

Posted by devi at 05:18 AM | Comments (2)

April 06, 2004

Keluh Kesah Kawula

Hi... I am root, I own your data, I own your server, even I own your rights!!!!

Hehehehe... bagi yg seneng kutak-kutik *nix pasti tau apa yg aku maksud...

Pak admin (kalau anda baca ini), saya sih mau dibilang apa ya... kan cuman penduduk biasa di server milik Anda, yg dikuasai oleh Anda... saya kan ndak bisa apa2.. ya toh? Tapi plis deh... mbok ya jangan ikut2an sama segelintir orang yg katanya jadi pemimpin di negara kita ini, bahkan pemimpin dunia... maksud saya, tulung to tulung... saya kan jg punya hak untuk exist di dunia maya... meski cuman bisa menyewa sepetak lahan di emperan server Anda yg super mewah ini....

Atau, apakah saya harus sewa lahan ke para preman saja ya? Sepertinya meskipun agak kasar, paling enggak mereka tahu saya punya hak untuk sekedar nongol di sini... meskipun mereka gak menerbitkan karcis retribusi, meskipun mereka tidak punya SLA yg jelas...

Eh... kok malah jadi berkeluh kesah... bagi yg gak ngerti baca postingan ini... ya wis gak usah dibaca apalagi dibahas... daripada nanti salah persepsi... nanti malah saya dituduh yang enggak2... ya toh???

Posted by pampi at 03:30 PM | Comments (2) | TrackBack

April 02, 2004

Lempar Batu Sembunyi Tangan

Kesel nihhh............. Udah beberapa bulan ini saya sering diganggu oleh penelepon misterius yang tidak berani menampilkan jati dirinya. Saya paling benci dengan tipe-tipe seperti ini. Menelepon ke HP saya, bersembunyi di balik teknologi caller-id yang bisa disembunyikan (pasti dari IM3) dan habis diangkat, telponnya dimatikan. Kesel ga sih??!!!!!! Apalagi kalo lagi sibuk2nya konsentrasi ama sesuatu dan harus diperlakukan seperti itu. Ugghhhh.. teknologi satu ini emang sering disalahgunakan. Jadi orang jangan pengecut dong.. berani nelpon ya berani bilang dirimu siapa. Dan beraninya jangan misscall doang!
Posted by devi at 03:42 PM | Comments (2)

Friendship II

Hari ini one of my very best friend dulu waktu masih di jogja ultah... hehehe.. suka ketawa juga kalau inget2 masa lalu, kita suka bertiga (ama satu lagi sekarang di kerawang) ke mana2 bareng... suka ngerjain proyek2 gereja bareng... and masing2 punya panggilan sayang sendiri2 :))

Sekarang dia udah jadi seorang manager di salah satu radio swasta di Surabaya, boleh juga tu anak, sampai sekarang gak banyak berubah n yg pasti sih dia masih pegang erat2 prinsip dia untuk gak menempatkan uang di urutan pertama, tp Tuhan di urutan pertama...

Dia pernah ngeluh, sekarang anak2 Tuhan kadang sudah berbeda motivasinya... dia pernah dikunjungi salah seorang yg cukup berpengaruh dan ditawari untuk ikut MLM... tp dia bilang, blon tertarik tuh...

eh... kok jd melenceng ke MLM hehehehe... tp ada kaitannya koq... aku jg liat ada beberapa (gak semuanya sih) yg ikut MLM motivasi bertemannya jadi berubah... kadang mengkontak sohib lama, cuman buat di prospek, kalau ternyata kurang prospek langsung ditinggal... huh :(

anyway... bersyukur banget masih punya temen2 yg masih murni mau berteman... hidup friendster!!! (lho?!)

Posted by pampi at 01:59 PM | Comments (1) | TrackBack

Totto-chan : Gadis Cilik di Jendela

Baru sempet bikin ringkasannya sekarang...
catatan: ini bukan review dari ahli lho ya..

gpu-totto_chan.gifPengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Jumlah Halaman : 272
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 979-22-0234-X
My rating: *****

Gadis kecil bernama Tetsuko, selalu menyebut dirinya sebagai Totto, sehingga orangtuanya pun memanggilnya Totto Chan...
Prestasi terbarunya adalah dikeluarkan dari sekolah. Totto baru duduk di kelas 1 dan gurunya sudah kewalahan menghadapi gadis kecil super aktif ini.

Yang luar biasa, sang ibu berjanji untuk menyimpan ini dalam hati, dia tidak ingin melukai hati gadis kecilnya. Dia berencana baru akan memberitahu Totto bahwa Totto pernah dikeluarkan dari sekolah, nanti ketika Totto berumur 20 tahun.

Lalu, ibu yang bijak ini menemukan sebuah sekolah yang bisa memahami keceriaan, dan imajinasi gadis kecilnya. Tomoe Gakuen nama sekolah itu. Dengan kelas berbentuk gerbong, Totto ternyata sangat menikmati sekolah barunya ini. Apalagi dengan Pak Kobayashi sang Kepsek yang sangat mencintai anak-anak.. Totto yang dulu dicap anak nakal oleh sekolah lamanya menemukan sekolah dalam arti sesungguhnya.

Di Tomoe, murid dibebaskan menentukan urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan menggambar, ada yang ingin belajar bahasa dulu, pokoknya sesuka mereka. Selain ilmu pengetahuan, dia juga belajar makna kehidupan sesungguhnya, arti persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.

What I see
Mengambil setting Perang Dunia II, buku luar biasa ini benar-benar 'mengajar' saya tentang mendidik anak. Berkesan sekali melihat bagaimana guru dan orang tua boleh jadi pendidik sesungguhnya. Berkaca dari dunia pendidikan di Indonesia, boleh dibilang Tomoe Gakuen adalah sekolah impian setiap anak. Sekolah yang mengerti dirinya dan juga sekolah yang membuat dia memahami dirinya sendiri. Totto-chan banyak belajar dari Kepsek Kobayashi yang sangat mengasihi dan mencintai murid2nya tanpa sang Kepsek harus bersikap otoriter atau sok menggurui. Totto melihat teladan, melihat kasih dari sang Kepsek ini. Kegiatan belajar mengajar tidak harus dikemas dalam kekakuan yang membosankan.

Touching moment
Ada bbrp bagian yang sangat berkesan dan menyentuh hati saya. Saya ambil dua aja ya...

1. Ketika Pak Kobayashi memarahi salah satu guru di dapur. Guru ini baru saja mengajar ttg tulang ekor pada manusia, dan sempat keceplosan menanyakan pada seorang murid apakah dia punya tulang ekor. Masalahnya, murid ini punya kelainan (di Tomoe anak2 cacat tidak pernah ditolak); sang murid ini telah berhenti pertumbuhannya -- kerdil saya rasa.
Pak Kobayashi marah sambil menangis, katanya, dia sangat concern pada perasaan sang murid. Buat anak normal mungkin pertanyaan itu tidak akan berdampak apa2. Tapi untuk seorang anak cacat, pertanyaan itu bisa menghancurkan harga dirinya.
Guru itu akhirnya hancur hati dan menyesal, menyadari kesalahannya.
Totto dan seorang temannya berhasil mencuri dengar percakapan di dapur itu. Setelah mendengar betapa marahnya sang Kepsek, Totto dan temannya semakin yakin, Kepsek ini adalah teman, sahabat mereka.

2. Barang Totto ada yang jatuh di toilet (toilet jaman dulu) dan dia langsung berinisiatif menggali lubang kotoran untuk mencari barangnya itu. Bayangkan baunya seperti apa. Sedang sibuk dia menggali, Kepsek lewat dan bertanya apakah nanti dia akan membereskannya lagi. Totto menjamin dia akan membereskannya. Setelah lelah mencari dan tidak menemukan juga.. Totto membereskan galiannya. Tapi dia puas karena sudah berusaha mencari.
The good point is: Kepsek memberikan kepercayaannya kepada Totto dan Totto menunjukkan bahwa dia bisa dipercaya. Inilah cara mendidik anak.
Kalau saya jadi Kepsek pasti saya udah teriak2..:
'Wei Totto! Kamu tau kamu lagi ngapain??? Aduhh.. ini baunya ke mana-mana. Kamu tuh ngerti nggak sih? Alamak... bandel sekali sih kamu.'

Mestinya para pendidik di Indonesia membaca buku ini. Melihat dunia melalui mata sang anak kecil begitu penting supaya kita bisa membantu mereka untuk tumbuh, bukan mendikte, tapi membantu. Dengan memahami mereka, kita bisa lebih tahu apa yang mereka butuhkan.
Apa yang saya dapat dari buku ini akan jadi bekal buat saya, mendidik anak saya nanti.
Note: Ini adalah kisah nyata yang ditulis oleh sang Tetsuko/Totto-chan sendiri.

Posted by devi at 11:47 AM | Comments (3)

April 01, 2004

Friendship

Wah... di kantor lagi pada latah maen friendster (sayangnya masih maintenance sekarang ini)... and seru juga ya melihat temen2 kantor dari sisi yg berbeda...

anyway... jadi pengen kontak lagi ama temen2 sma dulu, smp, bahkan sd (kalau ini sih mustahil kaya'nya ya :) cuman sampai sekarang blon ketemu2 juga... si monik yg barusan gabung aja bisa ketemu temen2 lamanya... ah temen2 ku itu, apa mereka blon kenal friendster?

salut deh buat friendster ini, ide-nya bener2 fresh meskipun dia meniru model X.400 directory yg jg ditiru sama LDAP sama Active Directory-nya Microsoft (yg niru dari Novell sebenernya hehehehe)... tapi bener2 popup from my mind: those guys are geniuses...

Sayang masih beta... sayang masih suka error... tp kita semua cinta taman kanak-kanak... eh... friendster

hidup friendster!!!

Posted by pampi at 04:51 PM | Comments (3) | TrackBack