February 18, 2005
Hidup Hanya Sekali
Things came to my mind these days. Bener ya, semakin bertambah usia, semakin besar tanggung jawab yang kita harus emban.
Saat ini hidup saya berputar di antara hal-hal ini:
- my family (hubby & little Joel)
- ngurus rumah - makan apa hari ini, rumah udah bersih blom, tagihan listrik dah beres? (tagihan PAM, telepon -- diurus oleh Pampi), gaji para staff
- kantor (yang makin lama terasa makin membosankan, hampir 4 tahun)
Saya lagi berpikir nih.. hidup itu cuma sekali (I don't believe in reincarnation), kalo cuma sekali, berarti tidak ada lagi kesempatan memperbaikinya nanti ketika kita tutup usia. Cuma sekali ini saja...
Apa yang mau saya raih dalam hidup ini? Uang banyak? Karier yang cemerlang? Hidup bersenang-senang? Entahlah...
Sebelum punya anak, saya bercita-cita mengejar karier saya sebagai pendidik full time untuk generasi baru yang Tuhan titipkan ke saya. Lalu, ketika anak itu hadir dalam hidup saya, saya menemukan bahwa saya jenuh berada di rumah saja. Saya seperti kehilangan fokus. Lalu saya kembali ke kantor, bahkan saya mencari-cari lowongan di tempat lain. Apa yang saya cari? Gaji besar - untuk apa? Kegiatan - sebegitunyakah? Aktualisasi diri - mungkin ini lebih tepat?
Semalam ketika memandang wajah kecil anak saya, ada yang berkecamuk di pikiran. Inikah yang kamu cari? Rasanya bukan ini, ingin saya menjerit. Tapi saya belum bisa menang dari diri saya sendiri, saya begitu egois.
Hidup ini hanya sekali... tak kan terulang lagi. Masa anak-anak itu juga hanya sekali, tidak mungkin seorang remaja bisa kembali ke masa kanak-kanaknya lagi. Saya hari ini terpekur membaca:
akhirnya, pendapat saya (don't take this as an advice) adalah: kalau
anaknya masih di bawah umur 6 tahun dan disupport oleh keluarga dan
tidak terpaksa pergi kerja, lebih baik ibu di rumah. Kalao "terpaksa"
kerja (banyak lho yang terpaksa beneran, karena faktor finansial),
maka sebaiknya jam kerja per hari dibuat seminim mungkin dan jarak
kantor-rumah dipilih yang sedekat mungkin. jangan sering-sering dinas
ke luar kota.
Telak sekali Jo.. :)
Saya harus bertanya lagi jadinya... saya ini "terpaksa" ga bekerjanya? Benarkah faktor finansial yang membuat saya bekerja? Apakah ketika seorang perempuan menikah.. dia harus mengubur semua mimpinya? Ketika seorang perempuan mempunyai anak, haruskah dikesampingkan semua cita-citanya? Saya ingin tau jawaban dari semua ini... tentu saja semua orang punya preference sendiri. Tapi hidup saya ini hanya sekali.... sekali ini saja.. dan tak akan kembali lagi.
Posted by devi at
03:44 PM
|
Comments (2)
February 03, 2005
[Media Watch] Shark Tale
Akhirnya saya sempet juga nonton film animasi satu ini. Udah penasaran cukup lama soalnya, untung dapet pinjaman DVD dari sepupu kecilku, Novi.
Lucu memang.. ada ikan hiu jenis Great White Shark (karnivora) yang ga makan daging. Lenny si hiu aneh ini, membuat gemas ayahnya Don Lino, bos mafia, karena tingkah lakunya yang tidak lazim buat se'orang' hiu. Lenny lemah lembut dan tidak sangar, beda dengan kakaknya Frankie.
Suatu ketika Frankie terbunuh dalam suatu kecelakaan, Lenny segera melarikan diri, karena ia tahu, ayahnya akan memaksa dia untuk menggantikan Frankie. Lenny.. lalu bersahabat dengan Oscar, ikan kecil yang bekerja di Whale Wash milik Sykes. Semua mengira Oscar lah yang membunuh Frankie, sehingga Oscar yang tadinya bukan siapa-siapa mendadak jadi seleb.
Lenny kemudian bekerja juga di tempat Sykes dengan menyamar jadi lumba-lumba sehingga tidak ada yang tau bahwa dia sebenarnya adalah hiu.
Akhir dari cerita ini.. Don Lino akhirnya dapat menerima bahwa anaknya Lenny.. adalah pribadi yang berbeda. Lenny kemudian kerja di salon.
What is the moral of the story?
Masih ingat dengan cerita saya ttg pihak Hollywood yang tampaknya berusaha sangat keras mengubah image kita ttg homoseks? Sepertinya film ini juga termasuk dalam kampanye mereka.
See, Lenny itu jati dirinya adalah hiu pemangsa, bukan hiu vegetarian. Follow this link to learn about Great White Shark. Saya ga tau kalo ada GW yang vegetarian.. tapi sepertinya tidak mungkin.. karena kalau GW menjadi vegetarian, dia akan tergusur oleh seleksi alam, rantai makanan juga pasti jadi kacau.
Jadi, Don Lino-lah yang harus menerima Lenny apa adanya. Don Lino-lah yang harus mengerti dan memahami bawa Lenny itu 'beda', Lenny tidak akan menjadi seperti kodratnya ketika dilahirkan, Lenny tidak akan jadi mafia.. sebaliknya, Lenny akan kerja di salon, bukannya jadi mafia yang garang.
Ok, I think I understand what is the moral of the story.
Posted by devi at
12:55 PM
|
Comments (5)
February 02, 2005
Kata-kata Menyebalkan
Tadi dengerin Female 100.2 FM sambil menikmati suasana pagi Jakarta.. pagi lho.. biasanya jam 9 blom nyampe kantor, ini jam 7 sudah di Pejompongan. Hari ini topiknya tentang kata-kata menyebalkan.
"Kata-kata apa yang kamu paling sebel kalo ada orang ngomong begitu?"
Well... tadi ada macem-macem jawabannya. Ada yang jawab begini,
"Eh elu umur berapa sih kok belom married?"; kalo udah married, "Kok belom punya anak?" Wehhh!!!!
atau
"To, elu kantor lo enak ga, gajinya berapa?" :D *so annoying deh!*
"Anak lo kok kurus sih..."
Ngomong-ngomong soal 'anak lo kok kurus' .... ini saya alami sendiri. Kadang-kadang saya pengen tau deh, yang ngomong itu ngerti ga ya, kalo kata-katanya itu mengganggu banget. Memang harusnya cuek aja ama kata-kata tidak membangun seperti ini, as long as anaknya sehat-sehat aja, tapi kadang-kadang keintimidasi juga.
Hari Minggu yang lalu, di sekolah minggu, saya bermaksud menjemput Joel, my 9-month-old baby. Seperti biasa, rombongan baby sitter, maids, dan mak-mak udah ada di dalam. Eh, blom apa-apa udah disapa:
'Dev! Joel kecil banget sih! Minum susunya kedikitan lho kalo cuma 3 kali'
Oala........................... so intriguing. Pengen marah tapi kita tidak boleh mendowngrade diri kita, kita harus tetap tampil anggun kan? :) kekekekeeke
Herannya yang ngomong ini kayaknya ga sadar kalo anaknya juga ga 'gede' kayak Willi :)
Saya bener-bener terganggu dan terintimidasi dengan kata-kata ibu ini. Sampe saya liatin terus my baby Joel, sekurus itukah dirimu, Nak? Pas hari itu Joel berberat 7,9 kilo.. habis sakit, biasanya memang turun berat badannya.
'Minum susunya cuma 3 kali? Malem ga minum lagi? Kuat tuh? Anak gua aja (umur 1 1/2 tahun) masih minum susu saban jam 2 pagi.'
Waks?! Justru itu yang kita hindari, Bu..... Anak kita harus belajar tidur sepanjang malam.... dia bangun tiap jam 2 pagi, karena dibiasain... weleh weleh. Tapi saya jawab begini:
'Lho!? Di kelas parenting kan diajarin untuk meniadakan susu malam sejak bayi umur 2 bulanan? Jadi dia bisa bobo sepanjang malam. Bukankan kita ingin punya anak yang menyenangkan dan tidak merepotkan kita?'
Kedengarannya kejam ya? Engga kok... saya betul-betul menikmati ketika anak saya, di akhir bulan ke-2, sudah bobo sepanjang malam. Tidak ada lagi susu malam, kecuali kasus-kasus tertentu, spt pas di Salatiga yang dingin, bawaannya laper terus.
Jadi ngelantur ke mana-mana.... Intinya sih gini.. tiap orang punya cara sendiri. Seperti saya dan Pampi yang punya cara dan metode sendiri dalam membesarkan anak kami, tiap keluarga punya style yang berbeda.. so hargailah.
Pampi sibuk membesarkan hati saya yang terintimidasi berat dengan kata-kata si ibu tadi. Saya juga udah bolak-balik baca bbrp buku referensi soal berat badan anak. Engga kok, Joel masih dalam range normal. Tidak lebih, tidak kurang. He's ok kok. Sekarang pelan-pelan berat badannya juga udah naik lagi walaupun minum susu masih agak susah :)
Yah.. moga-moga saya juga ga ikut-ikutan ngomong kata-kata nan menyebalkan ke orang lain.
Posted by devi at
08:46 AM
|
Comments (1)
February 01, 2005
Manusia Pembelajar
Manusia mustinya gak pernah berhenti belajar, kata seorang Andrias Harefa (semoga bener spell-nya). Hmm... bener juga... Sekarang musti banyak-banyak membaca, banyak-banyak nulis supaya terus mengalir ide2 baru... yg membuat hidup lebih berwarna...
Today after meeting dengan management, ternyata ada opportunity buat support Linux Worldwide di office... I'll give it a shoot! Or kesempatan lain adalah champion buat produk security tapi lingkupnya MEA... hmm.. ini second option ;)
Let's learn and re-learn!
Posted by pampi at
01:20 PM
|
Comments (1)