November 2007
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30
 





 

March 30, 2005

Madu yang Sendu : Indonesia Tanah Air (Beta)?

Napa ya... akhir-akhir ini susah banget mencintai negeri ini. Semua sudah terakumulasi dan mencapai titik jenuh.
Kemarin, pas engga ngantor, ada galian PAM di depan rumah.. setelah 2 bulan yang lalu mereka menggali dan tidak menimbunnya dengan aspal, mereka menggalinya kembali, katanya mau ganti pipa, rehabilitasi-lah gitu ceritanya.
Lalu ternyata karena PAM ganti pipa, mau ga mau ada alat yang harus ditambah supaya saya sebagai konsumen tetap mendapat pasokan air, dan ternyata, itu dibebankan kepada konsumen. Tidak mahal memang, cuma 6500 rupiah saja, tapi tetap saja saya heran kenapa saya yang harus repot kalo PAM ganti pipa? Apakah ini korupsi kecil2an yang mereka lakukan juga? Let's say 6500x20 rumah saja, udah 130.000
Blum lagi yang ditilep ama tukang yang harus dibujuk-bujuk dulu untuk mbeliin alat itu, blum lagi tip-nya. Blum lagi tukangnya yang tiga kali minta uang rokok sampai 'nekad' menyuruh our maid, untuk membangunkan tuan rumah. Nekad kan? Emberrrr... :)

Belum terlalu lama ini, ada petugas imigrasi yang ke rumah, sendirian. Ini contoh nekad satu lagi. Dia mendatangi adik saya yang lagi diurus passport-nya ama agen (550rb untuk 7 hari - keterlaluan); katanya kurang satu berkas, yaitu surat pengantar dari RT/RW. OMG! Keterlaluan yah... jelas banget dia itu madu dan sendu.

Masih teringat jelas juga, tiap bulan Agustus saya udah siap2 bete, karena bakal banyak yang datang minta sumbangan. Dari RW, dari RT, dan ntah dari mana lagi. Kalo ditolak marah... kalo ditanya berapa katanya serelanya... kalo saya ga rela gimana???

Teringat juga pas diberhentiin polisi karena menurut dia saya salah. Saya masih ingat betapa sendunya wajahnya.

calo
Yang paling susah dilupakan waktu mbikin SIM. Oalah.... Dari jam 9 pagi - jam 4 sore... saya mengikuti prosedur dari awal - ruang ujian. Pertama, bayar biaya administrasi sebesar 50ribu something. Bayar tes kesehatan, bayar asuransi. Lalu ngambil nomor buat test. Di sini dimulai kesenduan dan kemaduan itu! Saya ambil nomor dan mau pergi.. trus dia bilang gini: 'Sepuluh ribu.' Pdhal di atas kepalanya ada tulisan: 'Hindari Calo' Jelas! Karena kalo kita pakai calo, pendapatan mereka akan berkurang.
nungguujian
Setelah mengambil nomor, mau ga mau saya harus berkompromi, memberikan 200rb supaya bisa lulus. Berkaca dari pengalaman teman kantor saya yang tadinya tidak sudi bayar2 begini, yakin pasti bisa lulus... harus mengulang 4 kali ujian teori, sampai akhirnya dia menyerah, dan bayar polisi supaya lolos. Sudah rahasia umum, tidak bayar... ya tidak lulus.
ujianpraktek
Ujian teori selesai, ujian praktek. Setelah dinyatakan lulus, difoto. Di sini harus bayar 10rb lagi. Setelah itu menunggu SIM jadi, bayar 10rb lagi untuk mengambil. Kedengarannya prosesnya gampang ya. Jangan salah, saya harus bolak-balik turun naik tangga, karena ketidakprofesionalan para staf SATPAS dalam mengelola pembuatan SIM. Bayangkan, setelah saya selesai ujian praktek dan dinyatakan lulus (sudah pasti lulus kalo mbayar), ternyata data saya tidak ke-entry! Kesel? Banget....

Mungkin karena saya tidak melakukan proses pencaloan by polisi dari pintu masuk, sehingga mereka sudah menominasikan saya sebagai peserta gugur.. sehingga data saya tidak di-entry. KEBANGETAN!

Saya ingat juga waktu bikin KTP di kelurahan. Tinggal stempel doang... saya dimintain duit. Saya bilang.. saya engga bawa... diketawain saya... Katanya, ke kelurahan kok ga bawa duit. Terpaksa saya pulang dulu dan mengambil dompet.

Juga kasus kenaikan harga BBM dan mobil saya yang masih juga ngelitik padahal sudah dikasih Pertamax Plus.

Saya ga tahan dengan ketamakan yang ada di bangsa ini. Semua merasa begitu miskin sehingga harus 'memeras'. Tamak, serakah, iri hati, sudah jadi penyakit bangsa ini. Sendu dan madu juga melanda aparat pemerintah sampai ke sendi-sendi terkecilnya.

Duh, semoga ini tidak jadi bitterness. Semoga saya masih bisa mencintai bangsa ini, karena makanan Indonesia masih yang paling ok buat saya. Oh? Hanya karena makanan? KETERLALUAN :)

Posted by devi at 11:28 AM | Comments (3)

March 24, 2005

Hadiah

Besok Good Friday.

Mengapa disebut Good Friday? Saya google sebentar... *tunggu yah* got it...
Dari Wikipedia:
Good dalam Modern English berarti holy.

Setelah hingar bingar Natal yang mulai melenceng dari makna kelahiran sang Kristus itu sendiri... Paskah adalah momen yang biasanya dirayakan dalam kesederhanaan, dalam perenungan, paling tidak buat saya pribadi.
Jika saja, Yesus dalam tubuh manusianya, malam itu di Getsemani..... batal menyerahkan diriNya untuk disesah?. hidup saya tidak akan punya arti, hidup saya tidak akan punya jaminan. Saya akan berusaha berbuat baik, berderma, menghindari kejahatan, terus begitu sampai saya kelelahan sendiri, sambil berharap, kebaikan saya ini dicatat oleh Yang Maha Kuasa dan bisa membuat account kebaikan saya surplus, yaahhh paling tidak balance-lah, jangan sampe defisit. Begitu?

Ah, kalau begitu saya tidak akan pernah bisa membalance-kan account saya. Saya ini orang yang temperamental, tidak sabaran? sepanjang hidup saya, saya akan lebih banyak berbuat hal-hal negatifnya, dibanding orang yang terlahir dengan karakter penyabar atau lemah lembut. Jadi apakah sifat temperamental itu salah? Kalau begitu alangkah kasihannya orang-orang yang punya kecenderungan cepat naik darah seperti saya? Alangkah tidak adilnya????

Mempercayai karya penyelamatan Yesus Kristus dan beriman di dalamnya, sounds silly bagi sebagian orang di jaman ini. Kata mereka: ?Hare gennee??? :)
Hanya ada dua kemungkinan,
Dia adalah Pembohong Besar ketika Dia berkata:
?Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada orang yang dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku??.
atau .............
Dialah Kebenaran itu

Yesus.. terima kasih
Karya cintaMu bagiku
Menebusku dari kesia-siaan
Memberikan arti dalam hidupku

Bukan karena aku baik,
atau karena aku pantas mendapatkannya atas semua jerih lelahku
Tetapi hanya oleh kebaikanMu semata, karena anugerahMu
Kau berikan sebagai hadiah
untuk orang-orang yang mau menerimanya

Aku, tidak pernah tidak punya alasan untuk bersyukur, karena hidupku yang sekarang adalah hadiah semata.

Paskah tahun lalu, cari yang tanggal 11 yah.

Met Paskah, met merenungkan kebaikan Tuhan.

Posted by devi at 03:50 PM | Comments (0)

Nice Advice

Nice advice di website-nya Joel tentang career advice buat fresh-grad Computer Science.... good one!

Posted by pampi at 10:49 AM | Comments (0)

March 22, 2005

Hacked :p

Our friends website has been hacked! Gile... yang ngehack katanya orang yg berdialek malay, tapi kan ini baru indikasi awal, blon ketahuan dari mana...

Lagi minta log-nya buat dipelajari, hmm.. something interesting about forensic :)

Posted by pampi at 04:41 PM | Comments (0)

March 09, 2005

Jakarta Punya Cerita

Jakarta-traffic1.jpg
Been lately trapped? Liat aja gambar di samping ini. Beginilah namanya ibu kota yang metropolitan ituhPengguna jalan tentu tidak asing dengan istilah -pamer paha padat merayap tanpa harapan- atau yang baru-baru ini dipopulerkan oleh salah satu penyiar SK, -pamer dada padat merayap dadah-dadahan-.

Pagi ini....... untuk kesekian kalinya, spion kanan si Vivi ditabrak dengan kezam oleh pengemudi motor yang tak bertanggung jawab. Kali ini aku marah banget.. karena ini orang udah nyelip ngebut lagi... ga ngerti apa kalo jalanan sempit?
Langsung aku buka kaca, ta' marahin karena ga kuat nahan kesel:
'MAS! LIAT2 DONG! BARET NIH' dicuekin lagi.......uuuuuuuuuuuhhhhhhhh kesel!
Spion kanan kiri udah ga ada yg mulus, semua udah terluka lebih dari 2 kali dan semua penyebabnya adalah motor!!!

Pelanggar tata tertib lalu lintas tertinggi (setelah angkutan kota) bisa dipastikan adalah pengendara motor. Nyuekin traffic-lamp, masuk jalur cepat, ngelawan arah, baretin spion-ku... :) itu cuma sedikit yang bisa kuingat.

Bagaimana cara mendidik bangsa ini yah? Bagaimana agar bangsa ini ngerti yang namanya toleransi? Kata pak guru yang ngajar PMP dulu, salah satu sifat orang Indonesia adalah toleransi, musyawarah mufakat, en so on. MANA?

Perhatiin ga, jumlah motor di Jakarta ini udah OVER. Bisa dilihat dari 3-digit huruf di belakang angka pada plat nomor kendaraan, i.e: B 1234 XYZ.
Semua pasti pengen punya kendaraan sendiri, aku maklum..... kalo bisa beli mobil, pasti semua juga pengen punya mobil. WHY???!!!! Karena transportasi kita tuh parah banget, kayak ga ada yg ngurusin aja.

Smoga mimpiku ttg Jakarta bebas macet, bebas kekacauan, rapih, tertib... bisa terwujud suatu hari dalam acara ........... MIMPI KALI YEEE??? *kidding*

Posted by devi at 06:03 PM | Comments (1)

Comfort Zone

comfort.jpg Hari-hari ini aku lagi mencari peluang untuk bisa mendapatkan suasana baru setelah nyaris 4 tahun kerja di kantor sini.
Antara pengen kerja dari rumah.. sama pengen cari kantor baru yang smart building, smart dress, dll........ begitu kepengenannya.
Udah ada dua organisasi yang menawari kerjaan, 2-2nya non-profit, salah satunya sudah masuk tahap serius.

Tapi....... muncul lagi keraguan besar karena sulit mengalahkan daging ini yang sudah begitu nyaman dalam COMFORT ZONE ini. Coba baca baik-baik cerita di bawah:

Jam kantor officially 09.30 - 18.00. Prakteknya, kita sah-sah aja telat ampe sejam... kalo dateng jam 09.30, banyak yg blom pada nongol, tapi emang jarang yang teng-go, biasanya jam 18.30-an baru pada cabut, ga ada strict absent control di sini.
Makan siang disediain, sudah termasuk buah.
Internet bebas pake sampe bosen sendiri, mau email2an, chat dengan Instant Messenger, mau ngapain aja, asal kerjaan selesai tepat waktu dan hasil memuaskan... ga ada yang akan mengusik kamu.
Boss bule rada rese tapi bisa dikonfrontasi, orang bule sangat bersedia dikritik.
Gaji cukup memuaskan, ga tinggi-tinggi banget, ga kurang-kurang banget.. it's ok-lah.
Baju bebas, mo pake celana pendek or sandal jepit, ga ada yg ngelarang.
Tempat kerja berlokasi di sebuah rumah besar dengan kebun luas yang ada pohon kelapa, pohon jambu, dll dan kolam renang.
Ada supermarket deket kantor, jadi bisa belanja2 dulu.
Searah dengan kantor Pampi, abis dari Sentra Mulia, Kuningan langsung meluncur ke Warung Buncit, pulangnya vice versa dan ini melawan arus, jadi ga macet2 banged.
---the end of the story----------

Gimana ini ga jadi my comfort zone? Bosen sih emang, tapi nanti di tempat baru gimana? Udah 4 tahun hidup merdeka, tiba2 harus dikurung dengan sejuta peraturan.. oh no.... Gimana yah?

Hal yang aku kurang suka dari kantor ini adalah jam pulangnya saja, yg jam 6 sore. Sampe rumah seringnya udah kemaleman... ga sempet maen ama Joel.. tapi ini pun sudah diantisipasi ama kantor sehingga saat ini aku berkantor cuma dari Rabu-Jumat dengan status part time.

Sanggupkah aku menukar comfort zone-ku? Pls comment....

Posted by devi at 05:35 PM | Comments (1)

March 07, 2005

It's Not About you

Hmmm.. a sentence that ping my mind about the purpose of my life....

All began with our discovery of the (most) famous books right now -- maybe after Rich Dad Poor Dad -- The Purpose Driven Life by Rick Waren, displayed on the front etalase of one book store in Taman Anggrek Mall.

Yes, it's not about me, so what?

"The Purpose of your life is more greater than your own personal fulfillment", because it start with God.

"For by him all things were created: things in heaven and on earth, visible and invisible, whether thrones or powers or rulers or authorities; all things were created by him and for him."
because it is how the life begin.

To be a successful person and to fulfill my purpose of life are two different things...

So, the devotion for today... am I pursuing God's purpose, or mine?

Posted by pampi at 01:58 PM | Comments (0)

Indie Book

Kemarin waktu jalan-jalan ke superblock Ambasador buat belanja buggy stroller-nya Joel iseng2 mampir ke toko majalah... liat2 gak ada Autobild yg baru, hmmm.. scanning kanan kiri, eh ada buku yg menarik 'hacking uncensored' yg bikin orang Jasakom. Hmm.. boleh juga neh buat dikoleksi, soalnya ini buku bukan diterbitkan oleh 'Label' tapi oleh dia sendiri... mahal seh (45.000) sementara buku setara terbitan major label mungkin separohnya...

But anyway, menarik juga ya ternyata selain buku Jalansutra yg dibuat Pak Bondan, ada juga buku indie yang lain... bravo!

Posted by pampi at 01:33 PM | Comments (1)

RedHat Certified Now

logo_rh_home.png
Ternyata pengorbananku n Joel ga sia-sia... :) Papa Pampi lulus juga dari ujian RedHat-nya dengan hasil 100%!!!!
Congrats ya, hun!!!!!!

Posted by devi at 09:49 AM | Comments (0)

March 03, 2005

Nungguin

Pampi lagi training RedHat di Bajau, Tebet. Dari Senin-Kamis, Jumat ujian sertifikasi.
Udah 2 malam ini saya nungguin dia ampe malem. Semalem ampe jam 7, hari ini ampe jam segini.. blom selesai juga. Mmmm... betapa berdedikasinya sang instruktur, sampe bela2in ngajar ampe malem, padahal pesertanya cuma 5 orang. Bayangin, dari jam 9 pagi sampe jam 1/2 9 malem.. blom kelar juga. :) Ruaaarrr biasa... pasti pake Fa**go* Spi**t - hayoooo ato pake K**ti*g D*eng.
Tauk deh.
Pdhal niatan ikut training biar ga bete di kantor, eh... malah lebih bete lagi sekarang.. masa jam segini blom di rumah :(( uuuuuuuuuuhhhhhhhh

Yang ga enaknya nunggu di kantor sini, kantornya Indodata.. kalo jam segini udah sepiiiiii.... sekarang tinggal me & Ipul yang dengan sukarela nemenin, habis kalo sendiri rasanya ga nyaman dan ga enak.
Dan lagi kalo dah jam 8 malem, line internet kantor dipake buat extract file yang besar2 dari Paris ato kalo engga buat nge-sync databasenya. Jadi udah internetnya super-lambreta, ga ada temen ngobrol, ga ada gawean... ngeblog aja deh.. :)

Posted by devi at 08:41 PM | Comments (1)