April 27, 2005
About to Leave
Yep.. akhirnya bulat sudah keputusan saya buat ninggalin comfort zone.
2 Mei 2005, saya sudah berkantor di Wahid Hasyim. Begitulah hidup, selalu ada perubahan, dan jangan takut pada perubahan itu.
4 tahun di sini, dari Kemang pindah ke Kuningan dari Kuningan ke Buncit, semua udah saya jalani. 4 tahun lalu saya naek bus AC dari Kota ke Blok M nyambung bajaj atau kalo lagi ga ada duit ya naek Kopaja (dah lupa nomornya) meuruni jalan Bank-Prapanca, lumayan jauh ke dalam. Di sinilah masa-masa keemasan itu: untuk 8 orang staff, makanan melimpah, snack, kopi, minuman sachet, pizza, fried chicken dll... juga tidak ada yang rewel :) tidak ada yang jadi boss.
Lalu pindah ke Kuningan, mulai terasa tidak nyaman. Staff sudah bertambah mejadi 12, typist 40 orang, mulai ada yang jadi boss, macam2 peraturan....
Di Buncit akhirnya saya menyerah... saya sudah tidak merasa @ home lagi. Cuti tahunan yang dipotong ketika sedang istirahat melahirkan.. selain itu saya juga sudah jenuh, saya akan tetap jadi web designer seumur hidup saya kalau tetap di sini.. walaupun kerjanya tidak berat, tapi.. manusia butuh terus berkarya sehingga tidak kehilangan produktivitasnya.
Semoga di tempat baru, saya bisa mendapat pengalaman hidup yang berharga. Ketika saya tidak lagi dalam pekerjaan yang berorientasi profit.. semoga saya dapat pengalaman baru yang lebih membuka mata hati saya.
Ya... hopefuly.
Posted by devi at
12:30 PM
|
Comments (1)
April 15, 2005
Joel Rebutan Jagung

TKP : Parkiran Taman Bunga Nusantara Cipanas
Tersangka Utama : Joel CA & Papa
Ceritanya, waktu itu kita maen ke Taman Bunga Puncak, terus pulangnya beli jagung di parkiran. Sambil gendong Joel, Pampi aku suapin jagung rebus yang masih anget... hmmm.. enak sekali.
Reflek, Joel langsung 'haaapp' di sisi sebelahnya... tiap kali dijauhin jagungnya.. dia langsung nunjukin wajah protes dan kepalanya juga langsung menyasar si jagung.. heheheehehe...
Posted by devi at
05:53 PM
|
Comments (0)
April 13, 2005
House Warming - Babel's Food
Bulan Maret yang lalu, seorang sepupu saya mengadakan selamatan rumah barunya di kawasan Kosambi, Jakarta Barat.
Karena pasangan ini adalah mix Bangka Belitung, maka makanan yang terhidang adalah kontribusi dari dua daerah ini dengan didominasi makanan Belitung karena sang nyonya rumah asli Belitung.
Setelah kebaktian ucapan syukur selesai, tamu-tamu pun dipersilakan mengambil hidangan. Saya yang orang Bangka, sampai hari ini belum pernah menginjak tanah Belitung, padahal Belitung jauh lebih dekat dibandingkan Pulau Timor, yang sudah saya kunjungi tahun 1997 akhir.
Jadi, saya cukup penasaran dengan makanan Belitung ini. Yang khas dari Belitung adalah: sate babi yang bentuk dan rasanya beda banget dengan sate babi Bangka, ada juga cakien, sejenis makanan yang pake kulit ngohiong yang rasanya babish sekali, juga sop baso ikan Belitung. Yang asli Bangka cuma masakan tante saya, mie goreng :)
Sop baso ikannya bener-bener enak. Selama ini saya pikir yang saya sering makan di Bangka sudah cukup enak... ini enak banget :) Basonya dibuat sangat garing, susah mendeskripsikannya.... yang saya tau, rahasia supaya baso ikan ini punya jenis kegaringan seperti ini adalah es batu, komposisi air dan cara mengaduk adonannya- pake dibanting-banting segala lho. Sop yang sangat sederhana ini (cuma baso & fukien) yang diberi daun-daunan berwarna hijau, mohon maaf, saya lupa nama daun ini, bentuknya seperti daun bawang berukuran kecil, kalau makan mie di Bangka... pasti di atasnya diberi taburan daun ini. Ini makanan halal, kecuali kalau diberi minyak babi.
Sate babinya... sekilas seperti sate lilit di Bali, yang bagian luarnya seperti diberi tepung panir, berbeda dengan sate babi Bangka, yang agak mirip dengan yang saya temukan di Jakarta, cuma daging babi dari daerah biasanya lebih enak, lebih tidak bau. Oh ya, sate babinya tidak menggunakan saus kacang, sekali lagi.. beda dengan sate babi Bangka.
Satu lagi yang saya mau komentari tentang satu2nya makanan Bangka di sini, adalah mie goreng. Bukan sembarang mie goreng lho, karena kalau yang masak orang Bangka, rasanya lain, karena ada perbedaan dalam bumbu.
Mie-nya mie telor biasa, tapi sering kali dapat ditemukan irisan timun, wortel dan bengkoang dalam komposisinya. Katanya, bengkoang memberikan rasa manis alami. Mungkin kecapnya yang membuat kesan berbeda, kecap yang digunakan adalah kecap asin. Yang ini juga halal, karena hanya menggunakan minyak goreng dan daging ayam.. kalau versi aslinya... pasti menggunakan unsur2 babi.
Sop baso-nya laku keras.... beberapa kali harus ditambah. Sayangnya saya mendapatkan edisi tanpa fukian :( Fukian adalah sejenis otak-otak yang dibungkus kulit kembang tahu lalu digoreng. Saya jadi kepengen ke Belitung nih... kapan ya?
Posted by devi at
03:40 PM
|
Comments (0)
April 07, 2005
Miss Complaint
Saya udah jadi mis komplen nih. Dari hari Senen-Rabu, kerja saya komplen2 mulu, ada tiga komplen yang sudah saya layangkan, bahkan kemaren saya tulis 2 email komplen.
Komplen #1
Buat Indosat, untuk produk Matrix-nya. Tepatnya 12 September 2004, saya mengajukan aplikasi untuk pindah ke Matrix 9 free abonemen, sekalian saya non-aktifkan GPRS saya, soalnya takut nanti kena charge mahal (nyesel sekarang, ngidupinnya rese banget prosedurnya).
GPRS saya non aktif tidak lama setelah hari itu. Tapi... sampai hari ini, saya tetap dikenai abonemen sebesar Rp 25.000, dan saya sudah call ke hotline mereka sebanyak 4 kali dan semuanya berjanji akan follow up, dan saya pake acara ngambek akan mem-blacklist dan akan unsubscribe. Ga mempan ternyata :D Akhirnya saya menyerah... kirim email aja, dan langsung ditanggapi dan menurut mereka sudah ditindaklanjuti.
Bener kata Pampi, orang2 yang bekerja dengan internet punya kecenderungan untuk gerak cepat.
Komplen #2
Carrefour... saya indikasi menjual produk elektronic yang tidak lolos QC a.k.a barang reject di program ZEPRO - bunga 0%-nya. Saya membeli TV 21" flatscreen merk Sharp di sana. Setelah dibawa pulang, -kami tidak mengetesnya di sana, karena sgt rame dan crowded- ternyata layarnya miring, terlihat jelas kalau ada teks berjalan atau ticker spt di MetroTV dan lagi ternyata tipenya tidak sesuai dengan yang ada di struk. Tiga hari kemudian kami balik lagi ke sana, diberi tahu, tipe itu memang sudah habis -kenapa juga kita ga dikasih tau- dan akhirnya kami diganti dengan yang "baru" (dengan segel Carrefour, bukan Sharp), kami tes sebentar dengan antena indoor, kayaknya oke2 aja.. dibawa pulang tanpa kardus -tidak diberi kardus baru, alasannya untuk retur ke Sharp harus pake kardus yang bagus- dicoba dengan kabelvision, begitu lagi.. cuma tidak semiring sebelumnya. Mungkin di sana tidak terlalu ketara karena adanya distorsi dari antena indoor.
Pampi pun kirim email ke CS Carrefour Puri Indah. Tidak ditanggapi juga.. Maka saya pun kirim ke Head Office... tidak ditanggapi juga.. entah apa maksudnya.
Komplen #3
Garda Oto. Mobil kami menggunakan asuransi dari Garda Oto. Sebenarnya saya no komplen dengan Garda. Masalah satu2nya dan ternyata cukup mengganggu adalah.. tidak disediakannya mobil pengganti selama mobil masuk bengkel. Terakhir si Vivi masuk bengkel 4 hari, duh bener2 repot. Ongkos taxi pp total 65rb per hari belum lagi ketidaknyamanan yang lain dan harus bayar own-risk 100 ribu per kasus pula, plus.. premi Garda termasuk kategori mahal dibanding asuransi lain, yang memberikan mobil pengganti. Belum ditanggapi sampai sekarang... saya lagi menunggu....
Posted by devi at
01:59 PM
|
Comments (0)
April 06, 2005
Joel Atit
Kesian Joel.
Hari Sabtu yang lalu, pulang dari rumah Om Gde Arie yang asik di Cibubur, Joel mendadak anget kepalanya.. pertama2 aku kira karena kurang tidur, karena dari pagi tidurnya keganggu terus. Lagi bobo enak2 di mobil, dibangunin, diajak maen ke GymboTimes. Trus lagi bobo enak2 lagi, sampe ke Cibubur, jadi tidurnya cuma bentar2.
Besok paginya badan Joel masih agak anget, tapi kita tetep bawa dia ke Gereja Anak KEGA (Sunday school-nya Joel), soalnya dia ga rewel, tetap cerita dan hari itu ada perayaan Paskah. Eh, tapi sampe di sana dia kolokan banget, nempel ama mamanya, ga mau lepas, dan akhirnya teler, bobo waktu dikasih susu. He missed crawling competition dan menghias telor :) Habis itu dia bangun dan ceria lagi... dan dah ga anget lagi.
Senen pagi, semua berjalan seperti biasa, kecuali ada bintik merah di bagian kepala Joel. Kita pikir dia digigit nyamuk.
Selasa pagi, nanny-nya Joel lapor, bintik2nya tambah banyak, di muka, di punggung, di kepala, dan sepertinya ini ciri2 varisela/cacar air.
Ga jadi berangkat kantor, Pampi langsung membawa kita ke klinik Anakku Greenville. Bener, cacar air. Dikasih obat racik ama caladine+menthol. Ya udah... Joel kudu dikarantina seminggu.
Padahal dokter sudah menjadwalkan vaksinasi Varicella-nya nanti tanggal 14 Mei 2005, setelah berumur setahun. Tapi ternyata Joel memilih untuk di-imunisasi alami :) Jadilah, bayi 11 bulan terkena cacar air. Aku rada nyesel sih.. coba udah diimunisasi duluan, pasti dia ga kena. Untungnya Joel tidak lantas jadi rewel, syukurlah....
Posted by devi at
01:00 PM
|
Comments (1)