November 2007
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30
 





 

April 25, 2006

The Prayer of David

Eh, tau ga si anu gay lho
Duh, dia kan pemain musik, suka pimpin pujian juga di gereja
Pendeta anu mau cerai
Aduuuh... kok bisa sih, dia kan salah satu tokoh kegerakan
Blum tau ya, si pendeta anu ternyata berprilaku seks menyimpang. (I'll keep the rest for myself, it hurts me too much, I don't have a heart to write it here.)
Ohhh.. I was one of his fans. Aku masih ingat ketika dia berkhotbah ttg seks yang kudus (yaitu antara dua orang yang sudah disahkan sebagai suami&istri), aku masih ingat bagaimana dia mengajar kita untuk bergaul akrab dengan Tuhan...
Pendeta anu selingkuh dan sudah pisah rumah dengan istrinya
Please.. stop it!! Please.. I can't stand it!

Kabar2 ini begitu melukai hati. Mereka2 ini adalah orang2 yang pernah tampil di mimbar, berbicara, menggugah hati orang banyak, membangunkan mereka yang 'tidur' secara rohani, dan tidak sedikit di antara pendengarnya yang berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka adalah orang2 luar biasa yang pernah dipakai Tuhan secara luar biasa dan..................

Ada apa dengan mereka, Tuhan? Apakah mereka juga sedang 'tertidur'? Siapakah yg bisa menggugah mereka, Tuhan? Tolong mereka, agar bisa bangun dari tidur panjang mereka. Please Lord, I beg you.. Like King David who has committed adultery; came, kneeled down before You and begged You to create in him a cleanse heart, please do so in them. Please, Lord... Please....

Posted by devi at 12:37 PM | Comments (2)

April 19, 2006

Iman

Saat masa depan tak terlihat, saat itulah iman jadi mataku
Saat kabar-kabar baik tak kudengar, imanlah telingaku
Saat semua terasa mustahil, dengan iman aku merasa yakin

Tuhan, apa yang tidak pernah dilihat oleh mataku dan yang tidak pernah didengar oleh telingaku, yang tidak pernah timbul di dalam hatiku: semua itu Engkau sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Mari Tuhan, ajar kami mendobrak kemustahilan ini. Bawa kami untuk melakukan lompatan iman, selamat dan sejahtera sampai tujuan. Tuhan, ajar kami terus untuk tidak kehilangan sukacita dalam setiap ujian hidup.

Iman, adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr 11:1)

Posted by devi at 06:27 PM | Comments (0)

April 13, 2006

Homeschool

Homeschool, home is cool, kata Ines, salah seorang teman milis homeschool.

Homeschool benar2 hal yang baru buat saya, karena saya belum ada pengalaman atau pernah bersentuhan dengan produknya. Eh, saya lupa... saya sudah bersentuhan dengan produk homeschool! Namanya Christopher Paolini. Jika tidak familiar dengan namanya, dialah penulis muda yang menulis trilogi Warisan (Inheritance) - Eragon, Eldest, dan buku 3 belum ada judul. Chris menulis buku pertamanya pada usia 15!

Awal ketertarikan saya adalah karena selain sekolah terasa sangat komersil, juga karena mahalnya biaya sekolah sekarang. Sudah bukan hal yang aneh, jika sekolah2 sudah menutup pendaftarannya jauh2 hari bahkan setahun sebelum tahun ajaran baru dimulai. Mau sekolah aja kok repot banget sih!

Saya tidak anti-sekolah, saya nikmati masa sekolah saya. Tapi memang kalo dipikir2 lagi, sekolah sekarang sudah banyak yg menyimpang dari panggilannya: mencerdaskan generasi muda. Saya pernah dengar ada sekolah yang menginterview calon muridnya dengan pertanyaan2 semisal: ortu kamu mobilnya apa, ibu kamu kerja ga, naek apa ke kantor, liburan biasanya ke mana, dll dll. Ekstrim ya?

Pasti masih ada sekolah yang masih menjunjung cita2 luhur. Tapi.. di mana ya carinya.. Saya masih dalam pencarian.. dan belum juga ketemu, sementara anak saya sudah mulai mendekati umur pre-school. Dalam pikiran saya, sekolah ideal adalah sekolahnya Totto-chan. Saya pernah mereview buku Totto-chan, silakan dibaca di sini.

Tadi di acara devosi pagi di kantor, saya mendengar cerita seorang bapak yang anaknya masih kelas 3 SMA dan belum ujian kelulusan, tapi sudah harus melunasi pembayaran uang pangkal dan biaya kuliahnya seharga bbrp puluh juta, bisa dicicil tapi dikenai bunga cukup tinggi: 30-40%. Biaya ini sudah harus selesai dibayarkan begitu anak ini lulus SMA dan tidak bisa dikembalikan kecuali anak ini diterima di PN atau tidak lulus. Wow.

Mau ke mana arah pendidikan kita?

Jadi, homeschool (HS) adalah opsi yang sangat menarik akhir2 ini. Walaupun tantangannya juga sangat besar - mengalahkan ego, membangkitkan iman - tapi jika mau belajar dan mau memberi diri, pasti bisa.

Tertarik HS, silakan browsing2 dan googling2 ttg ini. Juga jangan lupa join komunitas HS, sebab homeschoolers harus menemukan komunitas yang bisa saling support, karena HS jelas masih terasa asing dan aneh di Indonesia, bisa-bisa malah stress atas penghakiman-penghakiman dari lingkungan. Di Amerika sendiri, HS sekarang populer karena parahnya tingkat kriminalitas dan lingkungan yang tidak secure. Child-abuse, kidnapped, bullied by other pupils, hanya dua di antara kasus-kasus yang meresahkan di sana.

Beberapa teman meragukan kemampuan anak produk HS untuk menghadapi dunia nyata, karena berada di lingkungan yang terlalu aman dan dijaga oleh ortunya. Menurut mereka, anak perlu mengalami masalah di sekolah spy dia belajar. Sementara penganjur HS seperti tokoh pendidikan anak, Seto Mulyadi, justru membawa anaknya ke dunia nyata sebenarnya (apakah sekolah = dunia nyata) dengan cara mengajak anak2nya tiap kali ia ada kegiatan, semisal ikut ke Aceh untuk menemani ayahnya menghibur anak2 Aceh. Mereka tak hanya bertemu teman2 sepantarannya - teman saya pernah bilang, bagaimana mungkin 30 lebih anak sepantaran dengan satu orang guru dikurung dalam satu ruangan bisa disebut belajar? - anak2 Seto juga berinteraksi dengan berbagai macam jenis orang, kecil atau pun dewasa.

Metode yang digunakan bisa berbeda. Lihat di sini untuk perbandingan bbrp metode.

Ada banyaaak kurikulum yang tersedia untuk homeschoolers. Metodenya spt Universitas Terbuka. Ortu beli kurikulumnya, mempelajarinya dan menyampaikan pada anak. Anak juga harus buat tugas, dan ikut ujiannya. Nanti penyelenggara kurikulum itu akan memberikan sertifikasinya. Anak tsb nanti akan diakui oleh Diknas kita sebagai lulusan luar negeri.

Harga kurikulum+materi memang tidak murah, karena masih harus impor. Menyiasati harga, bisa juga kita beli materi2 second, tapi nanti ya kebenturnya di masalah sertifikasi - soalnya tidak terdaftar. Kabar baiknya, Diknas kita berencana mendesain kurikulum+materi homeschool dengan muatan lokal. Semoga cepat terwujud.

Posted by devi at 11:32 AM | Comments (1)

April 04, 2006

Finally I got it :)

Today, an email arrived in my gmail's mailbox from "Registrar", paragraph pertama berbunyi:

Congratulations! We are pleased to inform you that you have passed the Certified Information Systems Security Professional competency examination - the first step in becoming certified as a CISSP?.

WAAA!!! Thank GOD!!!

Setelah berjuang keras selama beberapa hari belajar (walah, kaya' berbulan2 aja ya :)), dan menempuh ujian (manual kaya' jaman Ebtanas dulu) sebanyak 250 soal yang dijadwalkan selama 6 jam, akhirnya dapet juga gelar CISSP (Certified Information Security Professional) dari ISC2.

Dari sekian banyak certification yg pernah gw pegang sih kaya'nya ini yang paling tortured dan though. Pertanyaannya menjebak dan luas sekali. Istilahnya sih Miles long but an inch depth.

My tips for CISSP wannabe (kalau ada yg baca blog ini :):


  • Baca buku CISSP All In One (sekarang sudah Third Edition) oleh Shon Harris, si Ibu ini (yap she's a female :) menerangkan dengan bahasa yg manusiawi dan kadang2 diselingi humor segar.
  • Baca The CISSP Prep Guide Gold Edition oleh Ronald L. Kurtz dan Russel Dan Vines. Top abiz tapi bahasanya agak susah dicerna. Latihan soalnya berbobot.
  • CCCURE.ORG is your friend :)
  • Banyak-banyak latihan soal (dari cccure.org jg ada) dan usahakan ambil yang tersulit.
  • Download resource2 yang ada di cccure.org.
  • Mulai baca2 jauh2 hari sebelumnya, apalagi beberapa domain yang kurang familiar. Trus intensifkan di hari2 menjelang ujian, dan istirahatlah di hari sebelum ujian.
  • Sleep well :)
  • Pray a lot!

Ok folk, saatnya revisi CV trus... apa yaaa :))

Posted by pampi at 05:03 PM | Comments (3)