May 18, 2006
Au Carrefour
Langkah tertahan
Berdiri terpaku
Menatap persimpangan
Hati berbisik
Bukan di sini.....
Lalu di mana?
Tangan terkepal
Kaki tersentak enggan
Menapaki jalan berkabut
Batinku gelisah
Kapan bisa kukuak kabut itu?
Posted by devi at
12:04 PM
|
Comments (0)
May 16, 2006
Mixed Thought
Ke Sabang, nemenin temen kantor beli snack untuk satu acara kantor, ia bercerita,
"Anak gw tadi kejar2 kita sampe ke jalan sebelum berangkat."
Ia ibu 2 orang anak. Anak pertamanya 3 tahun, anak ke-2nya 7 bulan.
"Mama, tadi cari Ase ya. Ase ke rumah Dika tadi," begitu tutur dari mulut si kecil, menyambut kepulangan mamanya dari kantor.
"Mama, Papa aja deh yang kerja. Mama di rumah aja sama Ase."
"Mama, Ase mau Mama aja."
Tersentuh, aku ingat jagoan kecilku di rumah. Yang akhir-akhir ini sering menunjukkan sikap tak mau berpisah.
"Dok, anak saya kalo makan kok ngemut ya? Dan lama, bisa dua jam."
"Ada bbrp kemungkinan, 1. Minta perhatian 2. Tidak lapar 3. Susunya kebanyakan."
"Minta perhatian, Dok?"
"Iya, itu termasuk salah satu problem anak yg ibunya bekerja."
Konsultasi saya dengan dokter Sanata Polo, dokter yang melayani di kantor saya, membuat saya tercenung. Saya sedih.
Posted by devi at
04:44 PM
|
Comments (0)
May 12, 2006
When Customer Shows Its Power
This is weekend, and I am still sitting on my chair, waiting for someone I love to win his battle over his company's client arrogancy. This is a 'kelas kakap' customer. And they act as if they were the boss and vendor were their slave.
This is weekend, and I miss my little one so much. And, I feel so much that I am the one who being one of the victim of their arrogancy.
My loved one is not on a trouble shooting. He is just waiting for an approval to move on following step. The client made him to wait for some hours. He has to wait his client to finish works that don't have any correlation with their current work. The client must be someone with megalomania syndrome. The fact is, he's not the owner, he's a staff, just like my loved one. And I don't know what's on earth make he think he can do that to other.
This is weekend. I stuck to my chair. Feeling so bad about this.
This is weekend. Everybody in my office seemed had left early for home.
This is weekend. I don't know who to blame.
This is weekend.
Posted by devi at
07:29 PM
|
Comments (0)
May 11, 2006
Mobi.. Piyosss
Joel anak laki2 banget. Kecintaannya pada mobil, luar biasa, khususnya saat-saat ini. Sekitar umur 20 bulan, diawali dengan mobil-mobilan yang sudah cukup lama ia miliki; tdnya ia tidak menunjukkan ketertarikannya; ia mulai menunjukkan minat pada mobil. Selain mobil2annya yg saat ini berjumlah tujuh buah (ada satu yg pake remote, tp disimpan baik2 sama ortunya, kayaknya dia belum akan mengerti cara mainnya).
Vios, itulah mobil beneran yang paling ia kenal, karena memang itu mobil ortunya. Awalnya, kami memperhatikan kalo lagi di jalan, Joel bisa lama sekali memandangi mobil2 yang lewat, sambil tunjuk2 dan bilang: 'Abi.. abi'. Trus, kalo ortunya pulang, ia lgs ambil peranan sebagai juru parkir: 'Tewus, Tewus, Uuk!' Trus, ia juga sering banget jongkok deket mobil Vios sambil merhatiin rodanya (bisa 5 menit!) dengan penuh kekaguman. Trus, mulai dari sebut-sebut: 'Eyos...', sampe sekarang dia udah bisa bilang: 'Piyos'
Lalu, tiap kali lagi di jalan, kami perkenalkan bbrp nama mobil padanya. Kemudian ia yang mulai inisiatif bertanya. Awalnya cuma jenis (sedan, pick-up), tapi lama2 kami mulai sebut brand Ada beberapa jenis mobil yang saya data bisa ia sebut dengan cepat: 1.Vios, 2.Kijang, 3.Innova, 4.Yaris, 5.Jazz, 6.Escape, 7.X-Trail, 8.Avanza (untuk Xenia juga - dia kan belum bisa baca), 9.Karimun, 10.Zebra, 11.Panther, 12.Aerio, 13.Katana, 14.APV, 15.mikrolet (untuk yang biru), 16.angkot (buat yang merah), 17.pick-up, 18.truck, 19.bus, 20.mobil tangki, 21.mobil box, 22.bajaj, 23.kancil, 24.taksi, 25.mobil rally, 26.mobil balap, 27.mobil pemadam kebakaran, 28.mobil jeep, 29.mobil kodok.
Kadang saya masih takjub. Bagaimana caranya anak sekecil itu bisa bedakan mobil2 hanya dengan sekali pandang, ie: Kijang dengan Panther. Mungkin karena memorinya masih belum dipenuhi macam-macam, sehingga daya absorbsinya sangat tinggi. O ya, Joel penggemar majalah otomotif Autobild juga.. persis papanya.
Saya sempat agak kuatir, Joel sptnya tidak mengenali perbedaan warna. Kemarin, saya baru menyadari, dengan ia bisa membedakan mobil2 ini, juga mikrolet dan angkot, juga mobil biasa dan versi taksinya... ia sudah menguasai konsep warna dan bentuk.
Sampe hari ini pun, dialog spt ini masih sering terjadi.
"Mobi anya?"
"Swift."
"Swuis."
"Swift"
"Swuis. Mobi Suis!" tiru Joel mantap sambil mengangkat jari telunjuknya spt guru yang lagi ngajar. :D
Posted by devi at
12:42 PM
|
Comments (0)
May 10, 2006
New Tots on The Block
Mulai 30 April 2006, Joel udah tidak akan lagi menyandang gelar infant :D. Resmi sudah ia menjadi toddler!
Kami ingin merayakan ultah Joel kali ini secara sederhana saja di Kega -sekolah minggu di Abbalove-, sama seperti tahun lalu, cuma kali ini pake acara tiup lilin.
Beberapa hari sebelumnya, kami udah kasihtau Joel, bahwa ia akan segera berumur 2 tahun. Terus Joel mulai dilatih tiup lilin, tepat semalam sebelumnya, kami juga mengadakan candle blow rehearsal :D, sambil diingatkan, besok pagi, "Joel bangun, terus kita tiup lilin ya."
Pagi-pagi (jam 8 maksudnya) Joel dibangunkan -abis masih pules banget. Kata pertama yang ia ucapkan adalah, "Yiyin." :D kekekkeeke... termimpi-mimpi kali ya.
Abis tiup lilin, disun kanan kiri ama papa mama (std banget yak), trus buka bbrp kado dari auntie Rita n Om Acua. Stelah itu, mandi, dan berangkat ke gereja.
Khusus hari ini, papa dan mamanya tidak ikut kebaktian di atas. Hari ini, kami menemani Joel di Kega. Sekali lagi Joel tiup lilin.. sukses pada tiupan pertama, dibarengi muncratan :p Joel juga mantap menjawab, "Dua!" waktu ditanya umurnya berapa oleh kakak pembina di Kega.
Pulang, Joel bawa banyak kado. Makasih ya teman-teman.
Foto-foto bisa diliat di multiply kita.
Posted by devi at
11:55 AM
|
Comments (0)
May 04, 2006
A Day in Office (Berkat Melimpah)
Pagi-pagi, pastel dan lemper dari Ma'Cik sudah beredar dari meja ke meja. Belum hilang rasa nikmat itu di mulut, donat isi blueberry(?)+agar2 dr Dunkin' dah beredar lagi.
Baru aja pesen makan siang sama office boy, dah dateng lagi dia, ngembaliin uang sambil ngomong: 'Dilarang ama Bu Rini. Diajak makan bareng semua lantai 2.'
Siang itu, bersantaplah kami staf lantai 2 untuk menikmati mie goreng, fuyunghai dan capcay dari restoran Cahaya Kota.
Belum juga turun makanannya, brownies kukus Amanda dah diedarkan lagi. Halah-halah... ini dia yang disebut berkat melimpah :D
Met ultah ya, Bu Rini. Sering2 ya...
Posted by devi at
03:05 PM
|
Comments (1)
(Not Really) Indie
Semalem Pampie tukeran hp ama temennya, karena hpnya dah abis batere. Phillip merknya. As indie as his own. Hihihi.
Well, ga bener2 indie sih. Cuma hpnya Pampie ini merknya Alcatel dan populasinya jelas kalah banget dengan raksasa dari Finland, Nokia. Walaupun jarang peminat, tapi merk2 ini punya fans sendiri. Waktu beli Alcatelnya Pampie, kami dikasih tau bahwa ada toko khusus yang menjual hp2 eropa ga pasaran spt ini.
Enaknya, hp-nya emang ga pasaran. Ga enaknya, kalo lagi abis batere dan kebetulan ga bawa charger... susah banget nyari pinjemannya. Seperti yang dialami Pampi waktu terjadi bom di Kedubes Ostrali. Semua orang dievakuasi saat itu juga dari gedung mereka di Sentra Mulia. Dia yang saat itu sedang jauh dari meja, terpaksa meninggalkan tas (juga mobil di parkiran) dan pulang naik taksi. Tiga hari kemudian baru boleh ke kantor lagi... dan hp udah abis baterenya. Coba2 charge pake charger Nokia yang colokannya pas... berakhir dengan ngambeknya si hp.. ga mau nyala dan ngadat. Tp setelah ketemu jodohnya lagi 3 hari kemudian, si hp Alcatel itu menyala lagi.
Sorry banget, aku ga apal seri si Alcatel. :D
Posted by devi at
03:00 PM
|
Comments (0)