December 2007
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
 





 

November 28, 2007

Hamil Kali Ini

Semalem kunjungan ke-2 ke dokter kandungan kami, dr Didi Danukusumo (,Sp.OG. KFM). Kali ini kami jadi pasien dengan nomor urut 1. :)

Kami (aku khususnya) punya kesan tertentu untuk pak dokter yang ramah ini. Dia ga pelit ngomong. Di USG ke-2 ini pun ia tetap menginformasikan segala hal yang terlihat di layar. Seperti.... hmmm.. guru :)

"Lihat, ini yang berbentuk kupu2.. itu adalah otak. Tulang tengkorak janin belum bertumbuh sempurna. Jadi, tulangnya belum nyambung. Itu menguntungkan buat si janin, karena otaknya bisa tumbuh dengan leluasa," begitu kira2 keterangan dokter sambil terus menggerakkan si alat periksa.

Beda dengan kehamilan pertama, yang ke-2 ini aku butuh waktu lebih lama untuk merasa punya 'hubungan' dengan yang ada di kandungan. USG memang membantu. Bentuk tubuhnya kelihatan, kepalanya, matanya, semuanya jelas. Kaki dan tangannya bergerak-gerak. Bahkan rambutnya sudah tumbuh. Mulai ada sensasi tertentu. Naluri seorang ibu.

Pertumbuhan janin baik, karena di minggu ke-12 ini ia sudah bertumbuh layaknya janin usia 13 minggu. Walau aku merasa lapar terus, (dan makan), aku juga banyak muntah. Mual muntah ini terjadi di sore dan malam. Pagi aman2 aja. Istilah morning sickness memang kurang cocok untuk kasusku. Pas hamil Joel dulu juga gitu, muntahnya siang2 pas lagi di kantor.

RS Omni International Alam Sutra adalah pilihan kami untuk melahirkan nanti. Dokter Didi juga praktek di situ. Nama pak dokter ini tidak begitu populer di daerah Serpong. Dia adalah dokter di RS Fatmawati dan Internasional Bintaro (mungkin ada di rs lain juga). Aku menemukan namanya dari meng-google. Dari banyak blog yang aku baca, semua memuji bagaimana informatifnya seorang dokter Didi. Ramah dan humoris. Tidak sedikit2 operasi dan tidak matre tentunya. That's all I need from my gynecologist.

Ada kritik khusus untuk RS ini. Pasien dengan tanggungan asuransi harus menunggu lama. Bahkan kali ini lebih lambat dibanding kunjungan pertama. Prosesnya rada ribet dan lama. Kurang nyaman buat ibu hamil.

Keribetan sudah dimulai pas registrasi. Periksa kehamilan atau konsultasi? Ini jelas pertanyaan yang bikin bingung. "Saya mau periksa kehamilan dan konsultasi" :D Setelah selesai ketemu dokter, masih panjang lagi urusannya. Kita harus nunggu lebih dari 30 menit.

Sampai hari ini, belum ada yang bisa mengalahkan efisiensi sistem pendaftaran dan pembayaran RS Pantai Indah Kapuk (PIK). Datang, serahkan kartu, proses 5 menit, langsung sudah di ruang tunggu. Nanti tinggal bayar di kasir. Tidak ada kesulitan. RS PIK setahu saya memang menggunakan SAP. Begitu terintegrasi.

Lepas dari semua itu, Tuhan baik. Seperti cerita di posting sebelumnya, aku memang ingin anakku lahir antara bulan Mei-Juli. Empat tahun kami menjaga agar tidak hamil lagi. Begitu tidak 'jaga' lagi, aku langsung hamil (aku tidak pake alat KB tertentu). Bahkan hal remeh dan tidak penting begini pun Tuhan perhatikan.

The Creator cares for me.

Posted by devi at 07:49 AM | Comments (0) | TrackBack

November 14, 2007

Turun Mesin dan Blog Baru

Bukan, si Silverena-mobil kami yang masih relatif baru- yang mau turun mesin. Melainkan si blog yang udah berumur ini.

Memang rencananya blog satu ini memang mau turun mesin. 'Mesin'nya juga mau diganti, sedang menimbang-nimbang antara WordPress, atau SNews. Maen-maen dengan WordPress, memang mengesankan, sangat mudah. Atau SNews yang bagai harta karun saya temukan beberapa bulan lalu.

WordPress pasti banyak yang sudah tahu. Dan dia memang populer. Plug-innya banyak, komunitasnya supportif.

SNews memang lebih techie tapi sangat customizable dan ringaaan, bayangkan hanya 29KB untuk sebuah CMS yang sudah komplit. Template cukup banyak tersedia. Salah satu orang Solujica, Luca Cvrk adalah desainer web. FYI, SNews sudah ada versi bahasa Indonesianya. :D

Tapi untuk turun mesin ini butuh waktu, dan butuh internet yang konek terus menerus. Kalau mau mengikuti irama gratis Wifone, saya harus melek dari jam 11 malem ke atas, atau bangun pagi-pagi sebelum jam 8. Terlalu terbatas pilihannya. Nantilah, kalau internet sudah 24 jam dan bayarnya flat.

Sementara menunggu, silakan nikmati dua blog terbaru dari keluarga kami. Pampi sekarang menulis sendiri blognya, yang lebih bisa merepresentasikan keunikan dirinya, hehehehe. Juga sebuah blog tentang perjalanan homeschool saya dan Joel. Dua-duanya pake WordPerss. Check it out!

Posted by devi at 07:46 AM | Comments (0) | TrackBack

Tes Kepribadian

Di antara beberapa tes kepribadian yang pernah saya lakukan, DiSC adalah yang cukup populer. Karena gereja kami mengadopsi sistem ini. Bahkan jemaat diwajibkan mengisi tes ini untuk salah satu track kehidupan kekristenannya - LBC B - sekarang namanya sudah berubah jadi *ehmm... apa ya*. Saya mengisi tes ini dua-tiga kali, satu kali untuk LBC B itu, satu lagi pas bimbingan pranikah, satu kalinya lagi iseng-iseng mau lihat ada perubahan atau tidak.

Profil DiSC saya adalah CD atau kadang-kadang DC. D-dominance, I-influence, S-steadiness, and C-compliance/conscientiousness. Take the online test.

Selain DiSC, ada lagi yang namanya Sanguin, Melankolis, Koleris, Plegmatis. Kalo di sini saya dapat nilai paling tinggi Melankolis disusul Koleris. Ada di buku Personality Plus (Florence Litauer) atau take the online test.

Lalu, beberapa hari yang lalu Pampi kirimin sebuah link ini ke saya. Berbeda dengan DISC dan versi Florence yang ngejelimet, tes yang dibuat oleh Myers Briggs ini cukup simpel. Hasilnya akurat, info-info pendukung juga tersedia dan gratis :).

Ini hasilnya: http://devi.mypersonality.info/

Yang mengejutkan temperamen jenis saya ini (INFJ-Introverted, iNtutition, Feeling, Judging) populasinya yang paling sedikit di antara semua. Hanya 1%, dan kebanyakan adalah perempuan. Haha.. Tadinya saya kira tipenya Pampi (INTP-Introverted, iNtuition, Thinking, Perceiving) yang 2,5% sudah sedikit.

Ini cukup menjelaskan kerumitan saya selama ini... hehehee. Rasanya memang ada dua kepribadian yang tarik-menarik, walaupun tentunya saya tidak berkepribadian ganda.

Silakan ambil juga tes ini. Kasih tau ya hasilnya.

Posted by devi at 07:27 AM | Comments (0) | TrackBack

November 01, 2007

Adik Untuk Joel

Punya anak lagi? Mau. Hamil lagi? Mmmm... pikir-pikir dulu.

Kebayang sembilan bulan yang membuat hidupku up and down. Muntah, sesak napas, badan terasa berat, sakit punggung. Blum lagi teringat susahnya melahirkan Joel dulu. Susah yang saya maksud bukan sakitnya, tapi peristiwa yang cukup traumatis saat terdeteksi pre eklamsi pada minggu ke-38 dan harus segera melahirkan nyaris tanpa suami dan ortu mendampingi.

Lagian, rasanya sulit membagi kasih sayang lagi. Saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan itu.

Tapi... kasihan juga lihat Joel. "Mau disuruh main," jawabnya waktu saya tanya kalau punya adik dia mau apa dengan adiknya. Lalu Joel pun berdoa minta adik sama Tuhan Yesus.

Pampi juga tidak setuju jika kami hanya punya satu anak. Kurang baik untuk Joel, menurutnya.

testpackLalu, terjadilah seperti yang di samping ini. Persis seperti yang saya mau, September menjadi haid terakhir saya di tahun 2007, supaya bayi bisa datang tidak melewati bulan Juli. Biar ga terlalu rugi dengan umur, hehehe.

Kecurigaan hamil langsung terbukti. Habisnya saya merasa emosi begitu naik turun ga karuan. Pengennya marah terus, tapi abis itu sangaaat menyesal. Hormon...

So, what's next? Betul, excitement-nya sangat berbeda dengan anak pertama. Mungkin karena merasa udah lebih pengalaman. Juga ga merasa perlu buru-buru ke dokter kandungan.

Untuk RS, saya sudah memilih dan survei langsung ke RS Omni International Alam Sutera, RS satu lagi yang di Karawaci langsung saya coret dari daftar :D. Untuk dokternya, saya sudah memastikan diri untuk dirawat oleh dr. Didi Danukusumo, Sp.OG KFM.

Saya belum memutuskan untuk annouce ke siapa-siapa. Even my mom. Baru satu orang yang tahu di luar orang rumah. Ga tau kenapa saya kayak gini...

Posted by devi at 07:21 AM | Comments (0) | TrackBack